Ammy

Ammy
2.1 Dimana Aku!!


__ADS_3

"Eh kenapa goyang-goyang mobil nya pak!! " Mereka semua dalam mobil panik, pak supir bingung harus apa, mulutnya tidak bisa berbicara badannya membeku tidak bisa mengendalikan mobil.


"Ibu bagaimana ini!! pak bapak dengar kita kan" mereka benar-benar panik tidak tahu harus bagaimana, cahaya putih dari depan tiba-tiba datang dengan cepat dan...


Bruakkk..


Mobil yang mereka kendarai terjungkal, saat itu juga Bae hyun tidak ingat apapun, ia berpikir dirinya sudah meninggal dan tidak bisa diselamatkan.


🌸🌸🌸


Suara bising dari luar terdengar oleh Bae hyun. ia masih tidak menyadari bahwa suara bising itu berada sangat dekat dengan dirinya.


"Apa yang mereka bicarakan, kenapa sangat berisik" masih dengan mata tertutup.


//Sampai kapan kita akan seperti ini, ini sudah tahun 2017 tapi kita belum bisa debut//


Tiba-tiba ia tersadar saat mendengar ucapan itu, "Debut?!" terkejut mendengar ucapan tersebut.


melihat sekitar berbeda ia merasa aneh.


"Apakah aku tidak salah mendengar!!" mencari sumber suara tersebut, Bae hyun bahkan tidak melihat siapapun di sekitarnya, suara itu kembali berbicara.


"Sepertinya sumber tersebut dari ruangan itu!!" Berjalan dengan pelan menuju ruangan tersebut, //Aaa..// teriak dari luar membuat Bae hyun terkejut.


"Dia kenapa!! apa jangan-jangan dia di amuk masa, (terkejut), aku harus menolongnya" segera membuka pintu.


"Ehh, kok gak bisa" Bae hyun kembali terkejut tangannya tidak bisa menggapai handle pintu, tangannya menembus pada handle tersebut.


"Kenapa tidak bisa!! " Mencoba kembali tapi tetap sama tangannya tidak bisa meraihnya, seseorang membuka dari luar dan menembus pada badannya Bae hyun.



Kim SeokJin dengan nama panggilan Jin santainya ia membuka pintu, saat dirinya melewati Bae hyun, jin merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"kenapa tubuh ku tiba-tiba lemas!!" berfikir.


"Dia bisa melewati ku? tidak! apakah aku sudah mati!! mana mungkin dia bisa menembus badanku" Bae hyun terkejut mana mungkin itu terjadi, ia melihat seluruh badannya.


Jin yang masih merasa aneh melirik sekeliling, saat pandangannya berputar kebelakang ia terkejut.


"Aaaa,, siapa kau!! kenapa bisa masuk ke kamarku" Baek hyun terkejut, para Hyung lainpun ikut terkejut mendengar teriakan jin, mereka bertanya tanya dan segera berlari ke kamar seokjin.


"Ada apa hyung? kenapa kau berteriak seperti itu! " Ucap kookie si bontot yang mempunyai nama asli Jeon Jungkook



"Ku kira ada apa, mengganggu tidurku saja" Ucap Suga kakak kedua kookie.



"Hyung apa yang sudah terjadi" Sambung Ncim kakak ke-5, Dengan nama asli Park Jimin si paling imut dan soft boy.



"Apa kalian tidak melihat di samping kalian!! wanita itu" Ucap Jin sambil menunjuk pada Bae hyun.


"Hahh,, Aku, ada apa denganku" Ucap Bae hyun bingung.


"Wanita apa maksudmu?? kami tidak melihatnya" Jawab RM adik jin yang ke-4, dengan nama asli Kim NamJoon.



"Sepertinya dia halusinasi" Sambung hobi tersenyum kecil, ia kakak dari RM dengan nama asli Jung hoseok



"Bukan, sepertinya efek terjedot pintu tadi" Sambung V(tetet) nama asli Kim Taehyung, sambil tersenyum memperlihatkan giginya.



"Issh untuk apa aku berbohong, coba kau liat benar-benar dengan mata"


"Apa maksudmu!! memangnya kita melihat pakai apa kalo bukan pakai mata!!" Sambung suga tidak terima dengan ucapan jin yang bernada tinggi.

