Aku Bukan Genius

Aku Bukan Genius
Rezeki Lelaki Licik (1)


__ADS_3

Ketika mereka bertiga berpesta seperti biasa,


"Anjas" Asep berkata dengan tegas sambil menunjukan ekspresi yang rumit. Asep dan Arya telah berdiskusi sebelumnya tentang masalah bisnis yang telah di lalui Anjas, hingga mereka mendapatkan sebuah ide yang cukup cemerlang, dangan senyum yang yang mencurigakan dan ekspresi yang licik Asep menatap Arya kemudian Arya pun mengangguk setuju.


"Aku punya ide, cara agar bisnis bengkel kamu maju"


Anjas yang mendengar langsung bersikap skeptis, bagaimanapun dia tau pola pikir dari kedua sahabatnya ini tidak jauh berbeda dari dirinya.


"Bagaimana caranya.?"


Arya yang duduk paling pinggir mulai mendekat.


"Biarkan aku yang menjelaskan, singkatnya kita akan menggunakan strategi yang sangat sederhana"


"Lanjutkan"


"Di depan gang ada sebuah bar yang terkenal, bar Budak sunda. singkatnya ada banyak kendaraan yang lalu lalang di sekitaran situ, kita sebarkan paku dan apabaila ban kendaraan itu kena paku, kamu tau kan apa yang terjadi.?, secara otomatis kendaraan akan mencari bengkel terdekat maka......"


"Bodoh"


"Hah?"


"Walaupun aku membutuhkan uang dan bengkel terpaksa harus gulung tikar tapi aku masih punya pikiran untuk bertindak dengan batasan"


Anjas sudah menduga bahwa ide yang diberikan oleh kedua temannya ini pasti diluar akal sehat, meskipun dia miskin dia masih memiliki moral untuk tidak merugikan orang lain, walaupun Anjas merasa seneng karena temannya memikirkan dia dan kondisi perekonomiannya saat ini tapi itu tetap saja melanggar hukum, jika dia ketahuan maka akibatnya pasti sangat buruk


Asep dan Arya yang mendengarkan jawaban dari Anjas hanya bisa menghela nafas pasrah, mereka tau bahwa tindakan mereka itu melanggar aturan, tapi mereka sudah mengantisipasi penolakan dari Anjas. mereka berdua hanya bisa tersenyum ke arah Anjas.


"Baiklah mari kita lanjutkan pesta sederhana kita"


Anjas kemudian menuangkan minuman ke gelas Asep dan Arya, untuk membalas perlakuan Anjas, Arya mengambil sebatang rokok kemudian di berikan ke Anjas, Asep yang melihat itu sontak mengambil korek dan menyalakan api untuk Anjas. Kemudian mereka bertiga kembali menikmati pesta sampai malam suntuk.


Setelah selesai berpesta Asep dan Arya pamit untuk pulang, meninggalkan Anjas dengan bengkel yang kotor seperti biasanya. ketika selang beberapa meter dari bengkel Anjas, Arya berkata


"Ternyata benar prediksimu sep, baiklah kita lanjutkan rencana kita seperti kesimpulan kita sebelumnya"


"Iya, aku sudah membawa semuanya"


Saat hari menjelang subuh, Anjas masih tertidur pulas di dalam bengkelnya, dia sengaja tidak tidur di kamar agar besok paginya bisa langsung membersihkan sisa pesta tadi malam. tiba-tiba suara ketokan pintu bengkel terdengar

__ADS_1


Tok tok tok


"Permisi, apakah ada orang didalam"


Anjas yang masih tertidur sontak terperanjat bangun. dia bingung dan linglung, apakah dia salah dengar. dia diam sejenak untuk memastikan apakah itu benar ada suara di depan bengkelnya, lagian bengkelnya sudah tutup, dia memeriksa jam di dinding dan melihat masih jam 03.27. sekujur tubuh Anjas terasa merinding..


Tok tok tok


"Hello adakah orang didalam, tolong bantu aku. mobilku pecah ban"


Anjas yang mendengar langsung berlari ke pintu bengkel dan membuka rolling door dan melihat ada seorang wanita menggunakan pakaian modis, semua orang pasti tau dia adalah orang kaya. Namun Anjas yang anti sosial tidak berani menatap wajahnya memilih untuk hanya meliriknya sesaat.


"Maaf mengganggu, mobilku pecah ban dan aku tidak tau cara mengganti bannya, aku melihat ada bengkel di sini dari ujung gang. tolong bantu aku"


"Dimana mobilnya.?"


"Ada di depan"


"Antar aku ke sana"


Mereka berdua kemudian menuju ke tempat mobil berada. sesaat sampai di lokasi Anjas kaget karena mobil yang di liat adalah mobil mewah untuk kota seperti Garut ini. itu adalah mobil Ferrari LAFERRARI dengan kisaran harga sampai 13 miliar. Itu bisa di katakan bahwa wanita ini adalah pewaris orang kaya di Indonesia.


