Ammy

Ammy
1.1 Koma


__ADS_3

Aa.. aa.. aaa..


Bruakk.


Wiu,, wiu,, wiu,, wiu,, wiu,, wiu,,,


Di suatu tempat yang cukup gelap, seketika cahaya yang ada melelap, bulan yang tadinya setengah muncul kini tertutup awan hitam. lampu jalanan ikut mati.


Santai santai dan santai sering terjadi di tempat itu, setiap orang yang melewati tempat itu semua merasa aneh, seperti ada dunia lain di dalamnya.


Namun, Detik demi detik berjalan bulan mulai tampak kembali, ricuhan warga sekitar membuat semua gempar. saat mobil itu datang.


perawat rumah sakit segera bergegas menolong sang pasien, baik itu korban kecelakaan, ataupun demam saja, rumah sakit siap sedia.



Roda kasur pasien sangat cepat berputar mengantar pasien keruangan penanganan. perawat serta dokter memulai memeriksa dan memberikan penanganan dengan baik.



Dua roda kasur yang tadinya bergandengan antara ibu dan anak, sekarang harus terpisahkan, sang anak pasien mengalami kekurangan darah, dipisahkan di sebuah ruangan yang berbeda. Seorang ibu pasien yang masih bisa membuka matanya namun belum bisa bertemu anaknya, sang anak harus mengalami koma karena stok darahnya yang kurang.



Pagi yang cerah di rumah Sun Bae ibu dari si anak sulung yang bernama Bae kyun dengan nama asli Oh Bae kyun. keluarga kecil yang penuh kebahagiaan dengan adanya Bae kyun putrinya membuat rumah terasa syurga. meskipun keluarga nya tidak lengkap tanpa seorang kepala keluarga, tetapi ibu Bae mampu menjadi keduanya.


Meskipun Bae kyun tidak tahu keberadaan sang ayah dan apakah ayahnya sudah tidak ada. Bae kyun tidak pernah tau dengan ayahnya, meski sesekali ingin mencari tahu tapi selalu saja tidak menemukan nya.


..."Entahlah siapapun ayahku, siapapun dia aku tetap mencintainya, aku percaya bahwa dia seorang ayah baik baik makanya dia bisa mencintai ibuku yang luar biasa"...


....


Bwaaa,,


lagi lagi Bae kyun mengagetkan ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur, membuat ibunya terkejut dan menatap anaknya tanpa merasa marah sedikitpun, bibirnya yang cantik malah melintang memberi senyuman pagi untuk anak tercintanya.


"Ishh,, selalu saja kau begini pada ibumu" tersenyum sedikit dan menatap anaknya. "Hari ini hari minggu, aktivitas apa yang akan kamu lakukan!! "


"Mmm?? " Sedikit berpikir, dan mendekati ibunya sambil bermanja, "Tentu saja hari ini aku akan membantu ibu" sedikit memperlihatkan giginya dengan manis.


"Memangnya kau mau membantu ibu apa! " Ibunya bertanya karena pasakannya saja sudah pada jadi tinggal mencuci piring dan menggoreng ikan yang tersisa.


"Hmm,, bukannya kau takut pada ikan" Ibunya sedikit meledek Bae kyun yang cengengesan malu karena kesiangan bangun tidur, matanya mulai mencari jawaban selain menggoreng ikan, lalu ia tersenyum saat melihat piring yang kotor belum dicuci.


"Tenang saja aku akan membantu ibu mencuci piring, ibu lanjutkan menggoreng" Segera membenarkan lengan bajunya agar tidak kecipratan air dan sabun.


"Hmm,, ada saja kamu saat bermanja pada ibu, tapi tetap berhati-hati di bagian cucian piring itu ada pisau" Ucap ibunya sambil membalikan ikan yang sudah digoreng sebagian.


