Aku Yang Kau Buang, Ayah

Aku Yang Kau Buang, Ayah
eps 6


__ADS_3

bab 6.


seperti biasa Tiara ke sekolah, sudah dua minggu dia dan Louis menjadi teman sebangku , berita mengenai Louis sebagai siswa baru dengan cepat tersebar luas ke penjuru sekolah, termasuk kepada Devi.


Devi dengan angkuh berjalan memasuki kelas Louis, mata nya membelalak kaget melihat kalau anak baru yang populer di sekolah mereka ternyata satu meja dengan saudara tiri nya.


Devi kembali mengumpulkan kesadaran dan kesombongan nya berjalan mendekati meja Louis.


'Hai, gue Devi anak kelas 12 IPA 4 ' Devi mengulurkan tangan nya berharap Louis menerima nya.


Louis memandang jijik pada Devi, dia sudah biasa melihat perempuan seperti Devi di sekolah lama nya.


'oh nama gue Louis Pradipta'


tak mendapat sambutan uluran tangan, Devi akhirnya menggunakan jurus terahir yaitu pamer kekuasaan di sekolah.


'em... kalo lo butuh bantuan atau ada yang gangguin lo bilang ke gue ya, murid-murid di sini ga ada yang berani sama gue' ucap nya dengan bangga.


Louis tersenyum miring 'tadi lo bilang lo dari kelas 12 IPA 4 kan?trus kenapa bisa murid-murid disini takut sama lo? secara kan menurut gue kelas yang lo dudukin itu kelas nya orang-orang bodoh kalo ga salah'.


semua siswa di kelas itu tertawa mendengarkan Kata-kata Louis, mereka bahagia karna akhirnya ada orang yang berani melawan dan menghina Devi.


merasa di permaluka Devi dan ketiga temannya keluar dari kelas Louis, muka nya merah padam, darah berdesir marah pada Louis.


'sial, baru kali ini gue di tolak sama cowo' Devi menggeram frustasi pada teman-teman nya.


'lo bertiga juga kenapa ga bantuin gue tadi, ga ada gunanya lo semua jadi temen gue' maki Devi pada teman-teman nya.


'ya kita minta maaf Dev, kan kita ga tau kejadian nya bakal jadi gini' Kara meminta maaf pada Devi mewakili teman-teman nya.


Devi melengos lalu pergi meninggalkan mereka .

__ADS_1


'huh kalo ga karna duit sama popularitas lo di sekolah ini, gue juga ogah temenen sama lo' mereka bertiga kompak berbisik setelah Devi tak terlihat.


...****************...


Tiara kembali pulang ke rumah dengan ojek online nya, setelah membayar sesuai jumlah di aplikasi dia gegas menuju kamar nya di belakang.


dia gegas mengganti baju dan membantu bi Asih menyapu halaman belakang.


saat Tiara dan bi Asih makan siang di dapur belakang, Devi merebut piring Tiara dan menyiram nya dengan air bekas minum Bi Asih.


'maksud lo apaan tadi ngetawain gue hah? udah berani lo sama gue?iya?' bentak Devi sambil menjambak rambut panjang Tiara.


'ga Dev sumpah, gue ga ada ngetawain lo tadi' tiara meringis memegang kepala yang sakit karna jambakan Devi.


'sekali lagi lo ngetawain gue, gue botakin kepala lo' ancam Devi lalu pergi keluar hang out bersama teman-teman nya.


Tiara menangis tergugu, dia meninggalkan bi Asih dan pergi mengurung diri di kamar.


sambil mengelus dada bi Asih memohon pada Tuhan agar segera memberikan keadilan untuk nona muda nya itu.


*


*


*


*


'Tiara.... Tiara.....' suara suryo menggelegar di rumah mewah bak istana tersebut.


mendengar teriakan ayah nya, Tiara yakin kalau Devi telah mengadukan yang tidak-tidak pada ayah nya.

__ADS_1


dengan sedikit berlari Tiara menghampiri ayah nya, disana ada ibu dan saudara tiri nya.


plakk.....


pipi mulus Tiara berbekas gambar tangan suryo.


air mata nya jatuh, di raba nya pipi bekas tamparan ayah nya, sakit.... nyeri.....


tatapan mata nya bertemu dengan Devi, dengan senyum mengejek dia berdecih ke arah ayah nya..


'berani nya kau....' teriak suryo, dia tidak Terima di pandang remeh oleh Tiara, saat hendak melayangkan satu tamparan lagi ke pipi Tiara, bi Asih datang memohon.


'sudah tuan jangan, kasian non Ara tuan' sambil memohon dengan menangis pilu.


'bawa anak kurang ajar ini ke belakang bi,dasar anak tidak tau diri' hardik Suryo tanpa perasaan pada Tiara.


dengan telaten bi Asih menggandeng Tiara ke kamar nya, lalu mengompres pipi nya dengan air dingin.


'non Ara istirahat yah, biar besok segar ke sekolah nya '


Tiara hanya mengangguk, sepeninggal bi Asih Tiara kembali menangis Diam-diam,dalam keadaan seperti ini dia selalu marah pada Tuhan karna membiarkan nya hidup sebatang kara di dunia.


dia marah pada ibu nya karna lebih memilih melahirkan Tiara dari pada menyelamatkan nyawa nya sendiri .


'bu... lihat lah putri sangat menderita...Tuhan jemput saja aku... aku.... aku.... lelah...' suara Tiara tertahan karna menangisi takdir yang selalu mempermainkan nya sejak kecil


...----------------...


Happy READING🥰🥰🥰


_hallo readers nya akuh🥰😍jangan lupa like, komen, vote karya otor ya😍biar otor semangat up bab bab selanjutnya_ lopyuuu😍

__ADS_1


__ADS_2