__ADS_1


" Sudah-sudah Hyung, di sini tidak ada apa-apa, hanya ada kita" Ucap Jimin lembut.


" Ya, kenapa kalian tidak pernah percaya padaku. haruskah aku menunjukannya!! "


" Lihat sebelah sini " Menunjuk Bae hyun yang tiba-tiba tidak ada di tempat, menghilang entah kemana.


" Eh dimana wanita tadi " Terkejut.


"Sudah ku bilang kau itu halusinasi, sudahlah Hyung sepertinya kau butuh istirahat banyak" Sambung J-Hope.


"Aishh,, benarkah!! sepertinya aku kebanyakan beraktivitas hari ini, jadi berhalusinasi"


"Terima kasih J-Hope, aku istirahat dulu" Jawab jin berjalan ke kasurnya.


" Ya sudah Hyung kami juga mau istirahat " Ucap RM.


..


mereka kembali ke kamarnya masing-masing kamar terdapat dua tempat tidur, setiap satu kamarnya bisa dua orang atau tiga orang.


jin yang satu kamar dengan suga terlihat lumayan tentram, J-Hope yang satu kamar dengan RM terlihat sangat rapih dan enak dipandang, sedangkan V, kookie dan Jimin satu kamar bertiga terlihat sangat sumpek.


si bontot kookie yang tidak suka sempit ia lebih memilih kasur kecil yang cukup untuk dirinya saja, sedangkan V dan Jimin memakai kasur yang cukup besar untuk mereka tidur.


..


Mereka hidup bersama karena satu asrama di Bighit Entertaiment, mereka sedang mengalami suka dukanya kehidupan, mereka pernah sempat debut di kota asalnya namun malah dibatalkan oleh pihak perusahaan, karena kekurangan modal untuk kostum dan sebagainya, sehingga mereka harus berjuang menabung uang untuk debut selanjutnya agar tidak dibatalkan kembali.


Mereka sedang berjuang mencari pekerjaan di setiap harinya, namun tidak ada perusahaan yang menerima mereka, sampai mereka mempunyai keputusan untuk bubar dari grupnya yang diberi nama BTS (Bangtan Sonyeondan) yang memiliki arti Bulletproof Boy Scouts. Dalam bahasa Korea, bangtan berarti bulletproof atau anti peluru sedangkan sonyeondan berarti sekelompok anak laki-laki.


Namun, RM sebagai leadernya harus bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dengan grupnya, mereka semua pun tidak hanya mementingkan dirinya sendiri tapi juga menjadi saudara dan keluarga untuk setiap membernya.


dengan dukungan dari setiap membernya merekapun bisa bersama-sama membangun kembali dan bersemangat untuk bersama dan mengharumkan namanya serta negaranya.


...


Seperti biasanya pagi-pagi jin bangun menyiapkan makanan untuk para adiknya, sebagai kakak paling tua kesehatan serta pola makan adiknya harus dijaga dengan baik, apalagi dia adalah kakak paling besar jadi tanggungjawab nya merawat adik-adiknya, meski bukan adik kandung tapi kasih sayangnya seperti pada adik kandungnya sendiri.


"Di pagi hari seperti ini mie tidak baik untuk tubuh, sepertinya aku harus pergi ke pasar, aku akan siap-siap pergi sekarang"


Dengan semangatnya jin memulai harinya dengan senyuman alpaca nya.


"Aku harus hati-hati agar suga tidak bangun" membuka dengan pelan laci tempat menyimpan uangnya serta mengambil jaket dan masker untuk menjaga-jaga kesehatannya.


Saat dirinya ingin berbalik tiba-tiba Bae hyun menampakan dirinya lagi di hadapan jin, sampai ia terkejut.


"Kau!! (menggosok matanya) kenapa masih ada!! " Terus menerus menggosok matanya. "Sepertinya sakit di kepalaku membuatku halusinasi berkepanjangan"


"Tidak. kau tidak halusinasi, kau benar-benar bisa melihatku (Jin terkejut menatap Bae hyun), aku akan menjadi temanmu setiap harinya"


"Tidak!! " Teriaknya membuat suga terbangun, jin langsung membungkam mulutnya dan meminta maaf.


"Maaf Yoongi, kau bisa tidur kembali aku ingin pergi ke pasar" Ucap jin terburu-buru dan segera beranjak pergi tanpa menghiraukan Bae hyun.


