
Anjas yang melihat Haykal pergi kembali tersenyum puas dengan ekspresi yang licik.
"Sekali bodoh ya tetap saja bodoh, keluaran pabrik yang 100% masih original mau apa lagi yang di rubah, masa bodo dengan hari esok tentangnya, yang penting malam ini aku pesta lagi wkwkwkwk"
Kemudian Anjas melanjutkan aktivitasnya sepeti biasa, walaupun bengkelnya masih sepi. namun, ada beberapa pelanggan yang datang sekedar memperbaiki kendaraan atau modifikasi komponen sampai hari menjelang malam.
Saat malam hari, Anjas yang hatinya sendang bahagia karena mendapatkan rezeki nomplok, segera menunggu kedua temannya yang akan datang seperti biasa dengan wajah berseri-seri.
"Hai Anjas, sangat jarang melihat wajahmu tersenyum mengerikan seperti itu, ada apa.?" tanya Arya
"Aku curiga, pasti Anjas mendapatkan uang banyak, entah itu menemukan di jalan atau mendapatkan uang hasil jual ginjal" tegas Asep yang asal mengambil kesimpulan.
"Hahaha, biar bos besar memberi tau kalian tentang satu hal"
Kemudian, Anjas menceritakan kejadian yang dia alami kepada kedua temannya tentang pertemuan dia dengan Haykal, tak lupa juga tentang uang yang dia dapatkan.
"Bagus kawan,!!!! itu baru Anjas Rio Ferguson yang aku kenal selama ini, hahaha" teriak Asep dengan suara yang menggelegar nyaring di teras bengkel.
"Hahahaha, jadi akan kita apakan uang ini.?"tanya Anjas kepada kedua temannya.
"Eh. Anjas, itukan uang kamu, jadi itu hak kamu mau di pakai buat apa juga"
"Benar Anjas, sangat jarang kamu punya uang seperti ini, mungkin kamu bisa membeli keperluan bengkel atau kebutuhan kamu sendiri"
Bagaimanapun Asep dan Arya paham tentang kondisi perekonomian Anjas, mereka berdua tidak mengharapkan uang dari Anjas untuk digunakan sebagai pemuas keinginan mereka berdua.
"Aku sudah memikirkan itu, 500 ribu untuk biaya kebutuhan dan 500 ribu untuk kita gunakan malam ini, itu sudah menjadi kesimpulannya" jawab anjas dengan mata yang meyakinkan.
Anjas sadar selama ini mereka berdua telah menemani Anjas selama ini, uang yang dia dapatkan ini sebagai balas budi untuk kebaikan mereka berdua yang sudah baik kepada anjas.
__ADS_1
"Cukup Anjas, untuk berpesta malam ini aku dan Arya sudah membeli kebutuhan seperti biasa, hemmm. kamu tau kan bar Budak Sunda yang ada di jalan utama.?"
"Iya, aku tau"
"Untuk menikmati pesta dengan suasana yang berbeda, bagaimana jika kita ke sana, aku dengar di sana ada banyak permainan dan hiburan. Ah, aku baru ingat, sekarang adalah malam Minggu, di sana biasanya ada taruhan bola. Aku mau memasang taruhan, jika menang untung bisa 2 kali lipat"
"Iya anjas, aku juga akan memasang taruhan di sana, aku pernah menang sekali dan aku akan mencoba lagi malam ini"
"Ya baiklah. Aku ikuti saran kamu Arya, bagaimanapun malam ini adalah malam milik kita semua"
Mereka bertiga segera pergi ke bar Budak Sunda dengan hati yang bergembira dan tertawa bersama.
Bar Budak Sunda adalah bar nomer 1 di kota Garut, lingkungan yang nyaman, lapangan yang luas, ada banyak stand diluar bar untuk para pengunjung sekedar nongrong dengan dihiasi lampu yang remang-remang menambah kesan yang elegan. Bar Budak Sunda dibagi menjadi 4 bagian.
Bagian pertama yaitu lapangan dan lantai 1 sampai lantai 3 untuk kelas biasa. Harga tarif di menu berkisar 10 ribu sampai 100 ribu, biasanya digunakan untuk kalangan masyarakat umum.
