
Mozarik Juanada membagi 3 wilayah pertahanan yang pertama di pimpin oleh Gardan yang berpasukan 1 devisi (10,000-15,000) pangkat Gardan adalah mayor
yang ke dua di pimpin oleh Artna berpasukan 1 Korps (20,000-45, 000) Artna berpangkat Letnan sekaligus ajudan Mozarik Juanada
yang ke tiga di pimpin oleh Mozarik Juanada yang berpasukan 600,000-1,000,000 berpangkat jenderal
Gardan selagi mayor Garda depan memberikan perintah untuk bertahan dari serangan Republik Rhein dan sekutunya
untuk menyelesaikan masalah ini Kartiwana Hasan jenderal angkatan udara membantu angkatan Darat juanda
Kartiwana Hasan membuat 1 kelompok pesawat tempur yang berisi 20 pesawat tempur, mulai dari pesawat tempur dan pesawat pencegat serangan udara
Pesawat ini adalah pesawat ringan tempur milik kouka
Pasukan Republik Rhein dan sekutunya mulai menyerang
"Semua pasukan! Bertahan" Ujar Gardan
__ADS_1
Pasukan Republik kouka dan velstand berjumlah 2,780,000 infanteri,Tank sebesar 3,000 artileri 4,000 dan pesawat 7,000
sedangkan Gardan memiliki 15,000 pasukan dan 10 artileri, mustahil bagi Gardan untuk bertahan tapi bala bantuan berdatangan menolong Gardan
1 kelompok pesawat angkatan udara membantu 24 jam pasukan Gardan
pertemuan berlangsung selama 1 hari penuh, 1 hari bertempur kemenangan berada di pasukan Gardan
keesokan harinya pasukan Republik Rhein dan velstand berencana mengakhiri pertempuran di Garda depan dengan seluruh prajuritnya
pasukan Garda depan telah di tembus oleh Republik Rhein dan sekutunya pasukan Gardan hanyalah tumbal pertempuran bagi mozarik Juanada
selanjutnya adalah pertempuran pasukan Artna yang berjumlah 45,000 dan 100 artileri masih mustahil bagi Artna buat bertahan
1 pasukan berhasil lolos dari medan tempur Garda depan, Garda depan bagaikan kuburan banyak Mayat kouka yang tersebar di sana
"Letnan, Saya berhasil kabur dari Garda depan" Ujar pasukan Garda depan sambil sesak nafas akibat berlari
__ADS_1
"Apa... katamu, Kamu berhasil lari dari Garda depan" ujar Artna sambil memegang pedang yang ingin memotong pala Prajurit yang lari
"Artna.... hentikan itu, jika jenderal mozarik Juanada melihat mu, kamu akan yang di penggal palanya oleh jenderal" Ujar Mayor 1 wakil Letnan
"Maaf.... saya tidak berpikir jernih, Kembali ke tempat sana, disana banyak pasukan yang terluka" Ujar Artna sambil menunjukkan jarinya menuju bunker
Hebatnya pasukan Artna mampu bertahan dari serangan Republik Rhein dan sekutunya selama 3 hari lebih
mozarik Juanada yang tahu bahwa pasukan Artna akan di tembus, memerintahkan Artna untuk mundur.
Pasukan Artna mundur sedikit demi sedikit agar pasukan musuh tidak mengetahuinya
ternyata mozarik Juanada membuat 3 lapis pertahanan untuk menghambat pergerakan pasukan Republik Rhein dan velstand, tujuan mozarik Juanada adalah membuat lobang besar dan membangun benteng alami dari gunung yang tertutup oleh dedaunan
pasukan Republik Rhein dan velstand hanya bingung mengapa seluruh pasukan kouka menghilang tanpa jejak, Ini kesempatan besar buat Republik Rhein dan velstand maju lebih dalam
pasukan musuh sudah berjalan sejauh 100 meter saat sampainya di petahana terakhir pasukan kouka menghilang, Prajurit Republik Rhein dan sekutunya langsung maju menuju Parit terakhir
__ADS_1
tapi tiba tiba senapan mesin yang berasal dari atas gunung menembaki pasukan Republik Rhein dan velstand, Pasukan musuh di hujani oleh peluru dari pasukan mozarik Juanada yang berada pada gunung tersebut
Hasilnya membuat pasukan musuh harus mundur sejauh 100 meter