
Dengan mata sayup dan kunang2, aku melihat sekitar ku. Seperti, aku berada di sebuah tempat yang gelap dan hanya sedikit cahaya.
"Dimana?" Ujarku melihat keatas.
*Tes! (Air menetes)
Itu mengalir di atas kepala ku dan menuju mataku.
"Agh, apa ini?" Ucapku yang masih setengah sadar.
Aku berniat mengusap wajah basahku namun tidak bisa.
"Eh, dimana tangan ku?" Tanyaku dihati sambil berusaha untuk sadar.
Aku lalu melihat kearah depan, terdengar suara agak pelan.
"Siapa itu?" Ujarku yang jelas tau itu suara seseorang.
Lama kelamaan suara itu terdengar jelas.
"Gwok!" Ujar nya lalu terdengar yang satunya juga begitu.
Aku menatap dengan mata yang sipit kearah sosok yang kabur.
"Tubuh hijau?" Ujarku menatap dengan mata kabur.
*Trek! (Sesuatu terdengar)
Aku mendengar ada yang tercabut dan merasakan diriku sendiri.
"Apa yang sebe-" Ucapan ku terhentak karena aku tergigit lidah ku sendiri.
*Bush! (Dia mengayunkan nya)
Aku melihat pandangan sekitarku melaju kekanan kiri.
"Eh, apa yang terjadi?!" Ucapku berteriak.
Seketika aku sadar dan pandangan ku jadi terang karena sangat2 terkejut.
"Berhenti hoi!" Ujarku kesal.
Dia terus mengayunkan nya tanpa memperdulikan ku.
"Siapa sih ini?!" Ujarku kesal.
*Tenet! (Terdengar suara )
Disusul dengan muncul nya pemberitahuan.
"Selamat skill menebas di dapatkan!"
Aku terpelongo. "Apa itu?" Ujarku bingung.
Tapi, si sialan itu menebas terus menerus sambil kelihatan senang.
Aku menjadi kesal karena pusing.
"Akh, sialan kalian!" Ujarku melepas diriku secara paksa.
*Tenet! (Terdengar suara lagi)
"Selamat anda berhasil mendapatkan kemampuan telekenesis!"
Aku melayang di udara, kulihat kearah orang yang mempermainkan ku tadi.
__ADS_1
Aku benar2 kesal. "Sialan, kau berani mempermainkan ku!" Ujarku menggertak gigi.
Tapi, aku langsung terdiam melihat anak kecil di hadapan ku.
"Anak anak?" Ujarku terpelongo.
Aku menggelengkan kepala. "Tidak, tidak, mana ada anak2 bertubuh hijau!" Ujarku menatap dengan cemas.
Aku melihat ke sekeliling ku, ada lima anak2.
Mereka semua mengatakan hal sama.
"Gwokk!"
"Eh, apa mereka ini?" Ujarku menatap ke sekeliling ku dengan wajah kaget.
Salah satu melompat dari arah belakang dan menangkap ku.
*Tap! (Dia berhasil menangkap ku )
"Eh?" Ujarku terkejut dan panik.
*Tes! (Aku menyayat jarinya yang memegang tubuhku)
"Gwokkkkk!"Terlihat dia berteriak.
Aku kaget dan terbang makin tinggi. "Apa yang terjadi?!" Ujarku panik dan melihat si anak hijau yang berteriak.
Aku kaget melihat jarinya putus. "Apa yang-"
*Hiks!
Shock melihat tubuh bawah ku. "Aku menjadi sebuah pedang!" Ujarku berteriak kencang.
Anak2 itu melompat mau menangkap ku, mereka tak memperdulikan si anak hijau yang menangis kehilangan jarinya.
"Ini mimpi kan? Ini mimpikan?" Ujarku melirik kesana kemari.
*Kesek-kesek (Terdengar sesuatu merayap dengan cepat)
Aku menoleh kearah suara itu. "Apa itu?!" Ujarku panik.
*Treng! (Aku mengarahkan ujung tajam ku tanpa sadar)
"Eh!" Ujarku kaget karena tubuh ku bergerak sendiri.
*Tsek! (Sebuah jari mengarah padaku dari arah suara)
Aku mengencangkan mata.
*Tesek! (Menebas benang sampai menjadi halus)
"Agh ..." Ujarku menjadi pusing karena bergerak sangat cepat saat menebas.
*Tok! (Batu dilepar mengenai tubuhku)
Seketika bergerak cepat tubuhku kearah dari mana asal batu itu.
"Eh?!" Kaget terbawa arus cepat gerakan.
*Trek! (Gerakan menebas hingga membelah)
"Akh!" Teriakan nya terdengar menggema di dalam goa.
Aku lihat darah mencurat dari salah seorang anak2 itu.
__ADS_1
Lalu ...
Tubuhnya terpisah jadi dua secara mulus.
"Ha?" Ujarku memucat.
Semua anak2 hijau itu berteriak ketakutan dan lari terbirit-birit.
Namun, tubuhku bergerak sendiri.
Dia mengarahkan ujung nya lagi kesalah satu anak2 hijau itu.
Aku berteriak memohon. "Jangan lakukan itu, jangan bunuh mereka!" Ujarku berteriak ketakutan.
Tapi ...
*Trekkk! Trekkk ! Trekkk ! Trekkk!
(Sayatan cepat mencincang anak2 itu hingga terpotong potong menjadi beberapa bagian)
Darah mengalir dilantai tanah yang becek.
Bau menyengat darah, itu bagaikan bau besi.
"Apa yang telah aku lakukan?" Ujarku menjadi pucat dan merinding.
*Tesek! (Sebuah jaring menyerang dari arah belakang.)
Namun, tubuhku bergerak dengan cepatnya.
*Trekkk!
Itu menebas dengan cepat dalam sekilas dan tampak di arah kanan pandang ku 100x tebasan.
Itu benar2 menjadi daging lumer seperti bubur bercampur darah biru.
Bau menyengat seperti air kencing.
"Ha-ah, ha-ah, ha-ah ..." Ujarku menjadi ngos ngosan karena kecapean.
Tiba2 ...
*Tenet! (Suara muncul, itu familiar bagiku)
"Kali ini apa?" Ujarku berkeringat dan berkata dengan suara datar.
Suara itu berkata.
***Selamat anda telah naik level dari 1 ke 6 , silahkan buka kotak peti harta sebagai hadiah nya*** !
Benar saja muncul layar menunjukan sebuah item bertuliskan Peti harta.
"Apa ini semacam hadiah naik level?" Tanyaku dihati.
Disitu tertulis gunakan.
"Seperti game?" Ujarku ingin menekan nya.
Seketika sadar, aku tak punya tangan.
"Gimana buka nya?" Ujarku bingung.
Tak ada pemberitahuan yang muncul untuk pertanyaan ku.
"Sialan, masa bodoh lah ..." Aku mengabaikan layar yang muncul dan terbang dengan cepat kearah depan.
__ADS_1
*Syutttt! (Melaju dengan cepat.)