
"dih cantik bener minta nomer WhatsApp nya dong"ucap salah satu cowok di kelas itu
"dih ganjen amat baru juga " sahut seorang cewe yg seperti tak suka dengan kehadiran Vira
"yaudah kalo gitu kamu duduk di samping Laura" ucap pak guru tersebut
"iya pak "
mereka pun melanjutkan pelajarannya yg sempat tertunda Vira duduk disamping Laura ia hanya diam memperhatikan Laura yg terus saja menunduk
"Hay "sapa Vira
Laura pun berpaling dan sedikit tersenyum kemudian kembali menunduk sambil memainkan jari nya
"Hay ada apa denganmu"tanya Vira yg merasa aneh dengan Laura
"t tidak apa apa kau tak perlu mencemaskan ku"jawab Laura sambil tersenyum
"emm baiklah""bolehkan kita berteman"ucap Vira
Laura langsung menoleh kearah nya.cewek cantik berbadan agak pendek tersebut terlihat terkejut
"hah kau mau berteman denganku"tanya nya
"ya tentu saja apa masalahnya"jawab Vira lagi
"aku kira kau sombong seperti mereka ternyata tidak "jelas Laura
"haha apa yg ada di pikiranmu "jawab Vira
"maaf kan aku . aku sdh salah sangka terhadapmu"ucap Laura
"iya tapi mengapa kau berfikir seperti itu"tanya Vira
"ya karena semua orang yg sekolah di sini mereka hanya mau berteman dengan sesama level . sedangkan aku hanya seorang anak tukang kantin yg mendapat beasiswa di sini"jelas Laura sambil menunduk
"bukankah itu keren kau bisa masuk di sini dengan kemampuanmu sendiri sedangkan mereka belum tentu ada yg bisa sepertimu"
"hemm iyaa kau benar"
"kau itu cantik jadi jangan menunduk terus kau akan dianggap lemah oleh mereka"
"ya terimakasih"
sesudah pelajaran berakhir mereka pun memutuskan untuk langsung pulang karena hari ini hanya ada satu mata pelajaran dikarenakan guru guru sedang mengadakan rapat
"Laura di mana rumah mu ayo ku antar"
"ah tak perlu repot-repot aku bisa naik bis kok"
"ayolah Kitakan teman"bujuk Vira
"emm baiklah rumahku ada di jalan*******"jelas Laura
__ADS_1
"kebetulan sekali itu dekat dengan apartemen ku "
"hah oh ya kebetulan sekali"
"itu rumahku ada di depan"jawab Laura sambil menunjuk sebuah rumah di samping supermarket
"oh iya lain kali kalo sekolah aku akan menjemput mu"
"tidak ada penolakan"tegas Vira
"baiklah sampai jumpa terimakasih banyak"
Vira pun melajukan mobilnya menuju apartemen yg letaknya tak jauh dari rumah Laura
ia pun segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk menuju kamar nya
"assalamualaikum BI Vira pulang"ucapnya
"waalaikum salam "sahut bi Ira yg sibuk memasak di dapur
"Ray di mana bi"tanya Vira
"dia lagi main di kamar "
"oh yaudah Vira nyusul Ray dulu ya bi"
"iya nanti kalo udah matang makann nya bibi panggil"
*itu ilustrasi Ray ya
"hey anak mommy lagi main ya"ucap Vira sambil memangku Ray
"baba baba baba"sahut Ray seolah ia mengerti apa yg di ucapkan Vira
Vira pun menggendong Ray kemudian membawanya duduk di kursi Ray masih setia duduk di pangkuan Vira tak berselang lama handphone Vira pun berbunyi ia segera mengangkat nya yg ternyata panggilan video dari ayahnya
"halo ayah"ucap Vira
"halo sayang .... ih ada cucu kakek "ucap ayahnya
"Alo kake ini Ray"ucap Vira sambil menirukan suara anak kecil
"aduh lucu banget sih cucu kakek nanti kalo kakek ada waktu kakek kesitu ya buat ketemu Ray "ujar ayahnya
"haha iya yah lain kali kalo ayah gak sibuk nanti kesini ya Vira kangen"jawab Vira
"iya sayang kalo gitu ayah tutup dulu ya. oh iya kamu sudah tanda tangan belum di berkas yg di kasih pak jaya"tanya ayahnya lagi
"sudah yah makasih banyak"jawab Vira
"iya nak. ibu tirimu itu melarang ayah mengirimi uang untukmu.jadi mumpung dia tidak tahu kalo ayah punya sekolah dan juga apartemen di sana jadi ayah kasih ke kamu aja deh soal yg mengelola nanti asisten ayah yang mengelolanya . yasudah ya ayah tutup kamu istirahat ya"
__ADS_1
"ia yah ayah juga istirahat jangan sampai sakit "
"iya yaudah assalamualaikum
"waalaikum salam"
tak berselang lama bibi Ira pun memanggil mereka untuk makan siang
"neng Vira ... makan siang dulu yuk makanan nya udah matang"ucap BI Ira
"eh iya Bi bentar lagi Vira nyusul mau ganti Pampers Ray dulu " sahut Vira
"oh iya bibi tunggu ya "
Vira pun mengganti Pampers Ray yang sudah penuh dan segera menyusul BI Ira yg sudah menunggu mereka di meja makan
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
di tempat lain pesawat yg Aldo tumpangi baru saja tiba di bandara Soekarno Hatta ia dan asisten Joe pun segera memasuki mobil mewah yg sudah menunggu kedatangan mereka sebelum para wartawan semakin banyak yg datang dan mereka pun langsung pergi menuju kekediaman keluarga Kenzie
sesampai nya di sana mereka langsung masuk dan langsung disambut oleh ayah bunda dan adiknya Monika dan para asisten rumah tangga semuanya berdiri menyambut kehadiran Aldo dengan semangat
"aduh sayang bunda kangen "ucap bunda Maya
"Aldo juga kangen Bun"sambil memeluk ibu nya kemudian berganti memeluk ayah nya
"akhirnya kamu pulang jadi ayah tak perlu repot-repot mencabut pasilitas kamu di sana"ucap ayah Kenzie
"Kaka Monica kok gak di peluk sih ,"ucapnya manja
"dih masih aja manja lu "ucap nya kesal tapi kemudian ia langsung menarik Monika ke pelukannya
"udah gede aja lu"ucapnya di sela sela pelukan mereka
"yaudah ayo kita masuk bunda sama ayah mau ngomong hal penting"ucap bunda Maya
"yaudah ayo"
mereka pun masuk kerumah kemudian berkumpul di ruang keluarga
"hal penting apa yah Bun"ucap Aldo penasaran
"kamu tahu bukan Naya anak pertama keluarga jovanka "tanya ayah Kenzie . membuat Aldo sedikit terkejut dan kembali teringat kepada mantan kekasih nya yg ia tinggalkan dulu
"emm iya yah dulu waktu SMP kita sempat temenan"ucap Aldo mencoba tenang
"ayah sama bunda sudah setuju menjodohkan kamu dengan Naya "jelas ayah Kenzie yg membuat Aldo sangat terkejut ia sedikit khawatir akan bertemu kembali dengan kekasih nya yg dulu ia lecehkan
"akh shit kenapa harus sama kakaknya sih .. gw gak mau lagi sampai ketemu sama dia dan kalo gw nikah sama tuh orang Nessa gimana dong bisa ngamuk dia"batin Aldo
perhatian typo bertebaran🤭
segitu dulu ya see you
__ADS_1