Aku Harus Apa

Aku Harus Apa
Saat Itu


__ADS_3

7 Tahun Sebelumnya


Ada seorang gadis mungil menangis ditengah jalan melihat kedua orang tuanya berlumuran darah tak berdaya . Hanya derasnya hujan yang menemani mereka bertiga ditengah jalan raya menuju kota bandung . Dia adalah pita . Pita Anjani . Niat awalnya akan pergi berlibur ke kota bandung menggunakan sepeda motor satu satunya yang mereka miliki .


Tapi , ditengah jalan . Ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak sepeda motor ayah pita dari belakang . Membuat pita , ayah dan ibunya terguling dan jatuh . Parahnya . Mobil itu hitam tadi terus melaju tanpa berniat membantu keluarga pita .


" hiks hiks ayah , ibu . Bangun " ujar pita menggerak gerakkan tubuh ayah dan ibunya


" nak " lirih ibu pita melihat kearah pita menghapus air mata diwajah anak tercintanya .


"ibu . jangan tinggalin pita . pita sayang ibu " pita masih histeris melihat kearah ibunya tanpa pedulikan permintaan ibunya untuk tidak menangis .


"nak huks .. ibu cuma mau bilang . pita gak boleh menangis didepan orang . Pita harus kuat . pita boleh menangis tapi dihujan seperti ini nak . biar orang tidak tau apa yang kamu rasakan . huks huks . Jadi anak baik nak . ingat pesan ibu " kata ibu pita


setelah itu , ibu pita menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan anak satu satunya itu . Sedangkan ayah pita hanya tersenyum melihat anaknya dan menghembuskan nafas terakhirnya juga .


Bagai disambar petir . Kedua orang tuanya meninggal dengan kondisi yang seperti ini . Pita sangat mengutuk penabrak keluarganya . ia berjanji suatu saat ia akan menemukannya dan pastinya akan menjebloskannya kedalam penjara .


" hiks hikss ibu ....... ayah........ " pita berteriak ditengah guyuran hujan .


Ada sebuah mobil melintas dijalan tadi membantu menelfonkan ambulance bahwa sekarang ada kecelakaaan dijalan menuju kota bandung .


Jenazah ibu dan ayah pita dibawa kerumah sakit terdekag untuk dimandikan dan dilakukan pemakaman besok paginya . Sedangkan pitanya sendiri, dibawa ibu ibu kesebuah panti asuhan dijakarta supaya bisa melanjutkan sekolahnya .

__ADS_1


Tapi , keesokan harinya pita kembali pulang kerumah kecil peninggalan ayah dan ibunya . ternyata rumah pita tidak jauh dari panti asuhan .


Hari demi hari pita lalui dengan kesedihan . pita menjadi anak pendiam , tertutup bahkan bicara hanya seperlunya dengan ibu panti juga teman temannya .


Pita lebih nyaman berada dibawah pohon dekat ayunan panti asuhan sambil melukis kedua orang tuanya diatas kertas kosong .


Suatu saat , pita bertemu dengan seorang anak laki laki 2 tahun lebih tua darinya menghampiri pita di dekat ayunan . Pita masih saja fokus dengan gambarnya . Anak laki laki itu selalu mengajak pita bermain , berbicara , bahkan anak laki laki itu mengira pita bisu . Padahal pita tak berniat menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut anak laki laki asing itu .


Sampai suatu saat . pita membuka suaranya ketika anak laki laki itu ingin meloncat dari pohon . Pita tak bisa harus berbuat apa jika anak itu meloncat . pasalnya dia anak salah satu penyumbang dana di panti asuhannya . Jadi , ibu panti meminta pita menemani anak itu selama berada di panti .


Dari situlah . pita mulai bermain , berbicara bahkan pita mulai terbuka dengan anak asing itu . Satu sama lain sudah mengetahui semua masa lalu diantara mereka . Bahkan hampir setiap minggu anak asing itu selalu mengunjungi pita .


Sampai anak asing itu meminta pindah ke sekolah yang pita masukki . Tapi berhubung dia anak orang kaya , dia tidak diperbolehkan masuk ke sekolah biasa aja sama dengan pita . Akhirnya , pita lah yang dimasukkan kesekolah anak asing itu .


Mulai dari SD , SMP sampai SMA . pita dan anak asing itu selalu bersama . Dimana ada pita disitu pasti ada dia .


Pita seakan begitu dekat dengan keluarga romi . Berkat pita , romi seakan berubah menjadi anak baik . Tidak pernah berantem , selalu mendapat nilai bagus walau pita yanh jadi juara 1 nya , intinya semua yang diharapkan keluarga sanjaya pada anak laki lakinya itu bisa didapat berkat bantuan pita . Romi seakan manut saja jika pita sudah berkata .


.


.


.

__ADS_1


Dan sekarang . Mereka berdua sudah hampir mau lulus dari sekolah jenjang terakhirnya ini . Ujian sekolah , praktek bahkan ujian nasional sudah dilaksanakan . Tinggal menunggu surat kelulusan dari pihak sekolah . Dan itu hari ini .


Semua murid kelas 3 harap harap cemas melihat pengumuman . Tapi tidak dengan dua sejoli itu . Mereka berdua malah ada di lapangan basket bermain main disana .


" Hei rom . lo gak liat pengumuman ? " tanya tiro


" santai aja . emang sudah keluar pengumumannya ? " romi malah bertanya balik


" sudah dong . dan lo tau , lo peringkat pertama bro . dan pita peringkat ke 2 . Hebat lo bro bisa mengalahkan pita " takjub tiro


" Serius ? " romi tak percaya bisa mengalahkan sahabat kecilnya itu .


Pita hanya tersenyum bisa melihat romi begitu senang . Jadi usahanya tak sia sia sedikit menjawab asal ujian kemarin .


Romi begitu antusias . dia juga menelfon papi maminya . dia bahkan mendapat beasiswa di luar negri . Tetapi pita hanya mendapat beasiswa dijakarta .


"rom . kamu mau pergi keluar negri itu ? " tanya pita serius


"pastinya . ini juga jurusannya sama dengan apa yang papi aku mau pit . aku mau membanggakan dia . kalau kamu " romi kembali menghadap kearah pita


" aku diterima di univ negri ini rom . aku diterima di jurusan kedokteran . " kata pita sendu


" Bagus itu kan cita citamu . jadi seorang dokter . oiya . nanti malam pergi kerumah ya . sebelum aku berangkat ke amerika " kata romi

__ADS_1


" Baiklah "


Dan sekarang waktunya . Mereka akan berpisah karena cita cita yang ia impikan selama ini . Romi akan ke amerika dan pita dijakarta . Romi berjanji akan sering mengunjungi jakarta untuk datang ke pita . Itulah janji romi sebelum berangkat ke amerika .


__ADS_2