"Hmm,, aku akan berhati-hati, lagipula aku kan kuat" Ucap Bae kyun dengan tangguh dan memulai mencuci piring tersebut.


mereka sibuk pada bagiannya masing-masing pekerjaannya, tiba-tiba ikan yang sedang ibunya goreng meletuk dan membuat Bae kyun kaget dan piring yang ia pegang pecah, dengan kagetnya ibu Bae kyun mengangkat langsung ikan itu dan Bae kyun terkejut saat kejadian itu terjadi, kemudian ia segera membereskan piring yang terpecah belah di lantai.


"Maaf ibu maafin Bae kyun, Bae kyun tidak sengaja, aku akan membereskannya segera" Dengan terburu-buru nya ia mengumpulkan pecahan beling, sehingga tangannya berdarah terkena beling tersebut.


"Awww.. " Bae kyun kesakitan dan melepaskan pecahan beling tersebut dari tangannya. mendengar Bae kyun menjerit kesakitan ibunya segera menyentuh tangan Bae kyun dan segera mencium jarinya yang terkena beling itu. menyedot beling kecil yang masuk pada tangannya.


"Baek hyun ibu sudah bilang, berhati-hati lah" Sambil terus mencium-cium tangan anaknya itu, ibunya tiba-tiba mengeluarkan air mata yang mendarat ditangan Bae kyun.


"Ibu, apakah ibu menangis! " Bae kyun terkejut dengan titisan air mata dari ibunya tidak biasanya ibunya mengeluarkan air mata di hadapan nya.

__ADS_1


"Tenanglah ibu, tanganku tidak apa-apa aku hanya tergores sedikit, lagipula ini tidak sakit" Menegakan ibunya yang terus tertunduk mencium-cium tangannya.


"Ibu sangat khawatir sekali, jika anak ibu terluka, hati ibu merasa ikut sakit meskipun hanya luka kecil" Ibunya sangat mengkhawatirkan sekali anaknya.


kasih sayang seorang ibu memang tidak ada tandingannya, dengan hatinya yang lembut, yang mampu membuat seorang anak nyaman saat berada di dekatnya.


"Sudah lain kali jangan mencuci piring lagi, ibu tidak mau melihat kamu seperti ini lagi"


"Ibu. sudah cukup, Baek hyun tidak apa-apa luka sedikit tidak sakit. Baek hyun sudah katakan bae kyun kuat" Tersenyum meski ibunya terus berkaca-kaca sangat khawatir.


"Ibu tidak ingin melihat badanmu ada luka, apalagi tanganmu yang cantik ini, ibu tidak mau. sudah kamu duduk saja di situ biar ibu yang melanjutkan mencuci piringnya" Mengantarkan anaknya ke sofa.


Sungguh aneh, Baek hyun pun merasa sedikit aneh, kenapa hari ini ibu sangat mudah menangis, air mata cepat keluar, dalam hitungan detikpun air mata itu bisa dengan cepat membasahi pipi nya.


"Ada apa dengan ibu, kenapa hari ini dia mudah sekali menangis, padahal tanganku hanya tergores sedikit?? " bertanya tanya.


"Ibu, apakah ibu baik-baik saja? kenapa hari ini ibu mudah menangis?? " Tanya Bae kyun pada ibunya.


kemudian Ibunya menghampiri menghampiri Bae kyun dengan cepat.


"Malam tadi ibu bermimpi buruk, dan itu bersangkutan dengan mu bae kyun, tapi ibu tidak akan menceritakannya, itu tidak baik"


"Memangnya ibu bermimpi apa?" bicaralah aku ingin tahu mimpi ibu itu, mengapa ibu bisa mengatakan bahwa mimpi itu mimpi buruk? "


"Tidak Bae kyun ibu tidak mau menceritakannya, memikirkannya pun ibu merasa sangat sedih"


"hmmm😞 ya sudah jika ibu tidak mau bercerita, aku mengerti" sedikit sedih.


