
malam menjelang, Suryo sudah kembali ke kediaman nya, dia langsung menuju kamar, membuka ruang rahasia dan hanya dia sendiri yang mengetahui ruangan itu.
di dalam ruangan itu, dia termenung teringat sosok istri tercinta yang rela menggantikan hidup nya hanya untuk Tiara, anak yang mereka impikan.
namun setelah Tiara lahir, Suryo membenci Tiara karna di fikiran nya adalah Tiara hanya anak pembawa sial bagi diri nya dan istri nya.
'seharus nya dulu kita tidak perlu memiliki keturunan,pasti sekarang kita akan bahagia bersama melewati setiap menit waktu' kata suryo sambil menghapus genangan air mata nya.
dia mengambil bingkai foto yang bertahtakan diri nya dang sang istri saat mereka sedang melakukan gender reveal, disana ada terlukis senyum sempurna mereka, senyum kebahagiaan.
flashback on
kring... kring.....
suryo segera mengangkat panggilan masuk dari sang istri, senyum nya cerah melihat panggilan masuk tersebut
'mas, tolong perut ku sakit sekali' pekik Arabella setelah panggilan nya tersambung.
'sayang kamu kenapa? ada apa? ' tanya suryo khawatir bercampur panik
__ADS_1
'Perut ku sakit mas, cepat lah pulang' rintih Arabella sambil memegangi bagian bawah perut nya, dia segera mematikan ponsel nya.
Suryo segera keluar dari ruang kerja nya dan berlari ke parkiran, dia panik mendengar suara kesakitan istri nya, hingga saat sampai di rumah dia mendapati istri nya sudah pingsan di lantai dengan darah keluar dari kedua pangkal paha nya.
suryo yang syok, segera berlari menuju mobil nya sambil menggendong sang istri.
'tahan sebentar lagi sayang, kita akan sampai' kata suryo sambil menggenggam tangan istri nya sedangkan tangan satu lagi dia guna kan untuk mengemudikan mobil nya.
tak berselang lama suryo sudah sampai di rumah sakit, melihat bahwa ada pasien darurat segera tim dokter menangani nya dan membawa ke ruang tindakan.
'tolong selamat kan istri dan anak saya dok' kata suryo dengan penuh keputus asa an
sang dokter hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
dokter keluar untuk berdiskusi dengan suryo, melihat dokter keluar suryo cepat berdiri 'bagaimana istri dan anak saya dok?' tanya suryo harap-harap cemas
'kondisinya sangat memprihatinkan, kami harus melakukan tindakan dan hanya dapat menyelamatkan salah satu nyawa dari mereka' jelas dokter kepada suryo
mendengar penjelasan dokter, suryo luruh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya, dia bingung, dia sangat mencintai Arabella tapi juga sangat menginginkan anak nya tersebut.
__ADS_1
di tengah-tengah kebingungan salah satu perawat datang dan memberitahu kalau Arabella sadar dan ingin bertemu dengan suami nya.
'Dok, pasien sadar dan ingin bertemu dengan suami nya' kata perawat tersebut.
mendengar penjelasan itu, suryo bergegas masuk ke dalam ruang tindakan, dia tidak kuat melihat belahan jiwa nya terbaring tak berdaya di bangsal rumah sakit.
melihat suami nya datang, Arabella mengangkat tangan dan tersenyum kepada sang suami
suryo segera menggenggam tangan sang istri dan mencium nya.
'tadi suster bilang kalau kau harus memilih salah satu dari kami,apa itu benar?'tanya Arabella dengan suara bergetar menahan tangis.
suryo tidak dapat menahan air mata nya lagi, dia menangis di depan istri nya.
'kau jagalah anak kita dengan baik, aku memberikan kehidupan ku pada nya, agar kelak dia menjadi penawar rindu mu pada ku' kata Arabella pada suami nya
'tidak tidak, kau harus bertahan, kau akan selamat dan sehat' kata suryo sambil menangis mencium kening istri nya
'dengarkan lah aku sekali ini saja, aku bahagia bisa memberi mu keturunan, kau harus merawat dan mendidik nya dengan benar agar dia menjadi gadis yang cantik seperti ku' kata Arabella sambil menangis.
__ADS_1
setelah mengatakan itu Arabella kehilangan kesadaran nya , tim dokter langsung melakukan tindakan dan melakukan seperti apa yang di katakan Arabella.
flashback off