Aku Menjadi Pedang Legenda.

Aku Menjadi Pedang Legenda.
Golden Ghoul King!


__ADS_3

Golden Ghoul King, adalah Tengkorak raksasa berbentuk Kerangka Naga emas. Seperti melihat kerangka dinosaurus yang besar namun bukan nya putih tulang malah mengkilat kuning seperti emas.


Dia memiliki hal aneh pada bagian dadanya yang bertumpuk tulang2. Aku masih tidak tahu apa itu sampai melihat sebuah energi gelap meluap ke mulutnya.


Golden Ghoul King, melebarkan mulutnya mengeluarkan bola energi besar. Aku merasakan keanehan disekitar.


"Dia menarik semua mana dan energi di sekitar nya." Ujarku merasakan angin kuat berputar dari bola energi yang makin membesar di mulutnya.


Lalu, tiba2 ...


*Dush! (Bola itu melayang ke arahku yang melaju secepat cahaya kearahnya)


 


Aku mendapat hantaman dengan pengurangan Hp karena menabrak energi hitam bolanya. Tapi itu berhasil kuatasi, aku menembus bola energi itu. Tapi jeda waktu karena dorongan berhadapan, membuat aku melambat seperseratus. Aku menjadi agak pelan selama beberapa detik.


"Apa yang terjadi?!" Ujarku melihat kecepatan ku dalam sekejap turus setelah menembus bola itu.


Aku menatap papan statusku, benar saja hp ku menurun drastis.


"60, seriusan?!" Ujarku kaget, lalu menatap kedepan.


Semacam ratusan lambang sihir muncul dihadapan Ghoul king. Itu bertepatan saat aku sudah siap menusuk kembali.


Dalam formula sihir yang banyak itu, keluar ratusan pedang dan tengkorak terbang menyerang.


Sayangnya, pukulan para tengkorak dan pedang yang menghalangiku tak mampu menahan kecepatan ku meski sudah menurun.


Aku memecahkan para monster tengkorak saat mereka menyentuh ku dan Golem dalam bentuk pedang yang menyentuhku. Aku membunuh mereka saat mereka menyentuhku, mereka menjadi abu karena mendapat kan dorongan dari kelajuan ku yang menggesek mereka.


"Sah, akan ku bunuh kau!" Ujarku mendekat ke si Tengkorak King.


Namun, dengan percaya diri dia menaplok ku.


*Damn!


Aku terhempas ke sisi dinding.


"Kuh!" Teriakku saat terhentak.


Aku benar2 terkejut, dia mampu menahannya. Ketika, kulihat dengan baik2. Dia memberikan energi gelap pada telapak tangan nya, itu mengoyak kecepatan cahayaku.


"Sialan!" Ujarku mulai kesal.


Jumlah mana yang ku miliki padahal berkurang hingga 40% dari total awal. Ini memberikan aku rasa kesal, tapi saat ku lihat baik2 misi dikiri ku berhasil. Kecepatan cahaya berhasil di selesaikan. Itu mungkin karena aku membunuh monster2 yang di keluarkan nya dari formula sihir.


"Jadi begitu!" Ujarku menatap Hp ku, yang tampaknya berkurang 10 % .


Tersisa setengah Hp dan lebih dari setengah MP. Aku mengangguk paham, akan sesuatu. Jadi memutuskan untuk melakukan, Achiten dalam waktu singkat.


*Tenet! (Suara terdengar)


Selamat anda mendapatkan Perhitungan Cepat!


Seketika Aku terkejut, dan mata ku melebar. Aku tersenyum bersemangat, apa mungkin ini karena hal tadi. Kejadian memperlambat waktu, karena energi gelap. Aku mendapat skill, karena serangan itu.


"Terima kasih, Tengkorak!" Ujarku tersenyum.


Aku mengangguk tersenyum dengan wajah percaya diri.

__ADS_1


"Acihten!" Ujarku membungkus diri ku dengan mantra dari semua template yang kumiliki.


"Aku mengandalkan mu sistem!" Ujarku menutup mata.


Ribuan mantra muncul di dalam kepala, dan semuanya di susun jadi satu. Itu membuat ku agak mual, karena tiap hal yang kubayangkan terjadi dalam satu detik. Imajinasi yang kugambarkan pada tiap mantra disusun berlapis lapis dan ditumpuk jadi satu. Keseimbangan antara mantra itu, dan juga pikiran ku berlawanan. Andai aku tak memiliki kecepatan perhitungan, ini bisa saja tak tercapai.


Singkatnya ini menggunakan salinan dari diriku yang kemungkinan telah berhasil melakukan nya, seperti gambaran dari diriku yang telah berhasil dan aku menyalin prosesnya. Itu membuatku mual.


"Kuah, sialan!" Ujarku setelah sekelip mata.


*Dush!


Aku yang masih sibuk ingin muntah, tiba2 di kejutkan dengan serangan berturut.


