Aku Bukan Genius

Aku Bukan Genius
Rezeki Lelaki Licik (2)


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu ternyata bengkel Anjas anjlok kembali, hari hari banyak pelanggan tempo hari murni sebuah keberuntungan yang dia dapatkan.


"Hemm apakah keberuntungan aku di sebabkan oleh wanita malam itu"


Anjas kembali memutar otaknya untuk berfikir penyebab keberuntungan dia, dia adalah salah satu manusia di bumi yang tidak percaya tentang keberuntungan, baginya semua hal di dunia ini pasti ada sebab dan akibat, tidak mungkin ada angka 2 apabila tidak ada angka 1.


"Yah bagaimanapun itu hanya kebetulan semata, bagaimana aku bisa kaya jika dengan kejadian itu saja membuatku pikiranku rumit"


Dia menghela nafas panjang dan memilih percaya dengan kejadian yang membuat bengkelnya tiba-tiba ramai..


Tepat ketika Anjas ingin masuk kedalam untuk menyeduh kopinya, serangkaian suara kendaraan bermotor menarik perhatiannya, dia dengan malas membalikan badannya dan melihat seorang lalaki tampan lewat, dia mengenakan pakaian modis yang digunakan para remaja saat ini.


"Huh. jika mataku tidak jeli mungkin aku tidak tau ada bengkel bobrok di sini, orang bodoh mana yang mendirikan bengkel di sudut kota terpencil seperti ini yang hampir tidak akan di lewati siapapun?"


Lelaki itu sebenarnya ganteng, dia memiliki wajah berbentuk oval, mata besar yang ekspresif dan bibir merah, jika bukan dadanya yang rata dan biji jakun yang menonjol di tenggorokannya, Anjas mungkin akan salah mengira dia sebagai wanita yang menyamar.


Tampaknya sudah menjadi hal yang biasa bagi lelaki di kota memiliki kulit bersih dan wajah yang anggun seperti orang-orang Korea.


Lelaki itu nampaknya cukup tertarik dengan bengkel yang terpencil itu, dia berjalan dan melihat sekeliling bengkel, namun Anjas tidak peduli, dia langsung kembali melanjutkan kegiatannya ke dapur untuk membuat secangkir kopi, walaupun lelaki itu sudah masuk ke bengkelnya, selagi dia belum mengajukan alasan dia datang itu berarti dia masih bukan pelanggan atau bisa jadi pencuri yang mencoba mengambil sesuatu.


"Hey montir !!, coba kamu perbaiki motorku, aku mau mengganti oli, cepat. aku punya jadwal yang sibuk" ucap lelaki tersebut sambil melirik layar hpnya.


"Harga ganti oli di sini sebesar 150 ribu" balas Anjas dengan acuh bodo amat.


Seperti yang di harapkan, ketika lelaki ganteng mendengar hal tersebut wajah yang awalnya ganteng berubah mengkerut dengan kecut, kulit wajahnya yang putih kini berubah merah seperti bunglon yang berganti warna.


"Ya Tuhan.!! kamu gila, ganti oli yang biasanya 50 ribu tapi di sini jadi 150 ribu? apa kamu sudah gila dengan keserakahanmu.?"

__ADS_1


Jeritan bergema ditelilangannya, tapi Anjas mengabaikannya. Dia masih mengaduk kopi dengan sendok di cangkirnya dan berjalan menuju kursi tempat biasa dia menikmati hari.


Anjas memang membutuhkan uang, dia miskin sampai susah untuk makan, tapi dia memiliki harga diri yang tinggi dan juga dia belum mempunyai anak istri jadi belum ada tanggungan keluarga, lelaki itu datang kemudian asal masuk tanpa tata kerama, memesan dengan cara berteriak dan menghina tempat usahanya. Itu sudah melewati batas kesabaran Anjas dalam menghadapi pelanggan.


"Hey apakah kamu mendengarkanku? apakah kamu owner bengkel ini.?"


Lelaki ganteng itu berteriak dengan marah sambil menatap Anjas.


Anjas dengan tenang melirik lelaki itu. dengan malas bangkit dan menguap.


"Harga di sini emang segitu, kalo ga punya uang lebih baik pergi, 50 ribu untuk harga oli, dan 100 ribu untuk skill yang aku miliki, saya tidak memaksa Anda untuk datang, lagian penampilan yang keren belum tentu memiliki banyak uang"


Lelaki ganteng itu dibuat bingung dengan sikap Anjas, setelah beberapa saat bingung, wajah yang yang sudah merah menjadi lebih merah karena marah.


