
Cherlina menatap widuri dengan sangat panik ia tak akan merasa tenang karena masih ada firasat buruk di pikiran cherlina " tapi jika penyihir itu tau keberadaan ku bagaimana widuri ? " tanya cherlina sangat takut " kau jangan takut masih ada saudari saudari lain yang masih bisa menjagamu cher kau percaya... Jangan takut .... Memang penyihir itu sudah biasa menjadi musuh kita semua cher jadi mohon ya kamu jangan takut kita bisa mencegah bersama sama dari penyihir itu cher, aku juga merasakan hal seperti mu cher bukan aku saja tapi jika kita semua merasakan hal sepertimu jadi kita bisa melawan penyihir itu bersama sama jika dia mulai mengganggu kita semua oke... " ucap widuri mengerti keadaan cherlina
" hm..... Kau akan selalu bersama ku kan widuri? " tanya cherlina cemas
" sure , kita selalu bersama " jawab widuri sambil memeluk cherlina .
Ke esok kan hari nya cherlina bangun dari dipannya dan mulai memandang kaca di depannya " kaca apakah aku akan terjadi hal buruk, jika penyihir itu tau keberadaan ku aku harus bagaimana"tanya cherlina pada cermin " tenang cher jangan panik dahulu kita semua akan melindungi mu" jawab widuri yang tiba tiba menghampiri cherlina di kamar"what..!!!, kamu kok disini widuri? " tanya cherlina karena reflek kaget " aku dengar kamu bicara sendiri di depan cermin cher , oh ya aku ada kabar baik nih buat kamu" ucap jelas widuri pada cherlina"mmm maksudnya kabar baik apa? " tanya cherlina kaget" jadi dewi kuan im akan membawa mu ke atas awan ya ke negeri kita semua .tapi kamu di sana untuk sementara, dan kau jangan khawatir pada nenek , karena nenek sudah di jaga oleh bidadari pengawal yang sangat tegas dan pemberani dan kau akan ku bawa ke atas ya sekarang juga " jelas widuri memberikan surprize pada cherlina
__ADS_1
" okeh deh aku mau" jawab cherlina setuju.
saat cherlina akan ke negerinya ia langsung menghilang dari rumah nya
cherlina bersama widuri pun mulai terbang ke atas awan sementara cherlina terbang karena sayap nya mulai bergerak cherlina kaget" waw keren banget sayap ku widuri" teriak cherlina bahagia " ya !!! Kamu adalah anggota bidadari yang paling akhir itu artinya yang paling akhir yang paling di sayangi " jelas widuri " hah!!! Seriusan hahaha" teriak cherlina tertawa hingga mereka berdua saling tertawa bercandaan .
sampainya di atas awan cherlina takjub dengan pemandangan di atas awan yang sangat indah seperti masih ada dunia selain di bumi ( negeri manusia) " weh widuri bagus banget loh itu kayaknya pohon apel deh keliatannya masih segar boleh ku coba" pinta cherlina dengan menarik tangan widuri " eh iya iya, ya ampun pasti nih kalo ada anak baru yang hadir jadi anggota kami baru datang pun mintanya pohon itu haish "lirih widuri
__ADS_1
cherlina melihat pohon itu sambil membulatkan mata nya " apakah aku sedang bermimpi di dekat pohon" lirih cherlina " heh kamu gak mimpi cher yang mimpi tuh zen bukan kau" seru widuri di dekat telinga cherlina
" astaga jangan sekeras gitu ngapa ngomong sama aku di telinga nanti telinga aku rusak loh!! " rengek cherlina " ayo bocil kita pergi plis ah ngomongnya terlalu polos" tawa widuri melihat tingkah cherlina yang begitu imut" lah emang aku masih kecil pantes lah ngomongnya polos , emang kaya kamu yang udah kaya pantat wajan " seru cherlina tertawa. widuri pun mulai menjewer pipinya cherlina hingga merah sambil tertawa . Meskipun cherlina masih berusia 8 tahun namun kedewasaannya cherlina sudah terlihat dari cara bicaranya .
Sementara di bumi nenek ingin mendekati burung beo kesayangannya tiba tiba nenek ter ingat cherlina"di mana yah cherlina biasanya cherlina sudah pulang bermain " lirih nenek lalu nenek pun menanya kan cherlina pada burung beo nya tersebut " hai beo kamu tau dimana cherlina ? " tanya nenek . Sementara dewi kuan im yang berada di negeri atas awan mendengar nenek mencari " cherlina " terdengar di negeri atas awan sesudah itu tiba tiba cherlina sudah ada di belakang nenek lalu burung kakak tua teriak"itu dia... Itu dia.... itu dia !!!! " lalu nenek mendapati cherlina dengan sangat bahagia .
Tunggu di episode selanjutnya .... 🥳
__ADS_1
Author sedang berusaha menulis