Another life on the seabed

Another life on the seabed
Episode 4


__ADS_3

..."Kalau begitu kami pergi dulu" ucapku dan Henry. Setelah kami berada di luar guild aku menanyakan kepada Henry "sekarang kita harus bagaimana?" tanyaku kepada Henry "hmm sekarang kita harus belanja dulu" jawab Henry dengan mata tertutup memikirkan apa saja yang harus di beli "belanja? kita tidak langsung berpetualang saja? " tanyaku "kita harus belanja dulu, memangnya kamu punya perlengkapan untuk berpetualang? pertama tama ayo kita beli pakaian dulu" ucap Henry sambil menarik tanganku. "Silahkan pakaian nya tuan nona, apa kalian pasutri? pakaian ini cocok untuk kalian berdua" ucap seorang pedagang yang tiba-tiba mencegat kami, seketika kami pun kaget dan pipi kami memerah "kami bukan pasutri!" ucap kami serentak "ooh ternyata bukan, saya kira kalian pasutri soalnya kalian serasi dan sangat mesra" ucap Ibu penjual itu meledek kami ,"me-mesra?!" "ya, lihat tangan kalian bergandengan begitu" seketika kami pun melihat tangan kami yang bergandengan dan melepaskan tangan kami, aaaah wajahku serasa terbakar. "Jadi kalian masih pacaran ya?" tanya ibu penjual itu "kami tidak pacaran, kami hanya partner yang berpetualang bersama" ucap Henry dengan wajah merahnya "wah apa kalian sudah lama berpetualang bersama? apa ada kejadian bagus yang membuat kalian sedekat ini?" ucap ibu penjual yang penasaran "tidak, kami baru bertemu hari ini"ucap Henry, " jadi kalian cinta pandangan pertama ya? manisnya " ucap ibu penjual dengan wajah senang "bukan bu, ah sudahlah kami cuma ingin membeli pakaian" ucap Henry sedikit merajuk "haha maaf ya, wajar saja ibu sudah tua jadi penasaran dengan kisah percintaan anak muda, silahkan di pilih pakaiannya" ucap ibu itu tertawa "haha tidak apa apa bu" ucapku tersenyum. ketika melihat lihat pakaian aku jadi ingin membeli semuanya karena semua pakaiannya indah "bagaimana dengan ini? " ucap Henry dengan pakaian di tangannya "wah bagus sekali dan ukurannya pas" ucapku terkagum "ingin beli yang ini?" tawar Henry "hmm aku suka tapi aku tidak punya uang" ucapku sedih "hahaha tidak apa apa, ini aku yang bayarkan, kita kan memang ingin membeli peralatan mu" ucap Henry "gini gini uang ku banyak loh" lanjutnya dengan tawanya, akupun ikut tertawa "yasudah aku ambil yang itu dan yang di sebelah sini, ini adalah pilihanku" ucapku sambil tersenyum. Henry seperti terkejut sampai tidak bisa bicara "hm? ada apa?" aku bertanya karena dia membatu "se-serius?" ucapnya, akupun mengangguk "ini kebanyakann!!!, kita beli 5 saja!!!" ucap Henry dengan nada sedikit tinggi dan wajah yang lucu.Aku memasang wajah sedih "e-eh bukan anu kita beli tujuh saja ya tujuh, kalau beli sebanyak ini uangku tidak cukup, ya?" bujuk Henry "hm baiklah" ucapku sedikit senang karena wajah lucunya.Setelah membayar, kami lanjut mencari peralatan, aku melihat ada seorang pedagang tua yang seperti menjual ramuan "kesana yuk?" ajakku lalu kami menghampiri pedagang tua itu "mau beli apa nak?" ucap pedagang tua itu "ada apa saja nek?" tanyaku "ada ramuan penyembuh luka, ramuan pelepas kutukan, racun hydra, racun pelumpuh, obat penenang yang kuat, ramuan penyembuh segala penyakit dan masih banyak lagi" ucap nenek itu. "Wah sepertinya banyak yang berguna, kalau begitu saya beli semua yang nenek ucapkan tadi masing masing 5 ya nek" ucapku kegirangan "li-lima?!" ucap Henry "ya sepertinya semua itu akan berguna suatu saat nanti" ucapku tersenyum....


__ADS_2