
Guru Zijin memperkenalkan ketiga murid kembarnya kepada Jiang "ini senior Jiang Bei, kali ini kalian semua harus turun gunung jadi harus mendengarkannya mengerti?" ketiga wanita kembar itu kompak menjawab "baik guru! Kami mengerti!" dan akhirnya mereka memperkenalkan diri satu persatu "saya Yu Guishui dari Shuijing Tang salam kepada senior!" yang kedua "saya Yu Guilin memberi salam kepada senior Jiang!" yang ketiga "Yu Guisen dari Shuijing Tang memohon bimbingannya kepada senior!" Jiang menjawab "salam adik-adik junior" tetapi didalam pikiran Jiang berkata berbeda "tolong jauhkan aku dari mereka! bisa-bisa nanti aku mati!!" guru Zijin berbicara "Bei kali ini aku akan merepotkan mu kami memiliki banyak murid perempuan di Shuijing Tang tetapi salah satu murid kami yang dapat diandalkan hilang dan aku harap kau bisa bekerja lebih keras melindungi mereka saat turun gunung" Jiang menjawab "jangan khawatir saya akan memimpin jalan" setelah itu dengan antusias ketiga putri kembar itu bertanya-tanya kepada Jiang, yang pertama "senior Jiang apa yang kamu kuasai?" yang kedua "jenis senjata apa yang disukai atau sering dipakai senior?" yang ketiga "saat senior bertarung apakah Kamu sering menggunakan kaki kiri terlebih dahulu atau kaki kanan terlebih dahulu?" Jiang menjawab karena kesal "diam! Kalian tidak diizinkan berbicara atau bergerak tanpa seizin ku!" ketiga wanita kembar itu langsung terdiam dan Yao berbicara "oh? Ini adalah awal dari pelindung kami... Bukankah 2 hari yang lalu kau tidak berani menerimanya?" dengan wajah serius Jiang menjawab "dulu dan sekarang itu berbeda, sejak aku menjadi pelindungmu aku bertanggungjawab atas keselamatan mu dan kau harus mematuhi apa yang kukatakan" Yao menjawab "bagaimana jika aku tidak melakukannya?" Jiang menjawab sambil mengeluarkan aura bertarung nya yang mendominasi "kau bisa mencobanya...!" Yao berfikir "aneh... Aura yang begitu kuat, apakah aku takut kepadanya?" wanita-wanita itu terdiam dengan apa yang terjadi dan Jiang menjelaskan "di timku kalian harus mendengarkan apapun yang aku katakan dan kalian tidak boleh bertindak gegabah" wanita-wanita itu menjawab "dimengerti!" dan Jiang kembali berbicara "oke sekarang kalian kembalilah dan ganti pakaian kalian menjadi linen kasar, aku akan menunggu selama setengah jam jika kalian belum disini selama itu aku akan memotong 2 poin kalian!" Yao protes "mengapa kau membatasi kebebasan kami untuk berpakaian! Apakah ini ada hubungannya dengan tugas?!" Jiang menjelaskan "pertama, dimasa depan jika kau ingin berbicara kau harus terlebih dahulu meneriakkan lapor dan kemudian kau dapat berbicara dengan izinku jika tidak kau akan dikurangi 1 poin, kedua tentu saja itu terkait dengan ketika kita turun gunung untuk melakukan tugas-tugas kita kita harus menyesuaikan ke dalam tindakan yang sederhana yang menguntungkan orang banyak" Zijin bertanya "bisakah aku memilih kain atau linen kasar?" Jiang marah "seperti yang barusan aku katakan kau harus mengucapkan lapor sebelum berbicara tidakkah kau mengerti?! Poinmu akan dikurangi 1 dan jika kau tidak mengingatnya lain kali akan dikurangi 2 poin!" Zijin berfikir "apakah ini rasanya ditegur...? Sejak aku masih kecil... Ayahku tidak pernah melatihku dengan cara seperti ini rasanya... Ini sangat istimewa?" Yao memarahi Jiang "hei kau! Aku ini orangnya pemarah bagaimana kau bisa berbicara dengan saudara Zijin dengan nada seperti itu?!" Zijin menyuruh Yao untuk berhenti "jangan lakukan itu... Ini salahku jadi jangan katakan apa-apa lagi" Yao menurut apa kata Zijin dan akhirnya Zijin berbicara dengan menggunakan kata lapor untuk awalannya "lapor!" Jiang menjawab "katakan" Zijin berbicara "bisakah aku memilih salah satu dari kain atau linen kasar? Aku memiliki keduanya jadi aku tidak ingin meminjam dari orang lain" Jiang menjawab "menyesuaikan diri dalam kerumunan adalah prinsip perilaku kami dan kebanyakan orang di bawah gunung hanya mampu memakai kain atau linen kasar jika kita memakai pakaian yang sangat bagus itu akan menarik perhatian apa kau mengerti?" ketiga putri kembar itu berteriak "lapor!" Jiang menjawab "katakan" yang pertama "bisakah kita memakaikan gaya pada linen kasar?" yang kedua "apakah kau ingin memakai sendal jerami?" yang ketiga "apa kau juga ingin memakai topi jerami?" Jiang menjawab "lain kali satu persatu, pakaiannya akan bergaya paling umum aku punya pengaturan sendiri untuk sandal dan topi, jadi silahkan berganti pakaian" setelah wanita-wanita itu pergi Jiang berbicara "apakah aku terlalu keras...?"
__ADS_1
...Setengah jam kemudian...
__ADS_1
Jiang yang sedang menikmati kopi sambil duduk di pinggir danau hanya menatap ke langit dan wanita-wanita itu akhirnya selesai berganti pakaian "kami sudah berganti pakaian!" Jiang yang melirik ke arah wanita-wanita itu sempat mengeluarkan teh yang ada di dalam mulutnya karena terkejut dengan kecantikan-kecantikan yang ada didepannya "ya tuhan... Apakah ini yang disebut kecantikan alami yang sulit untuk dilepaskan? Bagaimana ini bisa disembunyikan!!"
__ADS_1