Alexander Mencintai Gadis..

Alexander Mencintai Gadis..
Third


__ADS_3

BALIKPAPAN, INDONESIAN


Keringat membasahi dahi wanita parubaya yang sedang berkerja menjadi Asisten Rumah Tangga Keluarga Wijaya


Wanita parubaya yang masih cantik diusia tidak muda ini bernama Rosdiana sedang membersihkan halaman rumah dan menyiram bunga keluarga wijaya


" Bibi Ros.. Bibi Ros...


Teriak Anak Gadis kecil bernama Emily


" Iyaa nona sebentar bibi di halaman


Jawab Ibu Rosdiana sedikit berteriak dengan posisi sedang menyiram bunga


Setelah selesai, Ibu Rosdiana menuju dapur dibelakang dan di meja makan duduklah emily dengan kursi rodanya sambil tersenyum ibu rosdiana bertanya


" mohon maaf tadi bibi dibelakang, nona emily memerlukan sesuatu...


kata Ibu Rosdiana sambil menuangkan Susu hangat di stanless bottle...


" bibi besok aku harus terapi...


ucap emily sedikit menundukan kepala

__ADS_1


Ibu Rosdiana hanya diam karna mengerti perasaan anak majikanya yang masih muda cantik yang dulu sangat aktif dengan kegiatannya


Hari sudah malam waktu menujukan pukul 10 malam tapi ibu rosdiana hanya bisa merenung nasibnya yang sungguh malang hanya tetesan air matanya menjadi saksi betapa menderitanya selama ini merindukan putranya...


FLASHBACK VOC IBU RUSDIANA


Bandung, Desember 1989


 


Suara gelas pecah memecahkan keheningan dirumah mode tempo doeloe ketika mendapat informasi jika suaminya selama ini punya istri di London, dan terkejutnya jika istri di London adalah istri pertamanya...


 


ketika Ahmad Domani masuk kerumahnya menghamiri istrinya sedang duduk dikursi ulin jati, dan melihat istrinya menangis Pria Asing itu bertanya...


" Kenapa kamu menangis...


Ucap Mr Ahmad Domani menggunakan bahasa indonesia tapi aksen inggris


" why are you lying domani"


(kenapa kamu membohongiku domani)

__ADS_1


Jawab Ibu Rosdiana berteriak wajahnya merah dan memukul dada Ahmad Domani


" I love you but you have a wife there


(aku mencintaimu tapi kamu punya istri)


Ucap Ibu Rosdiana sambil berteriak dan


kembali menangis terseduh-seduh...


Ibu Rosdiana kembali kekamar Anaknya rasanya sakit menerima kenyataan ini meskipun pernikahan siri tapi telah lahirlah anak tampan khas Eropa...


Ibu Rosdiana Mencium putranya penuh kasih sayang tidak ingin terpisahkan dan tertidur satu ranjang bersama...


Ketika Pagi hari bunyi Ayam berkokok Ibu Rosdiana Terbangun dan melihat kasurnya kosong tidak melihat putranya setelah membuka jendela kamar menuju ruang tamu ada sebuah tulisan...


BANDUNG DESEMBER 1989


Untukmu Cintaku Rosdiana


Maafkan aku telah membohongimu aku belum berpisah resmi dengan istriku, tapi kamu istriku youare so beautifull biarlah alexander bersamaku di London


seketika Ibu Rosdiana Terduduk Lemes tak berdaya bukan karna kehilangan Pria Asing itu tapi kehilangan putranya yang masih 3 tahun...

__ADS_1


MAAF JIKA ADA KESALAHAN TULISAN MOHON MINTA MAAFNYA KARNA NOVEL PERDANA JADJ BUTUH KRITIK & SARAN


__ADS_2