
jin tersenyum, Bae hyun merasa malu. "Nah kan benar tukang sayur" melewati Bae hyun dan memilih-milih sayur.
Bae hyun terdiam membeku, "Jadi senyuman itu bukan untukku!! tapi untuk sayur ini" menunjuk daun bayam didekatnya, kesal.
"Hello apakah kau tidak berterima kasih padaku karena ku sudah membantu mu!! " Jin tidak mendengarkan sama sekali jin fokus memilih sayuran segar.
"Heii apakah kau mendengarku? "
"Diam lah aku pusing mendengarnya, jangan bikin aku makin pusing dengar teriakan mu" Ucap jin membuat bapak tukang sayur itu terkejut dan bertanya-tanya, bapak tukang sayur pikir jin berbicara padanya.
"Gimana dek!! "
"Ah tidak pak, aku sedang berlatih drama" Jawab jin membuat alasan, "Kamu harus percaya bahwa aku adalah orang yang di utus untuk menemani kalian. jadi ijinkanlah aku jadi temanmu" Jin tidak menghiraukan nya.
"Apakah kau mendengarkan ku!!" Jin masih terfokus memilih-milih.
"Ishhh (kesal), apakah dia pura-pura tidak mendengar, aku sumpah kan kamu biar tidak bisa mendengar selamanya"
plakkk,,
Sayur bayam melayang ke wajahnya Bae hyun, jin dengan sengaja mengarahkan bayam itu ke mukanya agar dia diam, Bae hyun tidak suka dan merasa kesal "Ishhh" ia pergi dengan sangat kesal.
"Memang aneh" Gumam jin.
Tringg,,
Bae hyun tiba di sebuah taman dan masih merasa kesal pada jin, seseorang ikut duduk disampingnya ia tidak menyadari bahwa Bae hyun ada di sisinya.
Bae hyun tersenyum orang tersebut sangat tampan dan ia memulai bicara.
"Hai (Menatap orang tersebut), Hallo" Orang tersebut tidak melihatnya sama sekali Bae hyun terus mencobanya sampai ia mencoba memperkenalkan dirinya tepat di hadapannya, namun tetap saja orang itu tidak dapat melihatnya, sebuah bus datang dan orang tersebut pergi.
"Eh tunggu" Berlari mengikutinya dan ikut menaiki bus tersebut, bae hyun terus memperkenalkan dirinya pada orang tersebut tapi tetap saja ia tidak sadar dengan kehadirannya, tiba di kursi belang orang tersebut duduk dan bae hyun tidak sengaja melihat jin kembali di bus tersebut.
"Jin" Jin terkejut dan menatap bae hyun, "Ah tidak jadi, kau menyebalkan" sambung Bae hyun.
"Eh kau yang menyebalkan, kenapa kau membuntuti ku terus!! apa kau suka pada ku, pastinya itu benar karena aku terlalu ganteng"
"Ihh sangat percaya diri sekali, gantengan juga oppa yang ini" Menunjuk orang yang diintilinya tadi. "Sepertinya matamu bermasalah jelas-jelas aku yang paling worldwide handsome" sangat percaya diri.
"Ihh sepertinya di rumahmu kekurangan kaca sehingga kau tidak mengaca dengan benar"
"Hei (Berteriak) bisakah kau tidak menjelek-jelekan ku, siapa kau berani-berani.. " Tersadar ia berada di dalam bus dan semua penumpang bus menatapnya dengan raut wajah bertanya-tanya.
"Ada apa dengan anak itu"
"Segitunya dia terbawa suasana jahatnya hidup"
"Sepertinya anak muda itu sudah putus asa dengan hidupnya, makanya di mulai berhalusinasi, padahal itu sangat bahaya jika berkelanjutan, akan mengakibatkan gila"
Ucap para penumpang yang mulai merasa aneh dengan sikap jin, Bae hyun tertawa mendengarnya ia merasa senang saat jin dipermalukan seperti itu, sedangkan jin yang merasakannya merasa malu dan sangat kesal pada Bae hyun.
