Aku Bercocok Tanam Dalam Dimensi Rahasia

Aku Bercocok Tanam Dalam Dimensi Rahasia
Reinkarnasi


__ADS_3

Kepala Evan Satria terasa sakit, butuh beberapa saat untuk merasa lebih baik, tetapi dia masih dalam keadaan setengah sadar. Evan berbaring di tempat tidur mengingat semua yang terjadi, mengingat bahwa dia sepertinya sudah mati.


Dia mengingat bahwa dirinya dikubur hidup-hidup di belakang kasino karena telah menyinggung bos kaya di sana. Pada saat itu, sebuah meteorit besar jatuh dari langit, dan terjatuh di lokasi tersebut, menghancurkan tubuh semua orang yang ada di tempat. Evan yang berada di tengah-tengah langsung kehilangan kesadaran.


Ketika terbangun, dia mendapati dirinya berbaring di tempat tidur, berbaring di ruangan yang familer tetapi asing. Ingatannya langsung terbawa kembali ke masa kecil, bukankah ini rumah gelap dan kecil tempat tinggal keluarganya selama enam tahun saat dia duduk di sekolah dasar? Rumah itu gelap dan lembab, penuh debu sepanjang tahun, dan akan bocor saat hujan deras.


Mengamati ruangan yang familier tetapi asing ini, mata Evan berangsur-angsur menjadi basah, memang benar ini adalah rumah pertama yang disewa keluarganya ketika mereka pindah dari pedesaan ke kota. Sebuah rumah tua kurang dari 30 meter persegi dengan dua kamar kecil, kamar di bagian luar untuk orang tuanya, sedangkan dia dan adik perempuannya tinggal di kamar bagian dalam. Dinding kamar dilapisi koran bekas, seingat dia itu ditempel oleh ibunya, karena dindingnya terbuat dari batako, dan permukaannya tidak disemen, asal ada sedikit getaran, debu akan berjatuhan. Ibunya yang pintar, menutupi dinding dengan koran untuk menahan debu.


Keluarga beranggotakan empat orang tinggal di rumah kecil ini selama enam tahun, dan baru setelah Evan memasuki SMP, mereka menemukan rumah baru. Karena anak-anak semakin besar, sudah tidak pantas untuk hidup berdesak-desakan di rumah sekecil itu. Kebetulan ayahnya sudah menghasilkan sedikit uang pada saat itu, jika tidak, mereka berempat harus berdesakan di rumah tua itu selama beberapa tahun lagi.


“Aku berinkarnasi?” Evan bingung. Dalam ingatannya, perumahan ini telah dibongkar dua belas tahun yang lalu dan dibangun menjadi sebuah sekolah. Memperhatikan sepasang tangan putihnya yang lembut, Evan yakin bahwa dia berinkarnasi seperti plot dalam novel fantasi. Evan mengulurkan tangan dan meraba-raba di bawah bantal di sebelahnya, dan ternyata benar ada sebuah cermin. Dia samar-samar ingat bahwa itu milik adik perempuannya. Ketika masih kecil, dia dan adik perempuannya tidur di ranjang yang sama. Adik perempuannya yang suka cantik selalu bercermin sebelum tidur.


Evan berada dalam suasana hati yang rumit setelah bercermin. Menatap wajahnya yang belum dewasa di cermin, dia seharusnya berinkarnasi ke masa sekolah dasar.


“Sial, aku benar-benar berinkarnasi? Mungkinkah ini mimpi?” Evan menampar wajah sendiri, terasa sedikit sakit, ini bukan mimpi. Segera muncul kegembiraan di hatinya! Tuhan memperlakukannya dengan baik, memberinya kesempatan untuk berinkarnasi, dalam kehidupan ini tidak boleh melewati hidup seperti orang tidak berguna lagi.


Begitu emosi ini meluap, Evan tiba-tiba merasakan sakit di kepala, seolah-olah ada sesuatu di kepalanya. Rasa sakitnya menjadi semakin kuat, dan pandangan Evan menggelap dan dia pun jatuh pingsan. Segera setelah bangun, dia menemukan dirinya berada di ruang gelap. "Sialan, mati lagi setelah berinkarnasi!?" Memikirkan hal ini, Evan mungkin merasa bahwa Tuhan mempermainkannya. Ruang gelap tanpa batas benar-benar seperti dunia setelah kematian, Evan sangat panik.


"Hah?!" Evan menyadari ada sesuatu yang salah, dan sebuah informasi muncul di benaknya.

__ADS_1


"Batu Azzuri telah berhasil mengenali tuannya. Tuannya adalah Evan, manusia, pria, dan memiliki bakat biasa."


"Batu Azzuri? Apa-apaan ini?" Evan bergumam pada diri sendiri dengan wajah bingung.


Kemudian muncul sebuah informasi baru ....


