
"ayah Aldo tidur di apartemen Dani ya" ia mengirim pesan menggunakan handphone Aldo agar ayah Kenzie tidak curiga
setelah membawa Aldo kekamar tamu ia pun bergegas mandi dan bersiap tidur
ia tahu seperti besok bakal banyak hal yg akan ia lakukan terlebih untuk membantu mempersiapkan pernikahan Aldo
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
19.30
Vira sedang berbaring sambil memberi asi kepada Ray yg sudah hampir terlelap sambil mengelus elus Ray ia berbicara kepada sang buah hati
"sayang maafin mommy yah . kamu harus terlahir tanpa papah seperti ini "ucap nya sambil menyeka air mata yg mulai membasahi pipinya
"andai saja jika kita bisa bertemu papah kamu lagi mommy harap kamu gak benci sama dia yah. ini semua bukan salah papah kamu ini semua sudah takdir yg dikasih sama tuhan kita harus kuat ya ngelewatin nya kita pasti bisa kok"ucapnya sambil tersenyum disela tangisannya
dan tak lama Ray pun tertidur Vira segera memindahkannya ke box bayi yg berada di samping tempat tidur nya sesudah Ray tidur Vira pun mengganti bajunya dan menuju meja belajar untuk mengerjakan pr pr yg baru saja pagi tadi di berikan
jam pun menunjukkan jam 11 malam Vira pun memutuskan untuk pergi tidur karena besok ia harus kembali sekolah
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
pagi hari
seperti biasa Vira melakukan rutinitas hariannya dan berangkat sekolah ia pun tak lupa menjemput Laura yg kebetulan rumahnya satu arah dengan sekolah sesampainya di sana keadaan sekolah masih cukup sepi ia pun langsung pergi kekelas dan di sana hanya ada ia dan Laura mereka pun memutuskan untuk duduk dan bercerita
Laura menceritakan kisah hidupnya
ia adalah seorang anak blasteran Australia ia dulu tinggal di Australia hingga sang ayah meninggal dunia dan mereka tak mampu lagi untuk membiayai kehidupan di sana hingga mereka memutuskan kembali ke Indonesia
berbekal keahlian sang ibu yg suka memasak Meraka pun membuka rumah makan pinggir jalan dengan sisa uang yg mereka bawa dari Australia hingga akhirnya pak jaya menawarkan ibunya untuk menjadi tukang masak di kantin sekolah dengan bayaran tetap yg jelas jauh lebih meyakinkan dari pada mereka menjual makanan di rumah makan itu yg jarang sekali ada pembelinya . ibunya pun menyetujui dan Laura pun di tawarkan beasiswa oleh pak jaya dan akhirnya ia pun bisa bersekolah kembali
__ADS_1
tak lama kemudian datang segerombolan mahasiswi yg jika dilihat dari penampilannya mereka seperti orang orang kaya pikir Vira yg tak mengetahui maksud mereka menemui nya
mereka berhenti tepat di depan meja Vira dan menggebraknya
"lu yg Vira Vira itu kan"tanyanya dengan nada tinggi
"iya kenapa emangnya"
"oh jadi lu yg suka caper sama pacar orang siswi baru udah berani banget sama kakak kelas, ganjen amat , cantik juga kagak blagu lu"ucapnya sambil menarik kerah baju Vira yg membuat Vira terpaksa berdiri
"caper??? kapan gw caper Ama pacar lu gw aja gak kenal Ama lu apalagi pacarnya , dan satu lagi emang ada ya cewek modelan lu yg suka marah marah gak jelas punya pacar, heh"ucap Vira dengan santai
"berani banget ya lu sama kakak kelas , gak ada hormat hormatnya dasar bocah"
cacinya
"ngapain juga gw ngehormatin lu ,lu aja gak ngehormatin gw ya bodoh amat lah "jawab Vira sambil kembali duduk
"serah lu gw gak takut"jawab Vira yg malah ketawa ia tiba tiba menjadi kasihan dengan kakak kelas tersebut yg tak tahu malu mengakui sekolah ini milik ayah nya jelas jelas surat kepemilikannya saja ada sudah di atas namakan nama nya
"aneh aneh aja itu kakak kelas"ucap Vira berbicara kepada Laura
"emm kamu gak takut KA Mega ngelaporin kamu ayah dia pemilik sekolah ini katanya"kata Laura ia sedikit gugup mengatakan itu
"ya terus gw harus takut gitu yg salah kan dia ngapain harus takut dia ngelapor ya sama aja dia bakalan ngelaporin dirinya sendiri"jawab Vira
"emm yaudah deh terserah kamu"ucap laura
"jadi nama kakak kelas tadi itu Mega"tanya Vira
"ia mereka itu penguasa sekolah ini mereka kuliah di sini juga"jawab Laura
__ADS_1
"oh gitu"
tak berselang lama pelajaran pun di mulai dan Vira tiba tiba di panggil ke ruang BK
"davira jovanka kamu di panggil ke BK " ucap guru tersebut Vira pun segera melangkah keluar ia menuju ruang BK yg berada di samping kantor
di sana sudah ada pak Ali yg merupakan guru BK dan Mega yg kini sedang menangis
"nak Vira silahkan duduk "ucap pak Ali Vira pun duduk berhadapan dengan Mega dan pak Ali duduk di antara keduanya
"jadi Mega ada apa ini "tanya pak Ali yg ternyata belum mengetahui apa apa
"dia marahin Mega pak dia ngata ngatai Mega ganjen di hadapan semua murid Mega gak terima"ucapnya sok Sokan sedih
Vira yg mendengar itu sedikit terkejut tapi ia sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi jadi ia bisa menanggapinya dengan santai
"benar Vira kamu ngatain Mega"tanya pak Ali
"heh emang gak ada malunya ya sudah ngelabrak orang ngomel ngomel gak jelas ngelaporin lagi ke guru. terusin aja yg kena juga lu sendiri "jawab Vira enteng
"tuh kan pak dia ngatain Mega lagi"ucapnya
"gini aja pak kelas kan punya cctv tinggal lihat aja biar yg salah malu sendiri"tambah vira
pak Ali pun mengangguk kemudian menelpon seseorang yg tak lain adalah pak jaya untuk meminta rekaman cctv yg di konek ke laptop sekolah
tak lama pak jaya pun datang dengan membawa laptop di tangannya pak jaya pun langsung membukanya dan mencari data cctv waktu pagi tadi dan dapat pak jaya langsung menekan tombol putar dan.....
jangan lupa tinggalkan jejak ya
sorry masih bnyk typo
__ADS_1