Tatapan tajam jin sangat sampai ke lubuk hati yang paling dalam, membuat bae hyun merasa risih melihatnya dan berpura-pura tidak melakukan apa-apa.
"Ini semua gara-gara mu"
"Tidak, aku tidak berbicara apapun. ibu itu yang berbicara seperti itu, kenapa jadi aku yang disalahkan"
"Tapi kau yang sudah membuatku marah" Menguntap dengan tatapan yang tajam dan menjaga ekspresi nya agar terlihat biasa-biasa saja.
"Tapi kau yang memulai, kau yang membuatku marah, kenapa jadi aku yang salah, dasar egois" Mendelik.
"lihat saja kau tidak bisa dilihat oleh siapapun terkecuali oleh ku, dan siapa yang akan menjadi temanmu jika orang lain saja tidak melihatmu" Ucap jin membuat Bae hyun melirik dengan cepat dan sinis.
"Aku tidak takut sendiri, aku percaya pada tuhanku bahwa dia akan memberikan teman, tapi bukan seperti dirimu" Jin hanya terdiam dan melintang kan bibirnya kebawah.
Mobil bus tersebut berhenti dan orang yang diikuti Bae hyun turun serta jin pun ikut turun, Bae hyun mengintil dibelakang orang yang tadi terus mencoba mendekati nya sampai orang tersebut bisa melihatnya, jin menahan tawa melihat Bae hyun yang terus berusaha memperkenalkan dirinya pada orang tersebut tapi ia tetap santai dan tidak menghiraukannya sama sekali sampai orang tersebut malah pergi dan melintasi bahu Bae hyun dengan sangat dingin.
Jin tertawa dan langsung membuang mukanya, Bae hyun tertunduk sedih, "Mengapa semua ini harus terjadi padaku" masih tertunduk.
"Memang itu sudah takdirmu seperti ini, hahaha" Ia merasa sangat senang melihat Bae hyun seperti itu, lalu jin memulai langkahnya.
"Hikss"
__ADS_1
Jin berhenti melangkah saat mendengar isak kan itu dan menengok kebelakang, ternyata suara itu berasal dari Bae hyun, "Apa kau menangis!! " Tanya jin yang merasa sedikit bersalah.
"Hikss,, Hikss,, " Bae hyun makin terisak.
"Kenapa kau menangis? "
"Aku bingung harus kemana lagi, aku sama sekali tidak tahu aku ada dimana ini, tidak ada orang yang bisa melihatku terkecuali dirimu, tapi kau membuatku sedih dan makin bingung untuk pergi kemana, Hikss"
"Dasar cengeng hanya masalah kecil saja kau sudah menangis, bagaimana jika masalahmu sebesar masalahku, sepertinya kau sudah bu.. "
"Bisa ku kau tidak mengomeliku, aku sedang sedih" Sambung Bae hyun memotong ucapan jin. "Heuhh,, " Pergi melanjutkan jalannya lagi baru saja beberapa langkah ia sudah terhentikan lagi.
"Apa kau ingin terus menangis disitu sampai seseorang menolongmu? " Berbalik melirik Bae hyun yang masih tertunduk.
"Kalau aku kuat, karena aku tidak punya tujuan sama sekali"
"Heuhh,," berbalik kembali dan melanjutkan jalannya "Kau bisa ikut dengan ku.. "
"Benarkah!! " Belum saja jin menyelesaikan ucapannya Bae hyun sudah ada didepan nya dan tersenyum.
"I-Iya, tapi hanya satu hari ini saja, aku orangnya tidak tegaan terhadap orang lain, tapi orang lain tega padaku"
"Aku tidak bertanya dan aku ucapkan terima kasih" Jin terdiam menatap Bae hyun yang berjalan duluan dengan sangat gembira.
"Aduhh,, mengapa aku harus bertemu dengan wanita itu" Sambil berjalan mengikuti Bae hyun.
//Rumah//
Seperti biasa rumah kecil yang dipenuhi oleh adik-adiknya selalu jadi tempat bermain oleh si trio rusuh yaitu JiMin, V, dan kookie. mereka sibuk merakit stik kayu menjadi sebuah rumah-rumahan kecil dan membuat sebuah tempat garpu dan sendok.