"Oh ya Baek hyun, bukannya kita akan pergi berlibur ke rumah nenek, apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya" Tanya ibunya yang mulai melintang kan bibirnya.


Hari ini Sun Bae mengajak Bae kyun pergi berlibur ke rumah neneknya, Sudah beberapa bulan Bae kyun belum bertemu lagi dengannya, tentu minggu ini Bae kyun sangat senang akan bertemu dengan nenek kesayangannya.


"Oh iya aku lupa, aku mau mengemas baju dulu ya bu" Ucap dia senang dan bergegas berjalan ke kamarnya untuk membereskan barang-barang yang akan dia bawa nanti saat pergi ke rumah nenek.


kamar//


Baju yang tertata rapi di lemari kini sedang di pilih-pilih untuk di masukan kedalam koper yang sudah ia siapkan. gaun yang berwarna merah hadiah dari sang ibu, tak pernah ditinggalkan, selalu di bawa kemana-mana.


meskipun warnanya sudah lumayan luntur tapi tetap saja ia selalu memakainya, gaun tersebut adalah gaun yang istimewa bagi dirinya.


" Bae kyun sekalian mandi juga ibu sudah memesan mobil, ibu tunggu di depan ya" Teriak ibunya.


"Iya bu sebentar, bentar lagi aku mandi" Jawab Bae kyun dalam kamar. kemudian ibunya bergegas ke teras depan untuk menunggu mobil yang sudah ia pesankan.


"Haduh aku harus pakai baju apa!! apakah baju ini(mengibarkan baju putih dengan rok pinknya) atau yang ini (Mengibarkan baju satunya lagi yang berwarna biru polos), aduh aku jadi bingung, baju mana yang akan aku pakai" Bae kyun kebingungan untuk memilih pakaian yang akan ia pakai sekarang untuk pergi ke rumah nenek.


Dengan menyempatkan waktunya sedikit, Bae kyun berlari keluar dan bertanya pada ibunya bagus memakai baju apa untuk pergi ke nenek.


dalam soal per outfit an, Bae kyun kurang mengerti dan tidak bisa mencocokannya, setiap memakai baju pilihannya selalu tidak bagus untuk dilihat, maka dari itu ia bertanya pada ibunya setiap harinya.


"Ibu menurut ibu aku pakai baju apa hari ini! aku harus terlihat cantik saat bertemu nenek nanti"


"Pakai saja yang waktu itu ibu beli"


"Tapi itu terlalu besar. bagaimana kalo memakai gaun yang ibu berikan saat ulang tahunku saja, itu sangat bagus dan aku menyukainya"


belum sempat ibunya berbicara ia sudah pasti dengan pilihannya. "Ishh anak itu, tidak bisa membedakan kemana mau pergi dan seperti apa baju yang akan ia pakai, pikirannya masih kekanak-kanakan"


"lagipula bajunya sudah mulai jelek, tapi masih saja dipakai" Gumam ibunya yang menatap anaknya yang terlengkak lengkok senang dengan baju pilihannya.

__ADS_1


Tidd,, tidd,,


suara klakson mobil berbunyi membuat Sun Bae melirik cepat ke depan. "Eh sudah nyampe ya, bentar ya pak"


segera berlari kedalam rumah dan memanggil Baek hyun. "Bae kyun cepat, mobilnya sudah datang" Teriak ibunya. Bae kyun yang mendengarnya terkejut.


"Apa!! tapi aku baru saja mu mandi, tunggu sebentar"


"Cepat, kasian bapak supirnya sudah menunggu, (Iya tunggu dulu//Ucap Bae hyun dalam kamar), Ishh dasar anak perawan, apa-apa lama" sambung ibunya.


Kembali ke teras depan untuk meminta supirnya tunggu sebentar lagi. "pak tunggu sebentar ya, anak saya masih mandi".


" Iya tidak papa bu" Jawab supir tersebut dengan ramah.


"Bae kyun cepetan, ibu tinggal nih" Teriak ibunya kembali.


