
**BANDUNG, INDONESIA
POV AHMAD DOMANI**
Pria berasal dari Britaraya Inggris tidak asing dengan kota bandung dengan julukan Paris Van Java, kota yang sejuk dan indah memiliki nilai tersendiri untuk ahmad domani...
Kini pria parubaya itu sedang berhenti di Alun\-Alun Bandung dengan bernostalgia sambil melihat bangunan\-bangunan tua yang masih kokoh di masa sekarang dengan penataan kota...
masih teringat awal mula ahmad domani mengunjungi kota bandung tempat ini sering menjadi tempat poluler dijaman tahun 1985 ternyata kota bandung semakin berkembang banyak gedung pencakar langit, kalo dulu bisa dihitung jari gedung tinggi..
kini ahmad domani masuk ke mobil dan mengikuti arah sopir membawa ke hotel tapi ada dering telpon dari orang suruhan ahmad domani dan lihatlah kini ahmad domani tersenyum miring dan mematikan ponsel secara sepihak...
sambil mengepal keras telapak tangan " *Ternyata kamu di borneo rose aku mencarimu ternyata kamu lebih pintar.. guman ahmad domani sambil menutup mata sambil mengingat rose istrinya..
" aku belum menceraikanmu tapi kamu sudah berkeluarga di borneo.. lirih ahmad domani sambil membuka mata..
__ADS_1
⭕⭕⭕*
**SEMINGGU KEMUDIAN**
Seminggu sudah kepergian ibu hamidah, nanti malam seperti tradisi indonesia untuk mengadakan yaasinan untuk seminggu kepergian ibu hamidah
kini setelah acara selesai kini ibu rosdiana beristirahat untuk besok berangkat jam 10 pagi menuju kalimantan untuk kembali berkerja
**KEESOKAN HARINYA**
setelah mempersiapakan koper kini ibu rosdiana diantar pak ehsan bersama istrinya ibu rita mengantar ke bandara saudarinya ibu rosdiana berangkat menuju kalimantan..
setelah mereka salaman perpisahan rasanya baru seminggu mereka bersama kini mereka harus berpisah kembali...
namun ada sosok pria berkaca mata dengan jas coklat senada celana panjang menuju ibu rosdiana, ketika semakin dekat awalnya pria itu ragu tapi dia memberanikan diri...
Suara itu lama tak terdengar oleh ibu rosdiana tapi dengan akal sehat tidak mungkin pria bule itu kembali lagi namun ibu rosdiana mencoba tenang mungkin salah mendengar \(halusinasi\)
suara itu terdengar kembali " Rose Gula pasirku berbaliklah aku hanya ingin mengucapkan kata perpisahan "
sontak suara itu membuat ibu rosdiana berbalik ke belakang dan melihat pria bertubuh tinggi besar dangan otot yang tidak muda lagi, dan ibu rosdiana menghamiri pria itu dan mereka saling menatap pria itu masih setia memakai kacamata hitam...
" kumaha mang.. ada yang bisa saya bantu atuh.. ucap ibu rosdiana berusaha normalkan detak jantung jika pria itu adalah mantan suaminya yang pergi meninggalkan dan membawa putranya..
pria itu tersenyum miring " *dia selalu memakai bahasa yang tidak ku mengerti aku harus jawab apa* ?
__ADS_1
" Apakah kamu lupa padaku.. jawab pria itu sambil membuka kacamatanya
mereka saling melihat bersamaan dan ibu rosdiana sungguh terkejut jika yang memanggilanya adalah ahmad domani..
seketika ibu rosdiana mencoba mundur perlahan tangan kekar menangkap tangan kecil ibu rosdiana masih seperti dulu jika terkejut akan mundur perlahan...
" aku janji ini pertemuan terahir aku tidak menganggumu.. ucap ahmad domani dengan suara bariton yang mana membuat ibu rosdiana kaget dengan sikap mantan suaminya...
pria itu mendekat dan melihat manik mata hitam ibu rosdiana, meskipun sudah berumur 40an tapi masih muda dan sedikit ditumbuhi uban disela-sela rambut tersembunyinya...
ahmad domani memberi sebuah kartu nama alexander domani dan diberikan kepada ibu rosdiana dan rosdiana secikit ragu\-ragu menerimanya...
" itu kartu nama iman rose hubungilah iman menunggu kabarmu... ucap ahmad membuat rose langsung mengambil kartu nama dan menyimpan di tas...
ketika melakukan check in ahmad domani berpamitan bersalaman entah keberanian dari mana ibu rosdiana mencium punggung tangan ahmad domani dangan gugup ahmad mengelus rambut halus yang tidak sehalus dulu ketika mereka masih suami istri...
kini ibu rosdiana pergi meninggalkan dan entah kenapa hati terasa hancur ketika dia meninggalkan tempat dimana bertemu dengan mantan suaminya
__ADS_1
" *kamu masih kasepp aa ahmad mana mungkin kamu duda pasti kamu disayang istrimu di london aku hanya istri kampungan saja " lirih ibu rosdiana sambil mengeret kopernya dan menahan rasa rindu kepada mantan suami kasepnya tidak mendapatkan status kejelasan pernikahan*...