Tanpa mereka sadari jin datang dan mengucapkan "Akhirnya sampai juga" sambil mengangkat barang belanjaannya, jimin yang mendengar suara itu langsung memberitahu pada V dan kookie.
"Taehyung V, Jungkookie sepertinya itu suara jin hyung, pasti dia baru saja pulang dari pasar" Mereka terkejut dan segera membereskan barang-barang yang tergeletak dimana-mana.
"Cepat-cepat jin hyung segera sampai" Sambung jimin yang memantau keadaan, sedangkan V dan kookie sibuk membereskan barang-barang, lalu V sadar bahwa jimin tidak ikut membantu membereskan barang-barang tersebut.
"Jimin-shi kau harusnya bantu kita juga bukan malah diam di situ" sedikit bernada tinggi.
"Ah iya, tadinya aku ingin memantau keadaan tapi ya sudah aku bantu" belum saja menyelesaikan langkahnya jin datang dan berkata.
"Jin hyung" Mereka bertiga cengengesan.
"Ah, kenapa kalian mem berantakan rumah ini" Jin kesal, capek lelah, haus datang ke rumah keadaan rumah sangat kotor.
"Maafkan kami hyung" Mereka menunduk bersalah.
"Namjoon, Hobi, dan suga kemana? "
"NamJoon ada diluar sedang menyiram bunga, hobi hyung sedang mandi, dan suga hyung masih tidur" Ucap kookie.
"Apa!! ah kebiasaan suga jam segini masih tidur, jimin bangunkan suga"
"Suga!! (menyerengkan kepalanya yang sedaru tadi bersembunyi dibelakang jin) apakah orang itu yang berada di kamarmu tadi!! "
Jimin, V, dan Kookie dikejutkan untuk yang kedua kalinya, ia terkejut melihat Bae hyun, "Hyung siapa dia!! apakah dia pacarmu" Ucap V masih terkejut.
"Hahh!! " Jin terkejut mendengarnya ia bergeser dan menunjuk Bae hyun "Kalian bisa melihatnya!! "
mereka mengangguk, tiba-tiba hobi datang dan ikut terkejut.
"Siapa wanita itu!! "
"Apa!! tidak mungkin kalian bisa melihat dia, kau pun hobi kau bisa melihat wanita ini" Jin masih belum percaya.
"Tentu saja aku melihatnya, memangnya kenapa!! "
Belum saja jin menjawab suga keluar dari kamarnya yang merasa terganggu dengan suara keributan dari luar.
"Ada apa ini ribut sekali, membuatku terbangun di pagi hari buta seperti ini" Menggosok matanya dan melihat Bae hyun, "Wanita itu lagi, apakah dia pacarmu jin" Sambung suga lalu duduk di kursi.
"Kau kenal dengannya!! "
"Tadi aku bertemu saat kau ingin pergi ke pasar dan dia berada di kamar mu" Ucap suga dingin dan masih merasa ngantuk.
__ADS_1
NamJoon datang, "Hyung kau sudah pulang, eh (terkejut saat melihat Bae hyun) siapa wanita ini" melirik dengan bingung.
"Tunggu, apakah kalian benar-benar melihatnya" Mereka semua mengangguk.
"Ah syukurlah ku kira aku terlalu berhalusinasi, oh iya saat kemarin aku bercerita tentang wanita, apakah kalian masih ingat!! dialah orang yang ku maksud"
"Apa gimana maksudmu? " Tanya NamJoon.
"Dia tidak bisa dilihat oleh siapapun, tapi kita bisa melihatnya, itu aneh bukan? "
"Ah masa, aku tidak percaya, mana mungkin dia bukan manusia" Ucap hobi julid.
"Aku tidak bohong, orang-orang tidak bisa melihatnya"
"Coba ku buktikan" Ucap V berjalan dan menyodorkan tangannya, "Saya V namamu siapa? "
Bae hyun tersenyum dan menyodorkan tangannya juga, lalu V mencoba menjabat tangannya eh ternyata tidak bisa, tangan V menembus pada tangan Bae hyun.
