Antara Jodoh Dan Perjodohan

Antara Jodoh Dan Perjodohan
Bab 21


__ADS_3

#antara Jodoh dan Perjodohan


# Serasa asing


" hiks... kak Gilang kenapa jadi jahat sama Jingga hiks...hiks..." ucap Jingga sambil menatap Jendela kamarnya.


" Jingga,,,kamu harus sabar yaa,ini juga bukan kemauan nya kak Gilang.tapi ini udah takdir dari Alloh,kamu harus bisa ngelewatinya" lanjutnya, dengan menyemangati dirinya sendiri.


Tok...


Tok...


Tok...


suara ketukan pintu dari bawah berhasil membuyarkan lamunan Jingga, Jingga pun turun untuk melihatnya...


"Iyaa bentar,," ucap Jingga berjalan di tangga.


Cklek...( anggap aja suara pintu terbuka )


"Ummi,Abbi,kak Gilang, kalian udah pulang?" Ucap Jingga sambil mengusap air mata yang ada di pipinya.


"Iya nak, dokter udah ngebolehin Gilang Pulang" ucap abbi Gibran.


" oh syukurlah kalau begitu " seru Jingga.


Mereka pun masuk dan langsung duduk di kursi ruang tamu.


" ummi, kenapa perempuan tadi ada di sini?" Ucap Gilang.


" Gilang coba inget baik baik dia istri kamu, dia sedang hamil anak kamu" ucap ummi meyakinkan.


"Tapi Gilang gak inget apa apa ummi" ucap Gilang sambil memegang kepala.


"yaudah Gilang mau masuk kamar dulu" lanjut Gilang.


"Umm,,udah j..jangan di paksain ingatanyan kak..kak Gilang" ucap Jingga dengan menahan air mata di pipinya.


"Umm,, disini ada kamar tamu kan?" Tanya Jingga.


"Ada Jingga memang kenapa?" Tanya bu Maryam.


"Malem ini Jingga pindah kamar aja yaa,, mungkin kak Gilang gk akan suka jika kamar kak Gilang di pake sama aku" lanjut Jingga.


"Tapi Jingga kamu kan.." ucap Ummi menggantung karna Jingga langsung pergi ke atas untuk mengambil semua barang2 Jingga yang ada di kamar Gilang.


Dikamar....

__ADS_1


"Afwan,, kak Gilang, Jingga kesini mau bawa barang barang Jingga." Ucap Jingga.


Gilang yang sedang duduk di kasur langsung berdiri menghampiri Jingga.


"Kamu itu siapa sii? Kenapa kamu ada sini?" Ucap Gilang tegas,hingga membuat Jingga takut.


"Permisi kak,," ucap Jingga langsung melewati Gilang


Dikamar tamu....


Setelah Jingga selesai membereskan kamar.


barunya Malam pun tiba...


"Alhamdulillah,akhirnya bersih juga" ucap Jingga senang sambil duduk di atas kasurnya. Tetapi ia mengingat lagi masalah yang sedang menimpanya.


"Hiks...hiks... ya Alloh kenapa ini semua terjadi pada Jingga, apakah Jingga kuat menghadapinya." Ucap Jingga tidak bisa menahan air matanya jatuh.


"Kenapa kak Gilang,suami Jingga sendiri tidak ingat akan Jingga? Apakah kak Gilang gak akan ingat selamanya sama Jingga."lanjutnya.


"Ish,,,nak kamu jangan ngomong kayak gitu gak baik," ucap bu Maryam tiba tiba duduk di samping Jingga sambil mengusap air mata dipipi Jingga.


"Kamu kan anaknya bu Fatimah,, kamu harus kuat seperti ummi kamu"


"Tapi umm,, Jingga takut kak Gilang selamanya gak kenal sama Jingga, intinya dia tidak akan mengenali anak yang dikandung oleh Jingga" curhat Jingga pada bu Maryam.


" ingat Jingga kita punya Alloh, hanya Alloh lah pemilik skenario kehidupan manusia" ucap bu Maryam menekankan.


" i..iya ummi, Jingga kuat ko jingga kan anak Ummi Fatimah hhe" ucap Jingga sambil mengusap air mata di pipinya.


"Iya dong kamu kan menantu nya ummi Maryam, menantu ummi harus kuat gak boleh nyerah" ucap Ummi Maryam menyemangati Jingga.


Pagi harinya....


"Ummi,,," ucap Jingga memanggil bu Maryam.


"Iya Jingga,ada apa?" Jawab bu Maryam.


" sekarang Jingga mau pergi ke supermarket ,ada barang yang harus di beli, em..ummi mau nitip?" Ucap Jingga.


"enggak Jingga gak usah,,lagian ummi gak ada yang harus dibeli" ucap bu Maryam.


"Oh,, em..yaudah Jingga pergi dulu umm,,***" ucapan Jingga terpotong.


"Tunggu" ucap seseorang pria tamvan turun dari tangga. Siapa lagi kalau bukan Gilang.


" Jingga, Gilang ikut,," ucap Gilang dingin.

__ADS_1


"Kak..kak Gilang yakin?" Ucap Jingga kaget.


" iya.."


" yaudah ummi, Jingga dan Gilang pergi dulu ya,, assalamualaikum"ucap Jingga.


"Waalaikumsalam"


Mereka pun pergi dengan menggunakan mobil pribadinya Gilang.


" kamu itu siapa sii? Kenapa kamu dekat dengan ummi?"


Ucap Gilang di perjalanan.


" kak Gilang, inget gak sama cincin yang di pake Jingga sekarang, sama kan kayak yang kak Gilang sekarang pake" ucap Jingga berusaha mengembalikan ingatan Gilang.


Gilang pun melihat tangannya,dan bener di tanganya ada cincin yang sama kayak Jingga.


Tapi Gilang masih kebingungan.


" kak Gilang, inget gak sama poto ini?" Ucap Jingga memperlihatkan poto pernikahannya yang ada di ponselnya Jingga.


"Aaarghhhh,,,saya gk inget apa apa Jingga" ucap Gilang membentak Jingga sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Yaudah kak,,Gilang jangan terlalu di pikirin" ucap Jingga menahan air matanya untuk jatuh karna Gilang gk pernah sekasar itu sama Jingga.


Supermarket....


"Ini udah,,itu juga udah sekarang kita ke casir yaa kak.!" Ucap Jingga.


Tiba tiba


[Gdubrakk... anggap aja suara tabrakan. ]


"Aduh,,afwan kak, saya salah" terdengar Jingga yang menabrak seseorang.


"Jingga,,?" Ucap seorang santri tamvan.


"Eh,,,Kak Akhsan" seru Jingga.


" ngapain kamu disini Jingga,?" Ucap Akhsan.


"Jingga disini lagi belanja kebutuhan Jingga"


" Jingga,,aku mau ngomong sama kamu" ucap Akhsan sambil menarik tangannya Jingga, tapi langkahnya terhenti karna Gilang menarik tangan Jingga.


"Disini aja,," ucap Gilang dengan wajah kesal.

__ADS_1


" emang kak Akhsan,mau ngomong apa?" Ucap Jingga.


Bersambung...


__ADS_2