Aku Seorang Prajurit

Aku Seorang Prajurit
Semua hanyalah mimpi Oliver


__ADS_3

Ternyata perdamaian itu hanyalah sebuah mimpi Oliver "Hey, Oliver segera pergi dari sini" Ujar asisten


"Apa yang terjadi? " jawab Oliver


"Kamu terbentur lalu pingsan" Jawab asistennya sekali lagi


"Mundur, ada senapan mesin" sahut prajurit


keadaan semakin parah ketika Velstand mengeluarkan Senapan mesinnya "Oliver pergi dari sini" Ujar Asisten


Oliver mencoba untuk kabur dari sana namun mereka dihujani peluru oleh Velstand, "Kemana tank kita" Sahut Oliver dari sana


"kamu tidak ingat?, kita lagi dalam pertempuran Rahasia di ibukota" jawab Asistennya


"Apa? bukannya ibukota telah direbut? " ujar Oliver sambil berlari


"Hah, Apa yang terjadi? kamu lupa ingatan kah Oliver? " Jawab Asistennya sekali lagi


Oliver menyadari sesuatu bahwa kedamaian itu hanyalah sebuah mimpi Oliver belaka, akhirnya Oliver kembali dengan setengah prajurit akibat pertempuran itu


Oliver dinyatakan Terkena penyakit paru-paru akibat menghirup udara racun Velstand, Oliver digantikan Kenny dan Kenny mulai melakukan penyerangan nya dengan Panser miliknya


di Sisi lain Yunis timur bergabung dengan Koalisi Sekutu di Asia dan Afrika, Oliver yang divonis kena penyakit paru paru hanya bisa berbaring di kasur tempat tidur


Di sisi lain Grivaldi menyerukan perjanjian Valkyrie untuk membatasi pergerakan Velstand, namun hal itu percuma


"Hans, kita pergi kesana" ujar Arfan ditengah medan tempur

__ADS_1


"Oke" ujar Hans


Hans dan Arfan pergi meninggalkan medan tempur kedalam hutan "Apakah baik baik saja kita keluar dari medan tempur" Sahut Hans


"Apakah kamu takut Hans?" Ujar Arfan


"Ya aku takut" Jawab Hans


"Arfan, ada musuh" Sahut Hans sekali lagi


"Aku akan menembaknya" Jawab Arfan


"Yaahuu, Kena 2" Sahut Arfan sekali lagi


"Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ketahuan" Ujar Hans


Saat mereka berdua lagi ingin keluar dari hutan mereka berdua melihat Korps Blok Timur yang sedang menuju Negara merdeka Kouka dari barat "Oii, lebih baik kita kembali ke ibukota dan memberitahukan masalah ini" Sahut Hans


"Apakah kita memiliki waktu kesana? " jawab Arfan


"Tidak papa, kita bisa berlari dan memiliki banyak waktu" Ujar Hans


akhirnya mereka berdua berlari ke negara mereka, namun pelarian mereka terhenti karena melihat prajurit patroli "Oii, Hans. katanya aman" sahut Arfan sambil berbisik


"Tidak semuanya akan aman Arfan" jawab Hans sambil berbisik


akhirnya mereka mengambil arah memutar untuk menghindari dari pengawasan musuh, di sisi lain Grivaldi belum mengetahui bahwa Blok Timur akan menyerang mereka dari barat tapi Grivaldi sudah siap menahan Timur dari Arah utara

__ADS_1


perjalanan mereka harus melewati rintangan yang kuat "Hahh, disaat begini jembatan malah putus" Ujar Arfan


"Arfan menghindar" Ujar Hans sambil mendorong Arfan


"apa yang kamu lakukan Hans" Bertanya si Arfan


"arfan lihatlah itu, ada Resimen infanteri dan tank, lebih baik kita kabur" ujar Hans


Musuh mengetahui keberadaan Arfan dan Hans akhirnya mereka mengejar sekaligus menembaki Arfan dan Hans "Kita lompat ke sungai" Ujar Arfan sambil melompat


Akhirnya mereka melompat ke sungai, namun Musuh tidak mengejar mereka, akhirnya Arfan dan Hans sampai di Kamp milik Kouka di sana ada Kenny


"Izinkan saya masuk untuk bertemu dengan jenderal" Sahut Arfan


"Kamu dari devisi mana? " Ujar Asistennya


"Saya Arfan hardis dari Devisi ke 32 yang dipimpin oleh Asisten jenderal Oliver" Jawab Arfan


"Kamu siapa" Ujar Asisten Kenny


"Saya Hans 1 devisi dengan Arfan" Ujar Hans


"Kamu kabur dari Medan perang ya? " ujar Asisten


"Ya, kami kabur dari medan perang, tapi kami memiliki situasi yang lebih darurat" Ujar Hans


"Apaa, Kamu saya hukum" Ujar asisten Kenny.

__ADS_1


__ADS_2