Bagian kedua yaitu lantai 4 sampai lantai 8, berisikan tempat hiburan seperti bowling, permainan kartu dan diskotik. Harga tarif menu berkisar 100 ribu sampai 500 ribu yang digunakan oleh masyarakat kalangan menengah keatas.
bagian terakhir adalah lantai 10 sebagai kantor khusus pemilik Bar.
Tak perlu dipertanyakan, Anjas, Asep dan Arya hanya mampu berada di lantai 4, mereka datang hanya untuk mengikuti taruhan bola antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
Anjas yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bar lantai 4 itu hanya bisa menelan ludah karena melihat dekorasi bar yang sangat luar biasa dan pengunjung yang ramai sampai penuh sesak, suara diskotik yang pembuat sakit kepala di tambah lampu kelap kelip yang membuat mata Anjas seperti berkunang kunang.
"Asep, Arya. aku mau ke toilet dulu, kalian bersenang-senanglah duluan, ga tau kenapa kepalaku pusing dan perutku mual"
"Kamu pasti baru pertama kali ke sini. yaudah sana dari pada muntah di sini bikin malu"
Anjas yang sudah tidak kuat bergegas pergi ke toilet dengan terburu buru.
__ADS_1
Setelah 5 menit dari kepergian Anjas, seluruh bar mendadak ramai dengan hadirnya satu sosok wanita yang membuat gempar seluruh bar Budak Sunda.
"Hey hey lihat di sana.!!"
"Ya Tuhan apakah malam ini Dewi turun ke bumi"
"Siapa dia.?, mengapa dia dikawal dengan banyak sekali bodyguard?"
"Aku ingat dia adalah Rani Nuraeni, dia adalah artis, penyanyi dan pengusaha terkenal, Aku dengar dia adalah pemilik dari tempat ini"
"Wawasanmu kurang luas, selain itu juga dia adalah pewaris dari keluarga top di Indonesia, selain itu tahun kemarin dia mendapatkan penghargaan model, padahal usianya sekarang masih 22 tahun"
Para pengunjung sibuk mendiskusikan tentang sosok wanita yang menjadi bahan pembicaraan dan puncak kekaguman setiap lelaki di bar Budak Sunda, mungkin jika Anjas ada di sana dia akan mengenali sosok wanita tersebut.
Rani Nuraeni yang berjalan melewati bar lantai 4 hanya bisa menatap semua orang dengan perasan yang risih dan takut seakan setiap lelaki yang melihatnya ingin menerkam dia seperti serigala yang kelaparan
"Jika bukan karena aku mendengar desas desus perjudian di sini, sangat haram bagiku datang ke tempat yang menjijikan ini, bereskan masalah di sini, pecat meneger kemudian aku akan bergegas pergi"
Rani segera masuk ke ruangan meneger di kantor bar lantai 4, bodyguard dengan sigap memecah menjadi 2 kelompok, sebagian menunggu di pintu masuk dan sebagiannya mengikuti Rani ke dalam ruangan.
Anjas yang telah selesai dari toilet langsung mendatangi Asep dan Arya yang masih syok dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Eh, kenapa kalian hanya diam, ayo kita pasang taruhan, aku di toilet mendapatkan pencerahan bahwa Persib bandung pasti akan menang, all in untuk persib.!!!"
Anjas tanpa menunggu persetujuan dari kedua temannya langsung mendatangi loket taruhan judi bola dengan keyakinan penuh, Anjas masang taruhan 500 ribu, Arya 100 ribu dan Asep 50 ribu. mereka berdua langsung menyaksikan pertandingan liga El clasico Indonesia dengan perasaan yang cemas, namun tiba-tiba Asep yang dari tadi hanya diam mulai berbicara.
"Perasaanku mulai tidak enak, wanita yang datang tadi masuk ke ruangan meneger dan sampai saat ini belum keluar, sebenarnya apa yang terjadi di bar ini.?"
"Hah.? Wanita,? wanita siapa.? apakah aku melewatkan suatu hal yang menarik.?" Anjas hanya bisa bingung dengan pertanyaan kedua temannya.
__ADS_1
Saat pertandingan sudah memasuki 80 menit waktu pertandingan dengan skor 2 : 1 kemenangan atas persib Bandung, tiba-tiba suara jeritan terdengar dari ruangan meneger. sontak membuat semua pengunjung yang hadir menjadi terkejut.