"Setelah aku menyelesaikan persoalan ban mobil, gimana kalo aku ambil mobil ini, aku jual dan uangnya aku pakai untuk berfoya foya seumur hidup, 13 miliar itu bukan uang yang sedikit. hemmmmm, ah tidak tidak bagaimana jika wanita ini punya jaringan dan koneksi yang luas, menangkapku hanyalah membutuhkan waktu beberapa jam baginya, orang kaya akan merepotkan, lagian juga dia sudah tau wajahku, atau bagaimana jika dia aku bunuh saja dan mayatnya aku buang di sungai"


"Aggghhhhh, fokus anjas, jangan sia-siakan hidupmu"


Melihat pemilik bengkel yang diam sambil memegang dagunya membuat wanita tersebut menepuk bahu Anjas.


"Bagaimana,? biasakan kamu membantuku,? aku harus sudah di rumah sebelum pagi hari"


"Ah, iya bisa kok bisa, tunggu sebentar ya, akan aku bereskan."


Anjas yang sudah kembali tersadar dari lamunannya langsung bergegas mengganti ban mobil Supercar tersebut. Hanya butuh waktu 5 menit dan semuanya selesai dengan sempurna.


"Sudah selesai, kamu bisa kembali dengan mobilnya, harap berhati hati di jalan"


"Terimakasih"


Wanita itu langsung menyodorkan uang senilai 100 ribu kepada anjas. kemudian Anjas mengambil uang tersebut dan berkata,

__ADS_1


"Maaf, aku ga ada kembalian, kamu punya uang pas untuk biaya perbaikan.?"


Walaupun Anjas punya uang di dompetnya dia pasti akan terkata demikian, bagaimanapun wanita ini adalah orang kaya yang pastinya tidak akan meminta uang kembalian. jika meminta pasti dia adalah orang yang pelit.


"Ah maaf, jika begitu ambil saja kembaliannya, aku harus bergegas pulang ke rumah, terimakasih sudah membantuku malam ini. sampai jumpa"


"Ya, hati hati dan terimakasih"


Anjas dalam hatinya bergumam


"haha sudah aku duga, dasar wanita bodoh, perbaikan ban hanya 15 ribu, dan dia memberikan 100 ribu, aku untung 85 ribu, rezeki anak Sholeh, wkwkwkwk"


Saat wanita itu pergi, Anjas kembali ke bengkelnya, untuk besok dia tidak perlu memikirkan makan lagi, besok dia akan membeli nasi Padang dan makan sepuasnya.


Saat pagi harinya anjas membuka bengkel seperti biasa, tidak lupa setelah membeli rokok dan kopi dia juga membeli nasi Padang dengan menu rendang kesukaan dia, namun saat akan sarapan ada pengendara motor yang mampir di bengkelnya, Anjas yang dalam suasana hati yg baik langsung saja melayani pelanggan, hal tersebut berlangsung sampai sore hari. Di hitung ada 27 pengendara motor dengan keluhan yang sama yaitu pecah ban.


Hal ini membuat Anjas curiga, dia teringat tentang ide yang diberikan Asep dan Arya semalam,


"Ini pasti ulah mereka"


Saat malam hari, Anjas menunggu kedatangan mereka berdua di tempat duduk seperti biasa, bedanya kali ini dia tidak ngehaluin tentang menjadi orang kaya tapi memasang ekspresi bingung di wajahnya.


"Anjas, bagaimana usahanya. Lancar.?"


Itu adalah suara Asep dan Arya, dua teman terbaiknya.


Anjas yang sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi mulai angkat bicara


"Aku tau niat kalian baik, tapi bukan seperti ini caranya, bagaimana jika ketahuan, selain aku di larang membuka bengkel lagi, mungkin aku juga akan di penjara dalam jeruji besi"


"Eh, kamu ngomong apaan,? soal rencana kita semalam.?"


"Iya"


"Sejujurnya kami ingin melakukannya tanpa sepengetahuan kamu. tapi kami ingat, kamu adalah orang yang sombong yang pastinya menolak bantuan dari kami, justru bisa jadi kamu malah marah, jadi aku dan Asep mengurungkan niat tersebut"


"Eh. lalu bagaimana aku hari ini bisa memiliki banyak pelanggan?"


Meskipun Anjas tau mereka berdua memiliki tindakan yang bisa melampaui akal sehat, tapi yang Anjas pahami tentang siklus pertemanan ini mereka tidak mungkin berbohong kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Ini mungkin rezeki anak Sholeh sepertiku" gumam Anjas dalam hati.


__ADS_2