Aku Yang Kau Buang, Ayah

Aku Yang Kau Buang, Ayah
eps 1


__ADS_3

bugh....


Tiara terjatuh ke lantai karna tendangan kuat dari Suryo sang ayah, "sekali lagi kau tidak menuruti permintaan nya, maka aku akan mengusir mu dari rumah ini" kata Suryo pada Tiara.


Tiara hanya dapat menangis tanpa suara, sudah menjadi hal biasa bagi diri nya mendapat pukulan dari sang ayah hanya karena tidak menuruti kemauan saudara tiri nya Devi.


"kembali ke kamar mu, dan jangan keluar sampai aku pulang dari acara kantor, atau kau akan tau akibatnya" pekik Suryo pada Tiara


Tiara berjalan tertatih-tatih menuju kamar nya yang berada di belakang, setiap air mata yang keluar dari mata nya menandakan seberapa sakit hati nya kepada Ayah nya.


sedangkan di ruang keluarga Devi dan ibu nya tertawa bahagia melihat Tiara di siksa sang Ayah, mereka sengaja setiap hari membuat masalah dengan Tiara, jika kemauan mereka tidak di turuti oleh Tiara maka mereka akan mengadukan nya kepada sang Ayah agar dia menyiksa Tiara.


"Bu, sangat menyenangkan sekali melihat si Tiara di pukuli Ayah setiap hari" adu Devi kepada ibu nya.

__ADS_1


" iya, ibu juga senang Nak, ibu tidak harus mengotori tangan ibu untuk menyiksa anak sialan itu" kata Dania pada Devi sambil melihat-lihat kuku -kuku nya yang panjang.


"aku harus membuat dia setiap hari di pukuli Ayah bu, supaya si anak sian itu cepat mati agar aku menjadi satu-satunya putri Adiwira dan akan menjadi satu-satunya ahli waris Ayah" kekeh Devi pada ibu nya


mendengar ucapan putri nya Dania merasa senang, dan mendukung.


berbeda dengan Devi dan Ibu nya yang bahagia, Tiara di bantu Bi Asih mengompres perut nya yang sakit akibat tendangan dari sang Ayah.


"Bi, kenapa dulu ibu membiar kan ku hidup sendiri di dunia ini? kenapa ibu tidak membawa ku juga bersama nya? apa ibu bahagia melihat aku seperti ini bi? ' tanya Tiara pada Bi Asih


Bi Asih adalah satu-satu nya orang yang menyayangi Tiara dengan tulus, dia yang merawat Tiara sejak bayi.


mendengar pertanyaan Tiara, air mata Bi Asih keluar dengan sendiri nya, tetapi Cepat- cepat dia menghapus agar Tiara tidak melihat nya.

__ADS_1


'nona tidak boleh bilang begitu, Nyonya tidak mungkin bahagia melihat nona Ara begini' jelas Bi Asih sambil tersenyum hangat 'nona harus tetap sabar, suatu saat nanti Tuan pasti akan berubah menyayangi Nona Ara, karna dulu Nona adalah impian terindah Tuan dan Nyonya' sambung Bi Asih


mendengar kata-kata bi Asih air mata Tiara semakin deras 'jika aku impian terindah Ayah dan ibu, kenapa Ayah malah menyiksa ku setiap hari bi? apa hanya karna ibu menggantikan hidup nya untuk ku?' tangis Tiara makin menjadi


Bi Asih memeluk Tiara dengan sayang, memberikan kekuatan untuk Nona Muda nya yang malang ' Nona Ara harus yakin bahwa sebenarnya Tuan sangat menyayangi Nona, tapi Nona harus kuat dan sabar sampai Tuan sadar di kemudian hari bahwa putri nya yang cantik ini sangat menyayangi nya'


Tiara hanya mengangguk dalam diam di pelukan bi Asih.


'sekarang Nona Ara istirahat ya, biar cepat sembuh, nanti bi Asih buat kan sop iga kesukaan nona'


kata bi Asih sambil membaringkan Tiara di kasur kumuhnya.


Tiara dengan patuh menaati perkataan bi Asih, dia berbaring dan memeluk guling kesayangan nya.

__ADS_1


__ADS_2