Bae kyun dengan cepat mengguyurkan air kebadannya, dan memakai sabun dan sampo, kemudian membersihkannya kembali dan segera keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk satu lagi.


bergegas memakai baju, bercermin sambil merias wajahnya dengan bedak, dan menyisir rambutnya dengan cepat, sampai dia tidak menyadari bahwa dirinya belum gosok gigi.


"Tunggu dulu (bercermin), Sepertinya aku belum gosok gigi" Melamun.


"Bae kyun cepat, bapak supirnya sudah menunggu"


//Tidak papa bu, ucap supirnya// Sun bae tersenyum.


Bae kyun tersadar segera menyisir rambutnya kembali, sudah selesai menyisir rambut Bae kyun berlari dengan tas gendong kecilnya yang sangat ia suka.


"Iya bu, ibu teriak teriak terus" Ucapnya sampai di teras depan.


"Lama banget mandinya, kesian tuh bapak supirnya nunggu lama" //Iya gak papa bu, ucap supirnya//


"Ishh ibu, pak supirnya juga bilang ak papa, karena ibu teriak teriak terus memanggilku, aku sampai lupa menggosok gigi" Cemberut karena belum benar-benar siap.


"Huhh pasti saja begitu, sudah ayo cepat biar nanti saja gosok giginya di rumah nenek" Ucap ibunya sambil membuka pintu mobil dan memasukan barang yang dibawa Bae kyun.


"Barang-barang mu sudah cukup segini!! " Tanya ibunya. "Heem, lagipula baju yang aku suka cuman itu saja, jadi aku tidak banyak-banyak membawa baju, biar nanti dibeliin sama nenek heheh" Cengengesan.


"Ya sudah cepat masuk, ibu mau kunci pintu dulu, tapi udah semua, gak ada yang ketinggalan! "


"Tidak ada itu sudah semuanya"


sesudah mengunci rumah, Sun Bae segera berlari ke mobil dan setengah di jalan ia terkejut dengan suara petir, seketika melihat langit dan segera masuk mobil.


"Sepertinya akan hujan, ayo pak cepat keburu hujannya turun" Ucap Sun Bae yang sudah masuk dalam mobil.


Mobil segera melaju, baru saja Sun Bae berbicara akan turun hujan, tidak lama satu persatu buliran hujan membasahi kaca depan mobil, semakin banyak dan makin berisik.


Awan yang tadinya cerah berwarna biru kini berubah menjadi abu, entah kenapa hujan kali ini terasa sangat sunyi, siang pun serasa malam karena awan yang menutupi sinar.


"Mengapa sangat sepi sekali ya di jalanan hari-hari ini? " //Katanya sih bu, mereka ambil jalur memutar, konon katanya jalan ini banyak sekali memakan korban, tapi saya tidak percaya, ada yang bilang melihat seseorang menyebrang, ada suara aneh lah, sampai ada yang bilang lampu jalanan.. // belum saja pak supir itu selesai berbicara ia mengalaminya.


lampu jalanan menjadi gelap dan mobilnya tiba-tiba tidak bisa dikontrol, seperti seseorang menahan tangannya untuk memutar setir tersebut.


"Eh kenapa goyang-goyang mobil nya pak!! " Mereka semua dalam mobil panik, pak supir bingung harus apa, mulutnya tidak bisa berbicara badannya membeku tidak bisa mengendalikan mobil.


"Ibu bagaimana ini!! pak bapak dengar kita kan" mereka benar-benar panik tidak tahu harus bagaimana, cahaya putih dari depan tiba-tiba datang dengan cepat dan...


Bruakkk..

__ADS_1


Mobil yang mereka kendarai terjungkal, sun bae dan bae kyun pingsan beserta pak supir meninggal di tempat. Untung saja mobil ambulance lewat ke jalan tersebut dan segera membantu menangani korban kecelakaan tunggal tersebut.


...


__ADS_2