
...Di pinggir danau...
Zijin yang melihat peta terlihat kebingungan "loh... Jelas aku mengikuti peta dengan benar kenapa kita belum sampai-sampai?" Yao mendekat dan melihat peta nya "biarkan aku melihat petanya" Yao terdiam dan sepertinya dia tidak mengerti tentang peta itu dan Yao pun melihat kepada 3 putri kembar itu dan 3 putri kembar itu menjawab "jangan lihat kami, kami juga tidak mengerti" yang kedua menjawab "ketika kami keluar kami tidak perlu melihat peta" Yao melihat Jiang yang sedang meminum segelas air dan teringat apa yang dikatakan Jiang saat sedang di kota "jalan selanjutnya tergantung pada kemampuan kalian, lagipula kalian jauh dari rumah jadi melihat gambar dan mengetahui jalan adalah sesuatu keterampilan yang sangat penting" Yao pun kembali melihat ketiga putri kembar dan berkata "bagaimana kalau... Kita bertanya kepada senior...?" ketiga putri kembar menjawab "setuju" putri kedua bertanya "tapi siapa yang akan pergi?" putri ketiga menjawab "aku yakin kakak senior pasti akan membunuh kami" setelah itu mereka bertiga secara kompak berkata "sebenarnya kami sudah bertanya berkali-kali sepanjang jalan..." Zijin berbicara "biar aku saja" Yao menjawab "tidak, saudari Zijin bagaimana bisa aku membiarkan mu dimarahi oleh senior?" Zijin menjawab "tidak masalah, bukankah kita turun gunung untuk mempelajari sesuatu dan memperoleh hal-hal baru? Jadi tidak masalah dimarah beberapa kali" didalam hati Zijin dia berkata "aku benar-benar ingin dimarahi oleh senior lagi dan lagi!" Yao menjawab "tapi..." sebelum menyelesaikan kalimatnya Zijin berkata "sudah diam disini dan menunggu ku" ketiga putri kembar berkata "saudari Zijin benar-benar orang yang baik..." Zijin mendekati Jiang dan Jiang melihat ke arah Zijin dan berkata "ada apa? Tidak tau jalan lagi?" Zijin menjawab "iya... sangat sulit mendeskripsikan tempat dimana tidak ada pejabat ataupun taoist" Jiang menjawab "sebenarnya cara terbaik membaca peta adalah dengan mempelajari cara menggambar peta" Zijin kebingungan "menggambar peta?" Jiang menjawab "iya, ketika kau mengerti bagaimana gambar peta itu dibuat maka kau akan mengerti bagaimana cara membacanya" Jiang memberikan buku dan berkata "buku ini akan membantumu" dengan wajah yang imut Zijin menjawab "terimakasih senior!" dan setelah beberapa saat Zijin membaca buku dia berkata "sepertinya aku mulai mengerti senior" Jiang menjawab "nah, kalau begitu cobalah menemukan jalan" setelah itu Zijin mulai membaca peta yang diberikan kepadanya dan merekapun mulai melanjutkan perjalanan mereka dan akhirnya mereka sampai di desa yang mereka tuju dengan perasaan yang sangat senang, Yao berbicara "wow, akhirnya kita sampai di desa Jifu! Saudari Zijin kau benar-benar luar biasa!" Zijin menjawab "itu karena buku yang diberikan senior sangat bagus dan mudah dimengerti" Yao bertanya "buku? Buku apa?" Zijin mengeluarkan buku dan berkata "buku ini" ketiga putri kembar itu antusias mendekati Zijin dan bertanya "apa itu catatan?" putri kedua "biarkan aku melihatnya" putri ketiga "biarkan aku menyalinnya dan saat kita kembali aku akan memberikan salinan nya!" Zijin berfikir "meski aku tidak yakin, seharusnya buku ini ditulis sendiri oleh senior" Zijin memasukkan kembali bukunya dan berbicara kepada Jiang "apa yang harus kita lakukan selanjutnya senior?" Jiang menjawab "apa pendapatmu?" Yao berbicara "kita harus pergi ke desa dulu untuk mencari tau bagaimana anak-anak itu menghilang jadi mari pastikan waktu dan tempat terlebih dahulu" Jiang menjawab dengan wajah datar "kau hanya akan mengejutkan orang jika melakukan itu" kelima wanita itu terdiam melihat perkataan Jiang dan Jiang pun menjelaskan "kasus kehilangan anak kecil sering terjadi di desa Jifu dan para penculik kemungkinan masih melakukan kejahatannya bahkan mengintai di desa itu, sekali kau bertanya kau hanya akan mengekspos dirimu sendiri dan jika penjahat itu tau maka dia akan lebih berhati-hati dan bahkan mungkin berhenti melakukan tindak kejahatannya" Zijin menjawab "apa yang dikatakan senior memang masuk akal tetapi jika kami tidak bertanya bagaimana kamu akan menyelidikinya?" Jiang menjawab "tidak perlu bertanya kita hanya perlu menunggu mereka melakukan kejahatannya" Jiang berfikir "lagipula aku merasakan keberadaan seorang master didekat sini"