Aku Jadi Ibu Sahabatku

Aku Jadi Ibu Sahabatku
Part 40


__ADS_3

Happy Reading😍


Ketika adam tanpa sengaja melihat kearah kemasan,adam binggung apa maksud dari kemasan yang di desain oleh istrinya itu


"Sayang kamu mau jualan kok,tunggu dulu mas perhatian kenapa gambar dikemasan ada gambar poci"Adam menepuk jidatnya istrinya ini benar2 aneh kemasan Boci tapi ada gambar poci nya.


"Tia maunya yang beda dan estetik hehhe mangkannya tia kasih gambar poci"ucap tia dengan sangat percaya diri dan antusiasnya.


Adam pun terdiam,bagaimana bisa kemasan gambar poci akab menarik pembeli yang membuat pembeli menjadi takut.


Malamnya,


Di malam yang gelap.


Iyalah, di mana-mana kalo malam, mah. Gelap.


Tia tengah menonton televisi yang menayangkan acara kompetisi dangdut, di Indosi4r.


"Sayang" Bisik Harshad.


"Hemm."


"Serius banget," ujar Adam duduk di samping Tia.


"Itu, pesertanya ganteng banget namanya dadang D'academy 10!" Histeris Tia


"Masih juga, gantengan mas," ucap Adam merapikan rambutnya.


Yeah!,adam sangat percaya diri memainkan rambutnya kesana-kemari sambil bergaya bagai model di depan sang istri.


Tia berusaha acuh dan tidak merespon yang dilakukan suaminya.


Adam semakin berlengak-lengok bagai model dengan gaya yang sok cool sekali bernyanyi sesekali


"Mainkan musiknya dj, test...test 123"


adam telah mengambil posisi dan mic nya Tia hanya melongo melihat tingkag adam yang semakin hari semakin absurd.


entah lah Tia merasa adam sedikit berubah dulu waktu awal mereka menikah adam tidak seabsurd ini tapi sekarang kenapa jadi begini,Tia menatap perut yang mulai sedikit membuncit dan mengusapnya dengan lembut


" jangan bilang ini ulag dedek ngerjain daddy ,duh kamu ya belum lahir sudah jahil sama daddy nya sejak dari janin"


"Bila kamu di dekatku


Hati rasa syahdu


Satu hari tak bertemu


Hati rasa rindu


Kuyakin ini semua


Perasaan cinta

__ADS_1


Tetapi hatiku malu


Untuk menyatakannya


Bila kamu di dekatku


Hati rasa syahdu


Satu hari tak bertemu


Hati rasa rindu


Bila cintaku terbalas


Oh bahagia sekali


Tapi bila tak berbalas


'Ku tak sakit hati


Karena aku menyadari


Siapa aku ini


Tak sepadan tak setinggi


Tak patut kau cintai


Cukup bahagia hatiku


Cukup bahagia hatiku


Dapat memandang wajahmu


Bila kamu di dekatku


Hati rasa syahdu


Satu hari tak bertemu


Hati rasa rindu


Kuyakin ini semua


Perasaan cinta


Tetapi hatiku malu


Untuk menyatakannya


Bila kamu di dekatku


Hati rasa syahdu

__ADS_1


Satu hari tak bertemu


Hati rasa rindu " nyanyian adam lagu syahdu dari bung Rhoma Irama


adam persembahkan untuk istri tercintanya.


"Tapi, sayang. Udah Om-om," ujar Tia tanpa beban.


Adam melototkan matanya. "Emang saya setua itu, apa!" Kesal Adam.


"Iya," jawab Tia masih fokus menonton.


Adam menatap kesal Tia, kemudian mengambil remote dan mematikan televisi.


"Loh, kok. Mati ... Mas ayang, balikin remotenya!" Kesal Tia berusaha mengambil remote dari tangan Adam.


"Enggak!" Tolak Adam.


"Kenapa?"


"Saya kasih remote ini ke kamu, tapi ada syaratnya," ujar Adam.


"Apa? Cepetan!" Kesal Tia.


"Bilang, kalo saya, ganteng, manis, baik, ramah," ujar Adam.


Idih!


"Apaan, sih. dasar om-om pencemburu gara-gara Tia bilang peserta itu, ganteng." Tia menatap penuh selidik.


"Enggak! Saya cuma mau kamu bilang saya ganteng."


"Please, deh. Mas ayang dengerin, ya. Mas ayang itu, udah tua, udah gak ganteng lagi," ujar Tia merebut paksa remote tersebut, dan kembali menyalakan televisi.


"Ya ampun, mukanya mirip oppa-oppa Korea," ujar Tia saat melihat peserta tersebut bernyanyi, dengan suara merdunya.


"Udah ganteng, badan bagus, bisa nyanyi, makin idaman." Puji Tia pada peserta yang bernama Dadang.


Adam yang melihat itu, hanya menatap malas telivisi yang menayangkan acara tersebut.


"Mas tadi udah nyanyi" ujar Adam tak mau kalah.


Adam cemburu, nih.


"Alah! suaranya mas ayang fals," ujar Tia masih menatap telivisi dengan senyum-senyum.


.


.


Bersambung


#AkuJadiIbuSahabatKu

__ADS_1


__ADS_2