
Dibalik rerimbunan pohon tampak sepasang mata yg selalu mengikuti gerak gerik Cherlina. Wajahnya keriput dan ditangannya memegang tongkat berbentuk kepala tengkorak. Berbaju hitam dan rambut putih tergerai... Bibirnya merah tampak sedang mengunyah lalu sekali kali meludah. . .
"anak itu sudah semakin besar... Dan dia adalah anak yang aku butuhkan agar aku bisa menjadi muda kembali dan hidup dalam keabadian.. Hehehehe... " gumamnya kepada diri sendiri.
Karena waktu sudah cukup lama berada dikediaman neneknya. cherlina pun mengajak kawan kawannya melanjutkan perjalanan mencari jejak.
Saat di perjalanan cherlina bertemu dengan monyet yang pernah bertemu 1 tahun yang lalu
" hai cherlina apakah aku boleh berbicara sejenak padamu? " tanya monyet yang sedang duduk di dahan pohon
" baiklah , bicara tentang apa? " tanya balik cherlina yang penasaran dan tak perduli dibelakangnya
" hati hati ada yang mengawasi mu dari tadi! " ucap monyet itu agar cherlina waspada
" ouh , baiklah aku akan waspada " jawab cherlina berpamitan dengan monyet dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat camping .
Malam telah tiba. Peserta camping berkumpul di lapangan. Sorak sorai bergembira sambil menyanyikan lagu pramuka ... Sementara api unggun mulai berkobar melambangkan bahwa acara camping telah resmi ditutup.
Cherlina tiba tiba terperanjat. Kalung ajaib miliknya berkedip kedip memancarkan cahaya biru terang . pertanda bahaya sedang mengancam.
Cherlina yg saat itu duduk disebelah Torry tampak gelisah.
__ADS_1
"Torry... Aku pamit kedalam kemah sebentar y. Ada yang mau aku ambil.. Tunggu sebentar ya. Kamu disini aja bersama teman teman. "
Dalih Cherlina agar Torry tak curiga
"oke...! Jangan lama lama ya... "
Cherlina pun bergegas meninggalkan Torry.. Acara masih berlangsung meriah, karena banyak acara drama dan tari yg disuguhkan dari peserta camping.
Cherlina diam diam mengawasi sekitar perkemahan. Dengan sayap ajaibnya dia terbang berkelebat kearah sebuah pohon besar tak jauh dari lokasi camping.
nenek sihir yang tadi mengintai... Tak menyadari ada Cherlina yang mendekatinya. Nenek itu sedang membaca mantera. Dengan mata terpejam. Ditangannya tongkatnya bergetar hebat. peluh membasahi wajahnya. Tiba tiba tubuhnya terpental kebelakang ... Nenek sihir matanya terbelalak.
Nenek sihir segera berdiri dan mengayunkan tongkat butut miliknya.keluarlah asap tebal beracun dan semburan api. segera menyerang cherlina. Cherlina sudah waspada dan dengan lincahnya berkelebat kesana kemari demi menghindari serangan brutal nenek sihir. Wuss... sambaran angin beracun. Hampir membuat Cherlina sesak napas. Tapi dia dapat menepisnya dengan kekuatan liontin nya dan kabut asap beracun segera terserap kedalamnya....
"kurang ajar bocah nakal ! Terima ini .. "
Nenek sihir melancarkan serangan semakin brutal. Dan Cherlina hanya berkelebat kesana kemari sambil tersenyum . yang membuat nenek sihir semakin jengkel.
Jurus andalan pun dipersiapkan. mulutnya merapalkan mantera tampak didepan Cherlina nenek sihir berubah menjadi seekor naga . Dgn menyemburkan api dari mulutnya.naga itu berputar putar hendak melililit tubuh Cherlina... Tiba tiba ada cahaya berkelebat yang menyerang naga itu. Akhirnya keduanya bertarung ....
Cherlina tertegun"siapa yang menolongku... "batinnya.
__ADS_1
Sambil terus mengawasi pertarungan itu. Dikejauhan masih tampak olehnya acara acara camping.
Pertarungan agaknya mulai terlihat mana yg mendominasi. Naga mulai terdesak hebat. Cherlina pun merasa heran " siapa dia"
"Booom" tiba tiba terdengar suara ledakan dibarengi hilangnya sosok naga dan nenek sihir.
Cerlina merasa lega. Dia segera mengahampiri sosok penolongnya. Yang membelakanginya.. "siapa kau... Trimakasih karena telah menolongku"...
tanpa menjawab sosok itu berkelebat dikegelapan malam.
" tunggu...!! Teriak cherlina. Tapi sudah hilang ditelan malam.
Cherlina kembali ke dekat torry.
"dari mana aja ... Kok lama beeng" sungut torry . Sambil memnyunkan bibirnya. Cherlina hanya menjawab kalem. "dari pinggir sungai tor".
Gak sabar lagi kan? 😆
Tunggu episode selanjutnya...➡️
Ok.. 👌
__ADS_1