
Namaku Sakemoto Ushiga, umur 25 tahun. Om2 jomblo dan perkerja kantoran biasa. Hari ini, seperti biasa nya aku berjalan di jalur pejalan kaki. Aku menuju kantor yang tak jauh dari rumahku.
"Apa sempat sarapan?" Ujarku menatap jam tangan yang sudah menunjukan pukul 06.30.
Aku berjalan melintasi Cafe yang menjual minuman cofe gelas dan beberapa makanan.
"1 Gelas Starbucks dan Burger silentos." Ujarku memesan di depan kasir.
Seseorang mengantarkan nya kemeja kasir.
Aku memakan Burger dijalan sambil meminum kofe Starbucks.
"Hari ini, kuharap ada kejadian menarik dihidupku yg membosankan ..." Begitu lah pikirku, sambil berjalan menuju kantor dengan memperhatikan ponsel pintar ku.
Aku membalas pesan dari beberapa teman dan rekan kerja. Rekan kerja pasti bertanya soal perkembangan perkerjaan ku yang akhir2 ini agak lambat kuselesaikan. Kami curhat tentang kegiatan kerja. Teman ku pasti bertanya soal loker di kantor ku dan juga ingin meminjam 100 ribu yen.
"Hah, mereka seperti parasite saja ..." Ujar ku membaca beberapa pesan dari teman lama.
Ada juga yg membicarakan soal perkerjaan, dan bertanya berapa gaji ku dan apa Aku sudah menikah.
"Mereka hanya suka menyombongkan kehidupan mereka yg beruntung!" Ujarku mengecap tangan saat berjalan.
__ADS_1
Aku yang merasa kehidupan ku dipenuhi kekosongan, sendirian dan kesepian. Tak semangat menjalani hariku, sehingga Aku hanya bisa berkerja untuk hidup saja. Aku bertahan hidup di dunia ini hanya sekedar bertahan untuk makan dan minum.
"Kehidupan yg membosankan ..." Ujarku mengeluh dan berhenti berjalan sejenak.
Aku lalu menatap ke sampingku yg mana ada proyek pembangunan gedung baru.
"Ini perusahaan baru kah? Bisa berapa tahun baru siap ya?" Ujarku menatap para pekerja yg sedang berkerja di atas gedung yg dibangun itu.
Aku lalu melihat seorang nenek nenek, tampaknya Dia sedang menatap arah gedung itu juga.
Nenek itu melambai pada seseorang yg tengah berkerja.
Aku menoleh lagi ke atas dan melihat seseorang memindahkan besi dengan mesin. Besi itu menggantung diatas kami sehingga sinar matahari tertutup.
"Apa itu pasak besi baru nya?" Tanya ku dihati.
*Trek! ( Sebuah tali besi terdengar berdecak )
Aku melihat itu mulai berkeringat. Mata ku menatap ke nenek itu yg ada di depanku. Kami berdua ada dibawah besi yg diangkat dengan mesin pemindah.
Tampak dari kejauhan orang diatas gedung berteriak.
__ADS_1
"Menyingkir dari sana!" Seperti itu lah yg kudengar.
"Menyingkir?" Ujarku bingung.
Aku lalu melihat kearah atas lagi dimana besi yg diangkat itu keluar dari jalur pembatas area pembangunan, itu berati.
"Sialan!" Ujarku mendorong si nenek dengan kuat.
Benar saja, besi itu jatuh kebawah kearah ku. Aku sudah menduga bahwa muatan itu terlalu berat, sampai mengangkat mobil mesin penganut besi dari tempatnya.
Itu menahan hanya sedikit sehingga kami bisa melihat itu tepat berada di atas kami. Kupikir itu mungkin cuman besi yg lewat saat diangkut ternyata Besi itu perlahan jatuh dan mobil mesin pemindah besi itu menahan nya tak sanggup lagi dengan untai sedikit yg masih menempel. Saat untaian besi menarik itu lepas mobil mesin pemindah besi ambruk jatuh kebawah dan besi diatas kami jelas menimpa kami.
*Drokkk! ( Bahkan tangan besi yg panjang terhempas dan menimpa beberapa perkerja di tempat itu.)
Sedangkan Aku, hanya tertimpa 10 batang besi pasak gedung.
"Sialan!" Ucapku dihati, dengan hanya tangan yg terlihat dari tumpukan besi.
"Apa nenek itu selamat?" Ucapku dihati.
------
__ADS_1