V terkejut dan mencobanya beberapa kali dan masih sama ia mundur segera ketakutan, "Mana bisa tanganku tidak bisa menyentuhnya, apakah dia benar-benar bukan manusia!! " V bertanya-tanya.
"Apakah itu benar V" Ucap hobi yang ikutan tidak percaya.
"Saya memang bukan manusia, dibilang saya ini hantu atau bukan saya tidak tahu, tiba-tiba saja saya ada disini dan saya tidak tahu saya ada dimana" Bae hyun menjelaskan.
"Hahh ini sangat tidak masuk akal, coba kau jelaskan dengan detail agar kita bisa tau, dan sepertinya kita bercerita sambil duduk" Ucap NamJoon da mereka ikut duduk bersama.
"Jika kamu bukan manusia atau hantu, apakah kau alien? " Tanya suga membuat semuanya terkejut melirik suga.
"Hyung tidak ada yang namanya alien, itu hanya cerita saja" Jawab jimin.
"Tapi itu bisa jadi, karena dia bilang bukan manusia dan hantu" Sambung Kookie.
"Bukan seperti itu juga, akupun bingung kenapa seperti ini, tiba-tiba saja aku tidak bisa mengingat apapun"
"Hati-hati lah Hyung pasti dia ingin membohongi kita dan merampok semua barang-barang kita" Ucap V suudzon pada Bae hyun.
"Aku tidak bohong, aku benar-benar tidak tahu kenapa seperti ini"
"Aku masih tidak percaya, aku akan memanggil salah satu staf apakah kau bisa dilihat oleh staf kami atau tidak"
Sambung V yang benar-benar tidak percaya, ia memanggil salah satu staf untuk melihat Bae hyun. tidak lama staf itu datang.
"Pak aku mau bertanya ada berapa dalam ruangan ini" Tanya taehyung.
"Delapan denganku, memangnya kenapa" Jawab staf itu merasa bingung.
"Coba aku tanya, jawab dengan jujur, apakah kau melihat wanita ini" Menunjuk Bae hyun, staf tersebut menyipitkan matanya berkali-kali untuk memperjelas tapi tidak ada apa-apa, dan makin kebingungan.
"Wanita apa disini tidak ada wanita"
"Apakah kau benar-benar tidak melihatnya? coba kau jelas-jelas lagi" Masih tidak percaya.
"Tidak ada wanita disini, coba ku tanyakan pada temanku" Staf itu memnaggil temannya dan bertanya apakah dia melihat wanita di sisi V.
Mereka semua tidak melihatnya sama sekali, V merasa kesal karena staf semua tidak bisa melihat wanita ini, "Apa kalian jarang mencuci mata, jelas-jelas disini ada wanita"
staf terheran-heran dan kebingungan, jin mencoba memperbaiki suasana, "Maaf Pak sepertinya V kurang enak badan makanya dia seperti ini, Terima kasih sudah mau kesini"
"Oh oke, kami pergi dulu" Staf pergi dan meninggalkan mereka kembali.
"Ah kenapa aku bermimpi seperti ini, aku harus segera bangun"
"kau tidak sedang bermimpi, ini benar-benar nyata"
"Hahh!! "
"Ahh sepertinya kita gila bersama" Ucap jin merasa bingung juga.
//jelas-jelas ini nyata masih saja tidak percaya// gumam dalam hati Bae hyun, ia pergi karena melihat semua orang menangis tertunduk merenungi kehidupannya.
"Eh tunggu aku lapar, aku harus mencari makanan di dapur" Ia pergi berjalan ke dapur mencari makan.
tidak ada makanan sedikitpun Bae hyun merasa sangat lapar dan tidak kuat ingin makan, tapi mereka malah menangis terus terusan.
__ADS_1
"Huhh katanya jangan nangis malah mereka yang menangis, sepertinya aku harus menghibur mereka. ah kenapa aku lupa, aku kan bisa masak, aku masak buat mereka aja deh biar mereka senang"
Bae hyun mulai beraksi untuk memasak..