Bae hyun melirik jin dan kembali melihat suga yang masih ngantuk, "hehehe kakak itu sangat lucu, mukanya seperti kucing" tersenyum menatap Yoon-gi.


Yoongi yang masih merasa ngantuk tapi masih ingin membukakan matanya tiba-tiba terkejut melihat Bae hyun yang tersenyum menatapnya.


"Wooh siapa kau!!" Tanya Yoongi terkejut.


"Aku!! (Datar) apakah dia juga bisa melihatku? "


"Iya kau, kau pacarnya Hyung jin!! kenapa kau bisa masuk ke dalam kamar ku? " masih terkejut, Bae hyun tersenyum dan berbicara dalam hati.


//Ooh namanya jin//" Oke bye " sambung nya sambil pergi menghilang.


"Ehh" Terkejut lalu menggosok matanya, "Aishh sepertinya aku kebanyakan tidur jadi seperti ini, aku lanjut tidur saja" Gumamnya sembari membaringkan kembali badannya.


..


Di perjalanan jin berbicara sendiri ia lupa membawa tas untuk belanjaannya karena terburu-buru.


"Huhh kenapa aku banyak lupa sekarang, apa karena faktor umur! " Keluhnya sambil berjalan, perasaan jin merasa ada yang aneh, sepertinya ada seseorang yang mengikutinya di belakang.

__ADS_1


"Sepertinya seseorang mengikuti dibelakang, aku harus menggenggam erat uangku pasti itu rampok yang ingin coba-coba mengambil uangku, dia belum tau aku punya jurus handalan" Gumamnya dalam hati dengan terus berjalan pura-pura tidak tahu.


Jin yang menunggu rampok itu melakukan aksinya tidak ada reaksi sama sekali, ia curiga orang tersebut masih mengambil ancang-ancang.


"Lihat saja memangnya aku tidak tahu" masih santai berjalan.


"Hmmm apakah dia tidak menyadari ku!! " Bae hyun cemberut, tersenyum tipis " Sedikit jahil sepertinya tidak apa" berjalan semakin dekat dan siap untuk mengagetkan nya.


Duarrr..


Jin terkejut sampai ia merasa lemah sambil menekan dadanya, "A-apa kau tidak apa-apa, aku minta maaf aku tidak bermaksud (Jin melirik, terdiam menatap Bae hyun) siapa suruh kau cuek padaku" Bae hyun menegakkan badannya dan merasa kesal.


"Ahh,, halusinasi apalagi, siapa wanita itu kenapa dia datang terus-menerus, sepertinya otakku harus diganti pakai otak domba"


"Kau tidak halusinasi, aku akan selalu ada di manapun, aku sudah bilang padamu aku akan menjadi temanmu"


"huhh lihatlah diriku ini aku melihat bayangan ini berbicara padaku, sungguh sangat bahaya jika seseorang kejedot pintu, sepertinya aku harus cepat-cepat ke dokter untuk memeriksanya" Tidak percaya dengan apa yang ia lihat, padahal itu benar-benar nyata.


Jin melanjutkan jalannya sambil terus bergumam yang aneh-aneh tentang dirinya seperti, "Aku seperti orang gila berbicara sendiri, untung saja tadi tidak ada orang yang melihatnya" terus berjalan.


"Apa!! dia tidak percaya dengan keberadaan ku, heumm awas saja aku bakal buktikan kalau aku benar-benar ada bukan bayangan" Menghilang.


Bae hyun balik kembali ketempat nya tadi, "Eh tunggu aku ada dimana ya ini, sepertinya ini bukan Indonesia, apakah aku tersesat, bagaimana mungkin aku tersesat sejauh ini"


"lalu kenapa orang lain tidak bisa melihatku, apakah aku sudah mati!! (melirik kakinya), sepertinya belum kakiku masih utuh, kalo hantu dia kan gak punya kaki berarti aku masih hidup" tersenyum dan mengangguk sedikit, ingin menghilang namun ia tidak tau tujuannya akan kemana, Bae hyun bingung.


"Sekarang aku akan kemana?" Berfikir keras, "Ah! kenapa tidak ikut saja ke pasar" tersenyum lagi dan segera menyusul jin.