"Apakah itu sikap yang dimiliki seorang owner bengkel? kamu.... beraninya kamu mengatakan aku nggak punya uang, kamu memperlakukan pelanggan seperti penipu, dasar sialan, jangan beri aku alasan apapun, aku beri kamu 500 ribu, buat motorku bertambah cepat karena nanti malam ada balapan, aku HAYKAL SANJAYA selalu menepati janji"


Anjas menjawab, sedikit marah juga, sebagai orang yang mencintai teknologi mesin yang memiliki impian sebagai orang yang kaya raya dia benci dengan orang lain yang menggapnya remeh.


"Berikan aku 1 juta maka akan aku buat motormu lebih cepat untuk pertandingan, jika tidak mau silahkan pergi"


Anjas mencoba menaikan harga karena dia tau semua orang kaya memiliki harga diri yang tinggi, masalah kecepatan bisa dia manipulasi, jika lelaki ini kalah saat pertandingan Anjas bisa menyalahkan dia karena tidak bisa menjadi joki yang handal.


"Deal, buat motorku lebih cepat, jika aku memenangkan balapan akan aku kasih kamu 500 ribu lagi sebagai tanda terimakasih"


Haykal memberikan senyuman meremehkan di wajahnya, bagi Haykal uang bukanlah masalah, dia adalah seorang lelaki yang kaya. Pertandingan nanti malam adalah pertandingan yang sangat penting bagi harga dirinya, bagaimanapun harga diri tidak bisa di bayar dengan uang.


"Baiklah, deal"

__ADS_1


Anjas yang mendengar hal tersebut tidak bisa menahan senyum bahagia di wajahnya.


"H**aha orang kaya emang bodoh, satu lagi orang bodoh yang masuk perangkap otak cerdasku, setelah wanita sekarang lelaki, dunia ini emang penuh orang bodoh"


Kemudian Anjas melihat motor yang di bawa oleh lelaki yang menyebut dirinya Haykal, itu adalah motor KAWASAKI NINJA ZX-25R, motor ini di bandrol Rp 98.850.000 untuk tipe standar dan Rp 116.000.000 untuk tipe ABS SE. Sudah jelas motor ini memiliki 4 silinder dan itu pasti akan merepotkan anjas untuk merombaknya.


Anjas kemudian memfokuskan pikiran untuk memperbaiki motor Haykal, mengganti oli dan melihat struktur mesin, karena motor ini masih terkesan baru jadi tidak banyak yang bisa di perbuat Anjas dalam pengerjaannya, namun di mata Haykal Anjas terlihat sebagai seorang ahli yang mengotak atik kendaraan sepeti paham semua setiap detail yang ada, setiap kali Haykal bertanya Anjas akan selalu menjawab dengan keyakinan yang mantap.


"Baiklah ini sudah selesai" tegas Anjas dengan membasuh keringat yang ada di keningnya dengan punggung tangannya sendiri.


"Baiklah, ini 1 juta telah aku kirimkan ke nomer rekeningmu"


Sebelumnya Haykal meminta nomer rekening Anjas karena dia tidak membawa uang tunai 1 juta, hanya orang bodoh yang membawa uang 1 juta secara tunai.


"Baiklah terimakasih, kamu sudah bisa membawa pergi motor mu, mungkin meningkatkan kecepatannya hanya sedikit, tapi aku memperbaiki kestabilan mesin dan sirkulasinya agar ketika dalam kondisi berkecepatan tinggi kamu tidak perlu takut dengan kerusakan mesin" tegas Anjas dengan nada suara yang meyakinkan


"Berarti malam ini aku bisa balapan dengan tenang tanpa harus takut dengan kendala mesin kan?"


Tanya Haykal hanya untuk mastikan pernyataan yang Anjas berikan.


"Ya, gas polllll aja ga usah takut, asalkan kamu bisa mengatur kendali motor dan pergantian gigi sesuai medan maka kemenangan sudah di tangan"


"Terimakasih aku pergi dulu"


Anjas yang melihat Haykal pergi kembali tersenyum puas dengan ekspresi yang licik.


"Sekali bodoh ya tetap saja bodoh, keluaran pabrik yang 100% masih original mau apa lagi yang di rubah, masa bodo dengan hari esok tentangnya, yang penting malam ini aku pesta lagi wkwkwkwk"

__ADS_1


__ADS_2