
Sudah sekian lama Cherlina hidup berdua bersama nenek. walaupun sepi ditengah hutan hanya bertemankan binatang hutan . Namun cherlina merasa sangat bahagia.
Pagi ini seperti biasanya cherlina bangun selalu mencari keberadaan nenek.. Tapi kali ini cherlina masih mendapati neneknya terbaring di dipannya. Wajahnya kelihatan sangat pucat. "ada apa dengan nenek"gumamnya
Cherlina mendekati nenek dan duduk disampingnya. " nek... Nenek kenapa. Kenapa wajah nenek pucat sekali. Dan badannya kenapa panas begini" kata Cherlina sambil memegang tangan nenek. Tampak Cherlina sangat sedih sekali. Tapi dia tak tahu apa yang harus dilakukan... Nenek pun berkata"Cherlina sepertinya.. Umur nenek sudah tidak lama lagi di dunia ini. Nenek sudah tak kuat lagi... Nenek harus menghadap yang Maha kuasa. "
Baik nenek maupun Cherlina.. Sama sama menitikkan air mata. Karena perpisahan sudah didepan mata...lalu tiba tiba Cherlina meraung sambil mendekap nenek "tidak nenek .. Jangan tinggalkan Cherlina . Aku sama siapa nek. " hiks hiks hiks Tangis Cherlina semakin kencang saat tangan nenek sudah tergolek lemas. ...
"Kenapa nenek pergi secepat ini nek" hiks hiks hiks.
__ADS_1
Tiba tiba ada cahaya yang sangat terang. Ternyata sosok dewi kuan Im.dan berdiri di samping Cherlina Tangannya mengusap lembut kepala Cherlina." Cherlina sabar ya sayang.. Memang sudah waktunya nenekmu pergi. Jangan bersedih ya. Karena ... Kamu sebentar lagi akan mempunyai keluarga dan hidup di suatu tempat yang membuat hidupmu akan menjadi berwarna.... Nenek akan aku kuburkan di samping rumah ini. Agar Kamu kelak bisa menengoknya disini. kata Dewi Kuan Im . Penuh dengan kelembutan.
Mendengar ini Cherlina menjadi agak lega. Dan mengusap air matanya dengan telapak tangannya.
Seminggu telah berlalu. Cherlina melewati waktunya bersama dua ekor kelinci sahabatnya serta burung kakak tua kesayangan nenek...Cherlina tak bisa melupakan saat saat indah bersama nenek. Setiap hari Cherlina selalu duduk di samping makam neneknya. Sambil mengajak neneknya bicara. Walau dia tahu nenek tak bisa bicara lagi.
Dan ketika malam tiba Cherlina selalu membuka kado pemberian nenek dan air mata tak bisa dibendungnya. Bila teringat kebaikan nenek.
duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Kelihatannya suami istri itu tersesat hingga lupa jalan keluar dari hutan itu... Hari sudah sore dan semakin gelap. Cherlina mendekati pasangan laki laki dan perempuan itu...
__ADS_1
Mereka terhenyak dari duduknya. Dengan mimik wajah penuh keheranan. "gadis cilik cantik ini dari mana ya. Mengapa ada ditengah hutan begini" gumam perempuan itu dalam hati.... Belum habis keheranan mereka berdua. Cherlina berkata. "Tuan.. Nyonya... Kenalkan nama saya Cherlina. Saya tinggal di sana. " ujar Cherlina sambil menunjuk di kedalaman hutan itu. "hari sudah semakin gelap... Saya mau menawarkan Tuan dan yonya.. Menginap saja di tempatku. Karena daerah ini sangat berbahaya bila malam tiba"...
Dengan perasaan heran dan bertanya dalam hati. merekapun mengangguk. Dan segera beranjak dan mengikuti langkah Cherlina dengan penuh penasaran....
Hari mulai gelap. Suara satwa mulai berisik...sepanjang perjalananan mereka berdua hanya diam karena ada rasa khawatir kalau kalau mereka bertemu harimau. Tapi rupanya perjalanan aman saja. Karena Cherlina sangat paham jalan yang paling aman.Sampailah mereka didepan gubug sederhana tempat tinggal Cherlina. Mereka sangat berterima kasih pada Cherlina karena sudah memberikan tempat yang aman buat mereka berteduh. Merekapun bercerita pada Cherlina kenapa bisa sampai tersesat ditengah hutan. Dan begitupun Cherlina bercerita tentang kisahnya yang tinggal bersama neneknya. Merekapun terharu... Tak terasa pipi perempuan itu sudah basah dengan air mata. "Nak... kebetulan kami sepasang suami istri yang belum memiliki seorang anak maukah kau tinggal bersama kami di kota?" Ujar mereka hampir berbarengan.
Saat itu juga Cherlina ingat pesan dewi kuan Im. "inikah yang kau maksud Dewi" gumamnya dalam hati. Dengan penuh suka cita Cherlina pun mengangguk...
Esok paginya Cherlina berpamitan ke makam nenek dan sahabat sahabatnya. Mereka sangat bersedih karena harus berpisah dengan Cherlina. Tapi mereka juga bahagia. Karena Cherlina akan mempunyai keluarga. Cherlina pun berkemas kemas meninggalkan gubug itu. yang diikuti sepasang suami istri itu. Cherlina mendekati burung kakak tua yang sedang bertengger di dahan pohon dekat makam nenek. Cherlina pun berpamitan. burung itu kelihatan lesu. Dan gelisah seolah dia tak menginginkan Cherlina pergi. Dan berpisah dengan gadis cilik itu. Burung itu tiba tiba terbang mengepakkan sayapnya sambil bersuara seolah sedang menjerit.. Melesat mengitari gubug tua milik neneknya. Lalu burung itu hinggap dipundak Cilik Cherlina. Cherlina bukan manusia biasa. Dia sama sekali tak merasakan sakit saat kuku tajam burung itu menyentuh pundaknya... "Ayo.. Ayo... Kita berangkat".ternyata burung itu tak ingin berpisah dengan Cherlina. Di Samping itu dia juga sebagai penunjuk jalan.
__ADS_1
hemm... Tunggu episode selanjutnya y... Aku mau belajar dulu. Karena besok ada ulangan dikelas ku. See you next time