#Pasar#


Ricuhan para pembeli membuat telinga panas, membuat jin tidak merasa nyaman, ada yang sedang tawar-menawar, mengobrol, ber ghibah, ngerumpi, berteriak-teriak mencari pembeli, pokoknya sangat berisik sekali.


"Huhh jika tidak seperti ini aku tidak akan bisa memasak, biarlah telinga ku panas karena ricitan ibu-ibu daripada telinga ku panas karena ricitan adik-adikku yang kelaparan" Ucap jin menarik nafasnya dan segera membeli ikan.


"Pak permisi, ikannya berapa? " Tanya jin basa-basi terlebih dahulu, bapak penjual ikan nya menjawab, dan memperinci harga-harga ikan-ikan tersebut.


"Ooh ya sudah ikannya 1 kilo" Sambil menunjuk ikan pilihannya, bapak pembeli itu segera mengambil kantong kresek dan membersihkan ikan tersebut.


Bae hyun celingak celinguk kebingungan mencari jin, karena penuh oleh pembeli membuat Bae hyun kesal dan merasa pusing dan bau-bau menyengat di sekitaran nya karena ia berdiri dekat penjual ayam potong.


"Iihh di mana sih dia, aku tidak kuat disini, kenapa bapak ini harus berjaualan ayam disini kan bau amis" Gumamnya marah-marah pada bapak penjual ayam yang tidak tahu sama sekali sedang dijulidkan oleh Bae hyun.


"Di mana sih" Semakin ngegas dan kesal, matanya terus memantau di setiap sudutnya, mencari jin yang tidak dimana batang hidungnya.


"Uhh tunggu, sepertinya dia di sana! " Berhasil mendapatkan keberadaan jin, ia dengan cepat menghampirinya.


Jin yang sudah membeli ikan segera mencari belanjaan apa lagi yang harus dibeli, sambil memegang kertas yang bertulisan belanjaannya.


"Habis ini aku harusnya membeli daging, tapi sepertinya uangku tidak cukup untuk membeli daging, sudah mending saja aku beli sayuran" Segera mencari tukang sayur.


Jin mencari tukang sayur, namun tidak ketemu sama sekali pasar nya yang begitu luas membuat jin kesusahan menemukan tukang sayur, tiba-tiba seseorang melambaikan tangannya.


"Sini, disini" Ucap Bae hyun sambil terus menerus melambaikan tangannya, jin terkejut melihat Bae hyun lagi, "Kenapa dia lagi, lalu dia melambaikan tangan ke siapa? " Bingung mencari-cari orang yang ditujunya, padahal Bae hyun melambaikan tangannya padanya.


"Tidak ada siapapun yang menghiraukan nya" melirik kembali, "Sini cepat, kamu sini" Ucap Bae hyun.


"Ah sepertinya aku salah liat, tapi sepertinya itu tukang sayur!! (menilik nya), iya benar" Segera berjalan dan menghampiri Bae hyun, tentu Bae hyun tersenyum karena jin menghampiri nya.


jin tersenyum, Bae hyun merasa malu ia pikir jin memberikan senyumannya untuknya padahal dia senang karena sudah menemukan tukang sayur, "Nah kan benar tukang sayur" melewati Bae hyun dan memilih-milih sayur.


Bae hyun terdiam membeku, "Jadi senyuman itu bukan untukku!! tapi untuk sayur ini" Bae hyun kesal menunjuk daun bayam didekatnya.


"Hello apakah kau tidak berterima kasih padaku karena ku sudah membantu mu!! " Jin tidak mendengarkan sama sekali jin fokus memilih sayuran segar.


"Heii apakah kau mendengarku? "


"Diam lah aku pusing mendengarnya, jangan bikin aku makin pusing dengar teriakan mu" Ucap jin membuat bapak tukang sayur itu terkejut dan bertanya-tanya, bapak tukang sayur pikir jin berbicara padanya.


"Gimana dek!! "


"Ah tidak pak, aku sedang menelpon" Jawab jin membuat alasan, "Kamu harus percaya bahwa aku adalah hantu yang akan selalu menemanimu, jadi ijinkanlah aku jadi temanmu, apakah kau mendengarkan ku!!" Jin masih terfokus memilih-milih.


"Ishhh" kesal.

__ADS_1


__ADS_2