5 Bola energi hitam diatas kepalanya, terus lingkaran sihir di hadapan nya berjumlah ratusan juga di tanah sihir panggilan berjumlah ribuan.


Aku melihat tumpukan tengkorak, dan pedang sekaligus.


"Kuh, sialan!" Ujarku berkeringat cemas.


Namun satu hal yang masih membuatku tenang.


Itu adalah sihir ku, meningkat menjadi 2× lipat.


"Sihir Api!" Ujarku melayang keatas.


Aku terbang dengan menyemburkan api dari formula lingkaran sihir ku. Memunculkan jumlah tak terhitung membakar tiap tengkorak dan pedang yang datang mengarah padaku.


Saat ku lihat 5 bola mengarah kearah ku bergantian. Aku telah menyiapkan dibawah ku, mahluk panggilan.


"Raja Iblis, Satan!" Ujarku melihat kebawah.


Pria yang memiliki tatapan dingin dengan tanduk Naga dikepalanya dan sayap kalilawar. Dia tampaknya masih bingung dengan yang terjadi.


Bola hitam yang terdengar mengeluarkan tangisan mengerikan dari orang2. Mungkin itu adalah ratusan jiwa yang di jadikan senjata.


*Byush! (Melesat)


Aku melihat sebuah bola ungu menumbuk kearah bola hitam yang hampir mengenai ku.


Aku melihat kebawah, dimana si Satan tampak nya menunduk setelah selesai menyerang.


Wajah ku berkeringat. "Astaga, meski dia bingung tapi jika di perintah menurut ..." Ujarku melihat tabrakan antara 2 bola itu.


2 bola itu terlihat saling menyerap sampai ke 2 nya habis.


"Luar bias-" Kata2 ku terhenti karena bola hitam satunya mengarah padaku lagi.


"Cepat, tanpa jeda waktu!" Ujarku kesal dan menggigit bibirku karena kaget.


"Satan!" Teriakku padanya.


Seketika Bola api merah menyala kearah Bola hitam. Kali ini terlihat bola api nya tak sanggup menahan, sepertinya Satan mengeluarkan energi sedikit lebih kecil.


"Monster panggilan memberontak?" Ujarku menoleh dengan wajah cemas.


Aku mengeluh kebawah. "Wajarkan dia juga Raja iblis ..." Ujarku menoleh kearah bola hitam yang menyerap bola api perlahan.


"Hah, aku harus lakukan!" Ujarku mengarahkan sihir keatas.

__ADS_1


Sihir menyebar seketika di seluruh tubuh ku, sekarang cahaya memancar keluar.


*Khakkk! (Pekakan telinga)


Aku mengaung dengan kencang kearah Bola hitam dan bola api. Seketika 2 bola itu lenyap.


"Eh?" Aku kaget dan berkeringat, "kenapa langsung lenyap?"


Terlihat saat aku menoleh, si Satan tercengang.


Dia terlihat terpaku dengan wajah menatap ku terus menerus.


"Apa ada salah dengan ku?!" Ujarku mulai cemas lagi, "eh?" Saat aku melirik ke Tengkorak Naga Ghoul emas.


Dia terlihat menunduk ketakutan.


"Eh, apa yang terjadi?!" Ujarku bingung.


Aku melihat kearah status ku, yang mana tampak terkejut diriku.


*Tenet! (Suara muncul)


Itu bertepatan dengan muncul nya sistem pemberitahuan.


***Gelar Binatang Dewa di dapatkan, selamat***!


Eh? (Ujarku dihati)


Aku menatap ke Tengkorak Naga, karena masih kesal. Aku melihat tiga bola yang masih ada padanya.


Aku menghentakan kaki ku, lalu menyuruhnya menyerang.


"Kenapa kau diam?! Serang aku, jangan berpikir aku akan melepaskan mu! Aku telah menunjukan sosok ku padamu, sekarang serang atau kau akan mati!"


"Serang!" Teriakku.


Dia ketakutan dan menyerangku dengan tiga bola hitam besar nya.


*Dush!


*Dush!


*Dush!


Melaju ketiga nya kearahku dengan cepat. Aku melihat itu dengan wajah datar, seolah aku mampu melihat lebih luas dari siapapun. Aku membuka mulutku, dan menyerang 3 bola hitam itu dengan aungan.


*Kwakkk!


Seketika lenyap bola hitam.


Namun, ...


*Krekkk!


Terdengar retakan, itu adalah retakan tongkarak Naga di kepala nya.


Aku melihat itu lalu berubah menjadi pedang kembali. "Itu pelajaran untukmu!" Ujarku menatap tajam, lalu berbalik turun kebawah.


Dihatiku. "Kesian sekali dia, aku hampir membunuhnya padahal dia sudah menyerah ..."

__ADS_1


Aku melihat misi ku telah selesai lalu terlihat misi baru muncul.


----


__ADS_2