Aku Harus Apa

Aku Harus Apa
Kaget


__ADS_3

Mata tak berkedip sama sekali , seakan jantung berhenti berdetak sejenak dikala melihat orang yang dari dulu ingin sekali memisahkan cinta diantara anak mereka .


"Kamu pita anjani ? teman anak saya ? anak panti asuhan itu ? "


suaranya kembali pita dengar setelah bertahun tahun tidak bertemu . Pita masih diam tak berkutik sedikitpun . dia bingung harus apa .


" iya bu " jawab pita sambil menunduk


" oh . sekarang sudah sukses menjadi dokter diusia muda dengan 2 bidang spesialis berbeda . Bagus sekali . saya tidak sia sia menyekolahkan kamu dengan anak saya . " seakan merendahkan pita selalu dihadapannya .


Pita masih tetap membisu mendengarkan semua cacian dan hinaan yang ibu romi lakukan hari ini diruangan kerjanya .


Tau begitu , pita tidak akan menyetujui menerima tawaran dijadikan dokter tetap dirumah sakit terkenal ini . Tapi mau bagaimana lagi , nasi sudah menjadi bubur .


" baik kalau begitu . saya akan berikan kamu penawaran khusus . Kamu jadi dokter tetap selamanya disini . tidak boleh keluar sama sekali . hitung hitung balas budi kamu ke saya sudah menyekolahkan kamu anak panti asuhan yang tidak punya orang tua dan membuat anak saya tidak mau lepas dari gadis sepertimu ini " tunjuk ibu romi pada pita

__ADS_1


" maaf bu . tapi saya sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan 10 tahun pengabdian " jelas pita


" oh jadi kamu tidak mau ? mana balas budi kamu ke keluarga saya ? anak gak tau diuntung . kamu bisa sampai sekarang berkat keluarga saya dan juga anak saya . kalau saja anak saya gak membela kamu dan melakukan hal aneh hanya mau kamu sekolah juga dengannya , kamu gak akan bisa ada disini sekarang . ngerti ? " ucapan ibu romi semakin menggebu gebu dikala pita menolak tawaran dirumah sakit yang ia pimpin .


" sekali lagi maaf bu . tapi pihak universitas dan rumah sakit waktu itu sudah setuju dan menerimanya . jadi kalau diubah maaf bu saya lebih baik tidak melanjutkannya "


" sudah pandai bicara sekarang ya . baik baik . saya akan merekomendasikan kamu dengan pengabdian kerja 10 tahun dan akan keluar dari rumah sakit ini dengan catatan riwayat yang buruk . Atau kamu bekerja disini selama 25 tahun dan kamu bisa keluar atau tetap melanjutkan disini . Pikirkan . dan ingat kata kata saya . Kamu tidak akan bisa diterima dimanapun dengan menolak tawaran saya semuanya setelah keluar dari ruangan saya . "


Pita masih berfikir . awalnya hanya 10 tahun dan sekarang jadi 25 tahun . Semakin lama pita akan berada di rumah sakit ini . Dan bagaimana ini ? jika rumah sakit ini mengeluarkan surat yang buruk akan kinerjanya , maka dirumah sakit manapun tidak akan diterima . termasuk rumah sakit daniel .


" baiklah bu . saya menerima pilihan ke 2 " jawab pita tegas dan yakin


"bagus . ini tanda tangani . dan ruangan kamu nanti asisten saya yang akan menunjukkannya dengan catatan , kamu menjadi inti dokter spesialis bedah saraf dan spesialis jantung dan pembuluh darah . saya mau mencoba kamu selama 2 tahun . jika kinerja kamu bagus , kamu akan mendapatkan rewards dan penghargaan juga dijadikan kepala dibagian bidangmu . "


" baik bu . terimakasih "

__ADS_1


" Walaupun saya tidak suka dengan kamu disini , tapi saya akan memperlakukanmu sebagaimana mestinya selayaknya dokter baru tetap . Jika buruk , jangan salahkan saya memecat kamu tanpa hormat . dan ingat , jangan pernah temui anak saya lagi . dia akan menikah dengan pilihannya dan pastinya selevel dengan keluarga saya "


*deg


deg


romi akan menikah ?


bagaimana dengan nathan ? haruskah aku memberitahunya* ?


" baik bu . terimakasih kebaikan anda selama ini . saya sangat bersyukur dipertemukan dengan anda sebagai penolong saya . kalau begitu saya permisi "


Perkataan pita hanya diangguki kepala menandakan setuju . Akhirnya pita diantar keruangan kerjanya yang sudah bertuliskan nama juga gelar dokternya .


Mungkin hari ini mengagetkan pita , tapi juga awal baru dengan tanggung jawab baru . Menghubungi daniel adalah cara dimana pita bisa mengencerkan sejenak pikiran dan detak jantung nya .

__ADS_1


__ADS_2