
Pagi ini pita dijadwalkan akan melihat perkembangan pak sanjaya , pasiennya . Semua berjalan lancar . Daniel , baik nathan dalam kondisi seperti biasanya . oleh sebab itu pita kuat bila akan bertemu dengan romi lagi .
Sebelum mengecek rutin perkembangan pasien , pita masih dijadwalkan memeriksa beberapa pasien yang sudah menunggunya .
selepas itu , pita mengecek pasien satu per satu . banyak pasien yang ditangani pita sudah menjadi lebih baik setelah sebelumnya menjalani operasi .
dan sekarang pasien terakhir yaitu pak sanjaya . perawat mengetuk pintu dan membuka kannya untuk pita masuk .
" pagi " sapa pita dengan wajah yang fresh dan segar
" pagi dok " jawab kak gloria
ternyata yang jaga saat ini cuma kak gloria .
" saya mau periksa pasien dulu dok " izin pita
" silahkan dok "
pita mengeceknya satu per satu . tak lama , istri pak sanjaya datang selesai membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya .
" bagaimana kondisi suami saya pita ? "
" kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya . hanya saja saya harus menunggu bapak sadar dulu . baru saya akan dapat menyimpulkan semuanya . "
" baiklah " jawab mama romi
__ADS_1
" kalau begitu , saya permisi dulu ibu . saya kembali nanti setelah 2 jam dari sekarang untuk memberikan suntikan tambahan . " jelas pita
" baiklah . terimakasih " ucap kak gloria
Pita kembali keruangannya lagi . Ibu mira dan kak gloria masih tetap berada di kamar rawat suami dan ayahnya itu .
Tak lama , romi datang menanyakan apakah pita sudah memeriksa ayahnya hari ini atau belum . Tapi mamanya menjawab bahwa pita sudah mengeceknya dan akan kembali 2 jam setelah ini .
Romi kembali pergi keruangan pita .
*tok
tok*
" masuk "
" Kamu " hanya kata itu yang pita ungkapkan . pita sudah tak bisa balik mengatakan nama yang masih terbekas didalam hatinya .
" aku mau bicara sama kamu "
" maaf aku sibuk . aku harus periksa pasien lagi " pita buru buru berdiri keluar ruangan .
Tapi , tangannya dipegang romi .
" Jangan pegang aku lagi " bentak pita
__ADS_1
Romi masih tak melepaskan genggamannya , bahkan menyeret pita kesudut ruangan dan menguncinya dengan kedua tangannya .
" Aku mau menjelaskan semuanya . aku mau .... "
" stop . gaperlu kamu jelasin lagi . aku muak . aku sudah gamau berhubungan dengan mu lagi . cukup sampai papamu sembuh . dan aku akan mengundurkan diri dari eumah sakit ini juga hidupmu . jangan ganggu aku lagi . " pita sudah menangis dihadapan romi
" jangan menangiss . kamu tau aku gak bisa meliatmu begini . berhenti pita . aku sakit melihatmu menangis "
Romi mau mengusap air matanya , tapi pita menepisnya dengan menghadap kearah lain .
" asal kamu tau . aku masih mencintaimu . hati ku , ragaku , semua nya ini milikmu . hanya kamu pita . bukan yang lain " teriak romi
Romi melepaskan genggamannya dan mengunci ruangan pita sekarang .
" Kamu gila . kamu gila . kamu datang hikss.... setelah kamu mencampakkanku . kamu meninggalkanku . dan sekarang kamu mau kembali ? iya ? " tanya pita
*plok
polok*
Kedua tangan pita bertepuk tangan didepan wajah romi tepat .
" hebat kamu . hebatttttttt . Pengecut kamu Romi Sanjaya . Kamu pengecut " teriak pita histeris
pita menghapus air matanya kasar diwajahnya . ia tak boleh merasa lemah dihadapannya sekarang .
__ADS_1
" tolong kamu pergi yang jauh . aku gak mau kamu disini . dan jangan pernah kamu anggap kita pernah ada hubungan . dan 1 pintaku . kamu pergi balik ke istrimu . "
Pita mengambil kunci ruangannya yang dilempar sembarang ke bawah meja lalu pergi begitu saja . Romi mengacak rambutnya kasar melihat penolakan pita .