AKU KAGUM

AKU KAGUM
YAAAH! SEBLAKNYA...


__ADS_3

#POV 1 // AMORA


Aku duduk tepat di samping saudara tiri ku, namanya Stefany. Kita seumuran, hanya beda beberapa bulan lebih tua dia. Sudah dua kali Stefany dikeluarkan dari sekolah tanpa aku tau apa alasannya. Lagi, sepulang dia dari sekolah hari ini, ada surat dari sekolah yang diletakkannya di meja ruang tengah. Ntah itu SP atau apa, yang jelas itu untuk Stefany.


"Surat apa itu?" tanyaku penasaran. Aku tidak berharap itu surat dikeluarkannya dia dari sekolah, kasihan juga papanya.


"DO," jawaban singkat itu mampu membuat terkejut. Ternyata benar itu surat dikeluarkannya Stefany dari sekolah.


"Kok bisa sampe dikeluarin lagi, sih?" tanyaku. Memangnya senakal apa Stefany? setahuku dia tidak pernah merokok apalagi sampai mabuk-mabukan.


"Lo ga perlu tau. Udahlah, sekarang mana papa sama bunda?" jawabnya menoleh kesal kepadaku. Mungkin karena dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan barusan? yaa, its okay kalau dia tidak mau memberitahuku.


"Papamu kerja, kan. Kalo bunda lagi keluar," kataku. Stefany berdecak, kemudian berlalu ke kamarnya dengan membawa surat berlabel sekolah itu. Mataku hanya mengekor sampai dia menutup pintu kamar, lalu ku nyalakan TV dan menonton acara televisi secara random.


Tidak sampai lima belas menit, Stefany keluar kamar dengan pakaian yang sudah berubah. Sepertinya dia akan keluar. "Gue mau main, lo jaga rumah. Kalo mau keluar juga ya pamit sama bunda." Setelah itu dia keluar dengan tas mini nya.


Huh.. membosankan juga berada di rumah terus. Sepertinya aku juga butuh udara segar, seperti jalan-jalan di taman misalnya? atau mungkin aku pergi ke Garden Elvira? lokasinya tidak begitu jauh ataupun dekat dari rumah, aku bisa mengakses hanya dengan menaiki sepeda.


#POV 3


Amora mengikat rambutnya dengan gaya kuncir kuda. Ia tidak perlu lagi mengganti pakaian, hanya dengan kaos putih dan celana training hitam, ia sudah siap untuk jalan-jalan di Garden Elvira. Eits, tidak lupa topi yang senada dengan warna bajunya ia pakai.


Kakinya melangkah ke depan rumah untuk mengeluarkan sepeda, tak lupa juga untuk mengunci pintu dan meletakkannya di pot bunga.


Sebelumnya, ia sudah mengirim pesan kepada bunda kalau dirinya akan keluar. Dikayuh nya sepeda berwarna hitam itu hingga menuju Garden Elvira.

__ADS_1


Ini bukan pertama kalinya Amora ketempat tempat nongkrong, seperti yang tadi ia katakan pada Geo, dirinya kan modis. Sama seperti remaja lainnya yang suka hangout, itulah Amora. Style berpakaian nya juga tidak pernah gagal.


Ditengah jalan, Amora menghentikan sepedanya sejenak, menatap lelaki yang dikaguminya berada di salah satu minimarket. Abi dan Vano memang berhenti untuk membeli minuman, sepulang dari kosan Dino.


Abi kan itu?


Kedua sudut bibir Amora terangkat penuh, ntahlah, hanya dengan melihat muka Abi mampu membuatnya gila. Mengingat ini di tempat umum, Amora langsung menurunkan sudut bibirnya dan melihat sekitar. Untung saja orang-orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, tapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa orang yang melihat Amora tersenyum seperti tadi dan tidak tahu untuk siapa senyuman itu diberikan.


Sudahlah, Amora kembali mengayuh sepedanya agar segera sampai di tujuan awal. Lagi-lagi ia tersenyum, ingin rasanya ia berteriak di tempat yang sepi dan bisa senyum sepuasnya melihat wajah Abi.


Tidak terasa, beberapa menit berlalu dan Amora sampai di Garden Elvira. Kepalanya menengok kanan kiri untuk melihat makanan-makanan enak yang berjejeran di area Garden Elvira ini. Kalau bisa, pasti ia akan mencoba satu persatu makanan lezat tersebut.


Akhirnya, setelah melihat-lihat cukup lama, Amora memilih seblak. Memang itulah makanan utama yang ia incar. Untuk perdana alias pertama kalinya, Amora akan mencoba makanan favorit sejuta umat perempuan Indonesia ini. Mari kita buktikan makanannya seenak apa.


Amora mengibas-ibaskan tangannya yang sedikit terkena kuah seblak. "Gapapa, kok," ucapnya.


"Seriusan kan lo gapapa?" tanya gadis cantik itu memastikan. Amora mengangguk, kemudian mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang sedang berinteraksi dengannya sekarang.


Yera. Pantas saja suaranya tidak asing. Siapa yang tak kenal Yera Anastasia di SMA Graverios? sang leader dari grup dance modern di SMA Graverios yang sudah berkali-kali memenangkan perlombaan. Tentu parasnya juga mendukung. Banyak kaum lelaki yang mengidolakan sosok cantik itu.


"Aku gapapa," jawab Amora. Yera menghela nafas syukur karenanya. Ia sedang buru-buru, jadi tidak memiliki banyak waktu untuk mengajak Amora ke rumah sakit.


"Gue duluan ya, buru-buru. Sorry buat tadi!" kata Yera, sembari berjalan menjauh.


Kini Amora menatap melas pada seblaknya yang tumpah, juga mengakibatkan mangkuknya pecah. Diambilnya pecahan-pecahan mangkuk itu, orang yang berjualan juga turut serta membereskannya. "Maaf ya, kak!" permintaan maaf Amora, dengan tetap membereskan pecahan itu.

__ADS_1


"Gapapa, kak, ini biar saya yang lanjutin," kata orang itu, namun Amora tetap membantunya.


"Maaf, kak," ucapnya sekali lagi. Orang itu tersenyum dengan mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata iya. "Ini uangnya ya, buat seblak sama ganti rugi," ujar Amora sembari menyerahkan uangnya.


"Kebanyakan, kak."


"It's okay. Itu ya, kak!" Amora berjalan menjauh dari booth itu. Uang yang dibawanya sudah habis, tapi mungkin masih bisa untuk membeli minuman kemasan.


Kembali ia mengayuh sepedanya dan memutuskan hanya untuk jalan-jalan saja.


TBC~


Sedikit aja, takut bosen xixixi


jangan lupa kasih likenya yawwww👍🏼


favorit nya juga boleh kali ahaha


Makasih bangetttttt buat kalian yang udah baca, kasih like sama tambah cerita ini ke favorit, karena itu berarti BESSSSSAAAAAARRRR banget bagi aku🖤


See you next chap, ya!


OH IYAAAAAA....


STAY SAFE KALIAN SEMUA!

__ADS_1


__ADS_2