Anak Genius # Litle Baby Arrogant

Anak Genius # Litle Baby Arrogant
ibukota2


__ADS_3

ting tung


ting tung


tingtung


bunyi bel apartemen


"siapa yang datang ya,?? '' tanya Arin


"hem '' Ella mengangkat bahunya tak tahu


"aku yang buka ya Ell"


"okey aku di belakangmu"


satu


dua


tiga


cekleekkkkkkkkkkk


pintu terbuka


Astagaa siapa dia, kenapa dia menyeramkan sekali, sampai sampai mimin pun tidak berani nulis lagi hiks hiks ka kamu siapa


tolong like dan komen ya biarr aku jadi gak takut lagi hihihi


"Permisi Nona, apa benar ini kediaman Reyhan "


"kamu siapa? " tanya Arin


"aku teman Reyhan. okeh baiklah seperti nya aku terlalu menakutkan berteman dengan anak se usia Reyhan "


laki laki itu membuka kaca mata dan maskernya, dah waahhhh dia tampan sekali, dia salah satu penyanyi terkenal ibu kota


"nona kenapa melamun?? " tanya laki laki itu pada Arin


" ee sebentar biar ak panggil Rey dulu "


'' Ell " panggil Arin


"iya rin kenapa, ??'' apa dia tamu yang datang??''


"iya Ell dia teman Rey, dia ingin bertemu Rey"


"baiklah ajak dia masuk Rin biar aku panggil Rey dulu"

__ADS_1


Mereka menuju ruang tamu dan Arin mempersilahkan laki laki itu duduk


"silahkan duduk tuan"


"baiklah terimakasih, tidak usah canggung begitu perkenalkan namaku Revan " Revan mengulurkan tangannya pada Arin


"Arin" Arin membalas uluan tangan Revan dan merasakan sesuatu yang sangat dahsyat dia dag dig dug der apa lagi tangannya langsung dingin


"apa kau tidak apa apa Arin tanganmu dingin sekali"


tanya Revan


"eh tidak aku baik baik saja" jawab arin sambil menarik tangannya


(kau benar benar lucu, kenapa aku jadi tertarik padamu) batin Revan


(Astaga aku kenapa bisa begini, kenapa juga tanganku jadi dingin gini, apa aku kena penyakit sesuatu ya, au ah mending aku menghindar sebelum aku nerves lama lama liat yang beginiang batin Arin


"Arin apa kau tidak keberatan memberikan nomor ponselmu padaku" tanya Revann


"aa apaaa ma maksudnya? '' tanya Arin gelagapan


(aduh ini jantung makin gak bener, kenapa dia loncat loncat gini, ah ini orang pertanyaannya bikin aku cemas saja) batin arin


"iya apa kau keberatan? "


'' tidakk eh maksudku iyaa aku tidak punya ponsel maafkan aku" kata arin gugup


"em kau baik sekali aku ingin es teh manis saja, kebetulan haus sekali saat melihat wanita cantik di depanku" kara Revan sambil menggoda Arin


"ee baiklah, permisi" pamit arin buru buru


(aahhh kenapa juga dia menggodaku, jantingku kan makin lompat lompat, dasar akuu kenapa juga harus baper, gini ni nasip aku kalau gak pernah deket cowo apa lagi di rayu cowo setampan itu aduuhhh mati gaya aku) keluh hati Arin


Arin langsung pergi menuju dapur


Rey dan ke dua saudaranya pun turun menemui Revan


"Hay Rey, wahh apa kalian kembar Rey,? ?? tanya Revan tercengang melihat anak anak yang sangat imut dan gembul gembul itu


"hem"


di balss anggukan oleh Rey dan yang lainnya, ya mereka akan ceria saat bersama keluarga saja, jika bersama orang lain mulai deh muka super datar kayak Triplek nya keluar


"heh baiklah, " kata Revan mengerti keadaan yang mulai membosankan karena anak anak ini cuek secuek bebek


Rey Roy Dan Ris duduk di kursi mereka berjejer ber tiga, membuat Revan sangat sangat takjub melihat oemandangan anak anak yang sangat lucu ini jarang sekali liat anak anak seperti ini


"baiklah Rey apa yang membuatmu memanggilu kesini??'' tanya Revan to the point

__ADS_1


"Aku ingin kau membuat tuan Asisten Key datang kemari dengan alasan di apartemen ini ada yang pingsan atau apa, kami akan berpura pura menangis saat salah satu dari kami berackting nanti"


"lalu aku harus bagaimana,, apa tuan Asisten Key itu akan datang dan langsung percaya? '' tanya Revan


'' Tentu saja, kau kan pandai akting kakak senior, bukanah kau selain pandai menyanyi pandai juga bersndiwara? " lanjut Rey


"ah baiklah, kapan kalian ingin melakukan itu? " saat bunda bunda kami keluar membeli keperluan untuk kami dsini" lanjut Roy


"baiklah lalu aku sekarang harus apa? " tanya Revan lagi


"tunggu dsini saja, biar aku mengawasi asisten Key " jelas Roy


"wah kalian sama dinginnya. dan kau princess siapa namamu? " tanya Revan pada Ris yang dari tadi diam saja hanya menyimak


"Ris" jawabnya datar


"astaga kalian bena benar membuatku pusing, apa kalian sedingin ini, kalian seperti seseorang saja, em siapa ya itu namanya " kata Revan mengingat ingat


"astaga aku ingat kalian seperti pacar kakakku yang muka datar itu'' katanya menjelaskan


Revan memiliki kakak perempuan berprofesi sebagai model yang sangat terkenal, dia cantik seksi dan menjadi incaran semua pria


"kau tak perlu menyamakan kami dengan dia, kami berbeda" ketus Ris


"baiklah nona cantikkkk" puji Revan agar Ris tak se jutek itu


"kamu mau kakak ajak jalan gak kita beli berbie" ajak Revan basa basi supaya tidak terlalu mebosankan menghadapi anak anak Arrogant di hadapannya ini


"Ris udah banyak barbie tuan Revan jadi tidak usah repot repot" jelas Arin sambil membawa Es teh 4 gelas


"wah Arin kau repot sekali, aku jadi tidak enak kau sampai seperti ini, apa kalau kau jadi istriku juga akan seperti ini" Revan menggoda Arin di depan anak anak


dan di balas pelototan oleh ke tiga kurcaci itu yang menandakan jangan merayu bunda mereka


"hehe maaf kan aku Boy Girl jangan melihatku seperti itu, aku hanya bercanda


"wah ada apa ini kenapa anak anakku bisa semenakutkan ini tuan Revan? ''


Ella datang membawa toples cemilan untuk anak anak nya dan tamu mereka


"ti tidak ada nyonya, aku hanya bercanda mereka saja muka nya sensitif begitu hihi" elak Revan


"hehe baiklah maafkan anak anakku ya tuan, mereka memang seperti itu, dan kau Arin jangan cuek cuek begitu, nanti jadi suka loh hehe" goda Ella karena tau kalau Arin lagi tidak seperti biasanya


Mereka saling bercanda ria sambil menunggu kepuoangan asisten Key ke apartemennya dan Ella dan Arin pamit ingin membeli beberapa kebutuhan mereka


"tuan Revan bisakah kami menitip anak anak sebentar" izin Ella


"tentu saja nyonya dengan senang hati "

__ADS_1


di balas senyuman yang paling manis agar bisa memikat hati salah satu wanita itu


"iya iya gak usah senyum selebar Baskom juga " kata Arin mengejek karena melihat senyum Revan Arin jadi dag dig dug der lagi


__ADS_2