
"kak Naya"ucap Vira
kak Naya tersenyum menyeringai kearahnya dengan tangan yg masih menarik rambut Vira
tak lama ia pun mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tasnya
Vira langsung membelalakkan matanya terkejut
kak Naya mengangkat pistolnya
"tinggalkan Aldo atau peluru ini akan menembus kepalamu"ancam kak Naya
"kakak apa yg kakak lakukan "tanya Vira yg mulai panik ia memberontak berusaha melepaskan diri nya .
"cepat tentukan aku hitung sampai tiga"ancam kak naya
**satu
dua
tiga**
dorr
suara tembakan menggelegar di toilet tersebut. Vira berteriak kencang . tapi setelah itu
bunda Maya langsung menarik Vira membawanya berlari keluar . Untung saja beliau datang di waktu yg tepat sebelum kak Naya benar benar melepaskan pelurunya bunda Maya terlebih dahulu menarik pistol tersebut dan pelurunya pun melayang ke dinding toilet
bunda Maya segera memasuki mobilnya dan menginjak pedal gasnya menuju kerumah
bunda Maya menelpon satpam rumah untuk berjaga jaga . sedangkan Vira ia hanya bisa terdiam merenung memikirkan nasib sang Kaka .
apa yg harus ku lakukan. aku yg membuat kak Naya menjadi seperti itu . apa aku harus meninggalkan Aldo demi kak Naya . kak Naya sangat menginginkan Aldo .tapi bagaimana dengan Ray ia juga membutuhkan peranan seorang ayah . batin Vira
sesampainya di rumah bunda Maya langsung membawa Vira turun dan mengajak nya masuk . bunda Maya mendudukkan Vira di kursi kemudian meminta pelayan mengambil kan nya secangkir air putih. setelah di rasa agak tenang bunda Maya pun mengajak Vira berbicara
"apa kau mengenalinya sayang??"tanya bunda Maya
Vira menggeleng ia tak mungkin memberitahukan bahwa itu adalah kakaknya
"hufh baiklah . nimas katakan pada satpam di depan dan juga di rumah belakang untuk berjaga jaga dan katakan juga untuk memasang cctv pemantau di setiap mobil aku tidak ingin terjadi apa apa"perintah bunda Maya . BI nimas pun mengangguk beliau berjalan menuju ke luar untuk memberitahukan hal itu kepada satpam
tak berselang lama datang Aldo dan Dani yg barusan mampir ke gym sepulang dari kampus
__ADS_1
mereka memasuki rumah dan ikut bergabung bersama dengan bunda Maya dan Vira di ruang tengah
"bunda di mana Ray "tanya Aldo
"Ray sedang bersama Mbak Ranti di belakang"ucap bunda Maya Aldo Bun bangkit menuju rumah belakang ia ingin mengajak Ray bermain .
"Dani berhati hatilah mulai sekarang sepertinya ada yg ingin mencelakai kita"ucap bunda maya
Dani pun mengangguk
tak lama datang Aldo sambil menggendong Ray . Aldo membawa Ray duduk di pangkuan nya sambil tertawa . terlihat jelas jika Ray merasa nyaman dengan Aldo . biasnya ia akan menangis jika di gendong oleh orang yg baru di kenalnya.
"bunda tadi ada beli susunya Ray gak. susunya Ray mau habis tuh.tadi Aldo mau beli tapi gak tau Ray sukanya yg apa "tanya Aldo
"tadi bunda beli tapi ketinggalan di sana"ucap bunda Maya
"hah kok ketinggalan sih Bun"jawab Aldo
bunda Maya pun menatap Vira yg terlihat masih sedikit trauma dengan kejadian barusan
" sayang kamu masuk dulu ya bawa Ray tidur sepertinya ia sudah mengantuk "ucap bunda Maya mengalihkan percakapan
Vira pun mengangguk kemudian mengambil alih Ray kemudian berjalan menuju rumah belakang ke kamarnya. Vira merasa heran mengapa sekarang ini banyak sekali satpam yg berkeliaran . padahal tadi pagi tidak seperti ini. ia pun tak terlalu menghiraukan nya. ia langsung masuk ke kamar dan mengajak Ray mandi bersama
di perjalanan menuju ke sana bunda Maya menceritakan kejadian barusan . Aldo juga begitu terkejut
"lalu apa bunda tau itu siapa"tanya Aldo
"tidak . dia menggunakan masker . berjaket merah maroon . tapi jika di lihat dari postur tubuhnya ia seperti seorang perempuan. tubuhnya lumayan tinggi "jelas bunda Maya
"hufh baiklah nanti beritahu asisten Joe tentang ini biarkan beliau yg menyelidiki nya sekarang bunda tenanglah " ucap Aldo menenangkan sang ibu
bunda Maya pun mengangguk. dan mereka pun tiba di supermarket itu bunda Maya dan Aldo segera turun untuk mengambil barang bawaannya yg tadi di tinggalkan di depan rak rak barang.
setelah itu mereka pun pulang dan berbarengan dengan tuan Kenzie yg juga baru tiba bersama asisten joe bunda Maya pun menceritakan hal tadi kepada sang suami dan juga asisten Joe
setelah itu mereka pun langsung pergi menuju ke kamar masing masing untuk mengganti pakaian dan juga mandi sore
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sepulang sekolah Dewi dan Laura menuju kekantor pak jaya untuk menanyakan keberadaan Vira
"permisi pak . "ucap Dewi
__ADS_1
"ia nak masuk "sahut pak jaya
Dewi dan Laura pun masuk mereka duduk di kursi depan pak jaya
"ia ada apa mencari saya"tanya pak jaya
"emm begini sudah beberapa hari terakhir Vira tidak masuk sekolah pak . apa bapak tau keberadaan Vira sekarang "tanya Laura
"hufh saya juga tidak tau kemana dia sekarang "sahut pak jaya
"hah seriusan pak apa jangan jangan Vira hilang" duga Dewi yg langsung dapat cubitan dari Laura
"arkh ngapa sih sakit tau "ucap Dewi yg langsung mengusap tangannya yg baru saja di cubit Laura
"elo sih main nyerocos aja"ucap Laura
tak lama telpon pak jaya berbunyi yg ternyata dari asisten Joe
halo asisten Joe. ada apa anda menelpon saya
tanya pak jaya
selamat sore pak jaya . saya hanya ingin menyampaikan undangan pernikahan nona Vira yg akan di laksanakan besok pagi . saya harap bapak berkenan hadir . tiketnya sudah saya pesankan untuk anda . penerbangan nya malam ini
jelas asisten Joe
hah apa ini serius . mengapa mendadak sekali . dan bagaimana bisa Vira ada di sana
baiklah saya usahakan malam ini berangkat ke sana
sahut pak jaya terkejut
ya saya tunggu kehadiran anda terima kasih
tutup asisten Joe
"apa kalian mau ikut saya"tawar pak jaya
"hah kemana pak"tanya Laura
"menemui Vira"jawab pak jaya
bersambung.............
__ADS_1
author minta dukungan dari kalian semua ya