
tuan Revan bisakah kami menitip anak anak sebentar" izin Ella
"tentu saja nyonya dengan senang hati "
di balas senyuman yang paling manis agar bisa memikat hati salah satu wanita itu
"iya iya gak usah senyum selebar Baskom juga " kata Arin mengejek karena melihat senyum Revan Arin jadi dag dig dug der lagi
setelah Ella dan Arin pergi mereka lanjut mebahas rencana Awal
"Rey sebentar lagi asisten Key akan pulang, aku ingin melihat se jauh mana kau sampai terkenal menjadi aktrik dan banyak bakat itu, tunjukan pada kami okeh"
Roy sengaja menguji Rey karena Roy tidak ingin adiknya sampai gagal memainkan peran nanti karena menyangkut masa depan mereka
"Emm kak Roy aku jadi berubah fikiran deh mau melakukan adegan itu, aku ingin kak Revan berjapan bersamaku atau duduk di depan apartemen sambil pura pura mengobrol agar asisten Key mencari tau sendiri siapa aku dan kenapa bisa dengan kak Revan, kak Revan hanya perlu menyamar memakai ini"
Rey memberi solusi lain dan itu sangat berbeda dari rencana awal, apakah Roy dan Ris akan setuju
baiklah kita lihat lagi ya mimin takut deh saking pintarnya mereka terlalu banyak ide mereka yang membuat mimin pusing
#mimin "udah deh pilih salah satu dari rencana kalian, biar mimin gak panjang lebar jelasin iya gak si guys hehehe"
"udah deh min kamu diam aja ini urusan kita ya gaj si adik adikku " Roy marahin mimin kah???
ya udah deh kita kembali ke rencana awal aja dari pada mimin nanti di pecat hehe
bagaimana Roy pun bingung
"Kalau begitu kita coba cara kamu Rey, kakak akan memasang alat kamera tersembunyi untuk mengawasi kalian, dan kakak akan memasang alat pelacat untuk kalian agar saat terjadi yang tidak tidak kakak tau diamana kalian"
jelas Roy waspada
"sebaiknya kita semua di pasang alat pelacak kak Roy mengingat ada orang mengikuti kita tadi" kata Ris dengan datarnya
"kamu benar Ris, aku setuju pendapatmu, sebagai yang tertua aku akan mendukung kalian anak anak"
kata Revan
"baiklah aku akan memasang sekarang"
Roy menyiapakan semua dengan matang dia memasang alat pelacak pada setiap anghotanya dan Roy memasang kamera tersembunyi untuk Rey dan Revan saat melakukan adegan nanti
saat semu sudah maksimal barulah mereka akan melaksanakan rencana
mereka memang masih bocah ingusan tetapi akal mereka tidak bisa disamakan dengan umur mereka, mereka sengaja memancing asisten Key agar asisten Key mencari tahu dan mengikuti mereka
__ADS_1
"baiklah kalian silahkan duduk di kursi depan Apartemen kak Revan dan Rey"
"baiklah"
"aku dan Ris mengawasi kalian dari dalam jika ada sesuatu akan membahayakan aku sudah minta bantuan pada rekanku disini untuk mengawasi kalian juga"
wah Roy bukan hanya cerdas tapi dia sangat telitih dalam mengambil keputusan, dia melibatkan temannya juga, ku kira hanya Rey saja mengajak Revan
"baiklah " mereka mengangguk paham
Revan dan Rey sedang duduk di kursi seperti sedang membicara kan sesuatu, mereka seperti membahas hal serius dan itu membuat asisten Key yang sedang lewat sana langsung berhenti mendadak
(hem dia kan ank yang sedang kami cari, heh dia ada disini kau sangat susah dicari tapi kau muncul sendiri, aku jadi tidak susah harus mencarimu lagi) batin Key
(aa yang sedang dia lakukan bukannya laki laki ini salah satu aktor di negri ini) asisten key mengingat ingat siapa yang sedang bersama anak yang dia cari
"hey bung ada masalah apa kau melihat kami seperti itu??'' kata Revan
'' maaf kan aku tuan, tapi kebetulan sekali anda bersama anak yang kami cari, jadi saya harap kalian tunggu disini agar aku bisa memastikan apa benar dia anak yang benar benar kami cari"
jelas asisten Key dengan teliti agar mangsanya tidak melarikan diri
asisten key langsung mengotak atikan ponselnya dan langsung saja dia menghubungi CEO aldiansya lewat pesan Wa nya
#asisten Key kau jangan gebabah kau jangan langsung menangkapnya, biarkan dia melakukan aktifitasnya agar kita tau dia berada disana kenapa dan bersama siapa apa tujuannya
"baiklah tuan maaf kami salah orang permisi "
Key pura pura tidak peduli tetapi dia sudah menyuruh orang memantau anak itu agar tidak lepas lagi
"benarkah tuan, apa kau yakin? " tanya Revan.
" Tentu saja, permisi" Key pergi begitu saja dengan muka datarnya
meninggalkan Revan dan Rey disana dengan sejuta pertanyaan di kepala mereka
setelah asisten Key pergi Revan dan Rey pun kembali ke dalam apartemen untuk membahas masalah ini
mereka sudah duduk kembali di ruang tamu
"kak bagaimana ini kenapa asisten Key bilang kalau akau bukan anak yang mereka cari? "
panik Key takut rencana mereka gagal
"tenang saja Rey dia hanya pura pura dia sudah mulai terjebak dengan kita" jelas Roy dengan senyum penuh arti
__ADS_1
"kau benar sekali kak Roy, Ris tau apa rencana mereka, dari wajah yang tuan Key tunjujan dia sedang merncanakan sesuatu " jelas Ris dia juga memiliki kelebihan membaca fikiran orang dari mimik wajah
"waahh kalian hebat, bagaimana bisa bocah seperti kalian fikirannya se genius ini "
puji Revan terkejut dengan anak kembar di hadapannya ini
"kak Revan aku harap kakak bisa menjaga rahasia ini, karena kalau kakak sampai membuka nya maka katakan selamat tinggal pada karirmu"
ancam Roy
(apaa anak ini tidak percaya padaku ah baiklah mungkin karena aku bar bar seperti ini) batin Revan
"Hey boy kau tenang saja aku ini bisa di andalkan dan kalian harus memberiku upah untuk ini"
"apa yang kakak mau?!! " ketus Ris dengan muka menggemaskan nya
"cantiikkk kakak mau kalian mengizinkan kakak dekat sama bunda kalian"
"Apaaaaa.!!!!! " serempakk
lancang sekali revan bicara begitu
"maksud ku bukan ke dua nya tapi yang bunda Arin" jelas Revan karena takut dengan mata anak anak sudah ingin menerkam Revan
"maafkan aku kak, tapi itu menyangkut privasi bunda kami, biarkan bunda yang memutuskan" jelas Roy dan di beri anggukan pada adik adik nya
"iya setidaknya kalian memberi kan aku semangat dan kalian mwndukungku, aku benar benar akan berjuang "
Revan mengatakan sambil memasang muka mmiba nya
"nanti kami fikirkan" jawab Ris
"makasih cantikkk" puji Revan
di balas dengan muka datar saja
"baiklah aku pamit ya setelah bunda kalian pulang" jelas Revan
"baiklah kak" jawab mereka
saat mereka sedang asik melanjutkan pembicaraan mereka tiba tiba
ting tung
ting tung
__ADS_1
ting tung