"Batu Azzuri adalah pusaka yang tersisa setelah hancurnya alam semesta. Di dalamnya berisi ruang misterius yang tak terhitung jumlahnya, hanya kau yang dapat menikmatinya, sedangkan orang luar tidak dapat melihat dan menyentuhnya. Ruang misterius juga dikenal sebagai ruang keberuntungan. Setiap ruang misterius memiliki berbagai misteri yang dapat membuatmu menjadi manusia luar biasa."


Luar biasa! Batu yang hanya lahir ketika alam semesta hancur. Mungkin karena batu Azzuri inilah dia terlahir kembali ke masa sekolah dasar. Memikirkan meteorit yang jatuh sebelum dia berinkarnasi, jangan-jangan meteorit itu adalah batu tersebut. Batu Azzuri ada di ruang kesadaran jiwa Evan, karena ada periode adaptasi tertentu sebelum ia berhasil mengenali tuannya, itulah mengapa Evan akan mengalami gejala sakit kepala.


Setelah menenangkan diri, Evan mulai menjelajahi ruang di dalam batu Azzuri itu.


"Bagaimana mungkin ada sesuatu yang misterius di dalam ruang yang gelap ini?"


“Eh?” Evan menemukan sebuah pintu. Setelah melihat lebih dekat, ternyata tidak hanya satu pintu, tetapi ada banyak pintu di ruang gelap ini. Pintunya memiliki ukuran dan bahan yang berbeda, dan tersebar di berbagai lokasi dalam kegelapan. Dengan penglihatan Evan, dia hanya bisa melihat tujuh pintu yang paling dekat darinya, dan hanya ada tujuh pintu di area ini.


Evan berjalan ke pintu terdekat. Konon pintunya lebih mirip panel pintu, dan terlihat sangat bobrok. Evan mendorong dengan kuat, dan pintu terbuka dengan suara 'berderit'.


Ada cahaya di balik pintu, karena kegelapan sebelumnya, mata Evan butuh waktu sesaat untuk beradaptasi dengan cahaya. Melihat bagian dalam pintu, Evan sangat terkejut.

__ADS_1


Di dalam pintu ada ruang seukuran lapangan sepak bola, kolam kecil, sebidang tanah hitam, selain itu tidak ada yang lain.


“Ruang ini terlalu sepi!” Evan melangkah masuk, dan muncul lagi informas di benaknya.


"Ruang pertanian, sebuah mata air ajaib, dan satu hektar tanah subur."


"Ruang pertanian? Mata air ajaib? Tanah subur?" Hanya saja tempat sepi ini tidak terlihat seperti tempat pertanian.


Evan datang ke tengah ruangan, berjongkok dan mengambil segenggam tanah hitam, tanah itu terasa halus, lembab dan hangat saat disentuh, tidak terlihat istimewa, seperti tanah biasa. Kemudian Evan datang ke kolam, airnya luar biasa jernih, bisa melihat dengan jelas lumpur di dasar kolam, selain airnya yang sangat jernih, kolam itu tidak jauh berbeda dengan kolam biasa.


“Apakah air kolam ini boleh diminum?” Tiba-tiba muncul pikiran itu di benak Evan. Air sejernih ini seharusnya boleh diminum, Evan membungkuk, lalu berbaring di tepi kolam dan meneguk sedikit air kolam.


"Wow!" Air di kolam ini luar biasa segar, ini adalah air terbaik yang pernah diminumnya. Semua jenis air mineral yang ada di pasaran, termasuk yang dijual di masa depan, adalah sampah dibandingkan dengan air dari kolam ini.


Segera setelah meminum air, sebuah informasi muncul di benak Evan. "Kekuatan Tuan Evan meningkat 1 poin, stamina meningkat 1 poin, kelincahan meningkat 1 poin, dan kecerdasan meningkat 1 poin."


"Apa-apaan ini? Kekuatan? Stamina? Kelincahan? Kecerdasan? Bermain game?!" Evan merasa perubahan di tubuhnya, dia benar-benar merasa tubuhnya sedikit berbeda. Tubuhnya terasa segar dan penuh energik. "Mata air ajaib dapat meningkatkan kebugaran fisik secara menyeluruh?"


Memikirkan hal ini, Evan meminum seteguk lagi, dan dia benar-benar merasa sangat berenergik hingga memilki dorongan untuk berkelahi dengan seseorang. Sebuah informasi lain muncul lagi di benaknya.

__ADS_1


"Kekuatan meningkat 1 poin, stamina meningkat 1 poin, kelincahan meningkat 1 poin, dan kecerdasan meningkat 1 poin."


Air yang bagus! Perasaan menjadi kuat dan pintar begitu nyata. Perasaan lemah sebelumnya karena berinkarnasi dari orang dewasa menjadi anak kecil langsung hilang, Evan merasa kebugaran fisiknya tidak kalah dari tubuhnya di kehidupan sebelumnya. Tubuhnya menjadi lincah dan penuh energi.


__ADS_2