Antara Jodoh Dan Perjodohan

Antara Jodoh Dan Perjodohan
Bab 13 dan 14


__ADS_3

#antara jodoh dan perjodohan


#Takutnya Jingga.


Setelah lamanya Jingga ada di pondok bersama dengan aisyah. Waktu menunjukan pukul 20:30 wib. Jingga yang dari tadi menunggu Gilang untuk menjemputnya tapi tak kunjung datang.


" syaa,, kok kak Gilang belum dateng juga yaa ini juga udah malem."


"Mungkin ada keperluan yang penting kali, kak." Ucap aisyah meyakinkan.


"Yaudah kak Jingga pulang jalan kaki aja nyari ojek, siapa tau di depan sana ada ojek mangkal"


"Yakin kakak mau pulang, ini udah sepi lho kak lebih baik tunggu kak Gilang aja bentar lagi."


"Gak bisa syaa, ini udah malem banget. Yaudah kakak pulang dulu yaa Assalamualaikum."


"Tapi...waalaikumsalam"


Setelah itu Jingga pulang dengan berjalan kaki berniat ingin mencari ojek di luar pondok. Tetapi jalanan yang udah mulai sepi merubah suasana menjadi sunyi.


Tiba tiba 2 orang preman yang sedang berjalan melihat Jingga yang sedang berdiri sendiri di tepi jalan.


"Neng,,malem malem begini mau kemana" ucap salah satu preman itu sambil memegang tangan Jingga.


" afwan,, jangan pegang pegang yaa gak sopan tau" ucap jingga dengan nada takut.


" yaudah daripada eneng berdiri disini,mending ikut bareng abang aja yuk"ucap si preman dengan menarik tangan jingga.


"Eh apa apaan sih gak sopan banget jadi orang lepasin..." ucap Jingga sembari menangis.


Akhsan yang sedang berjalan sama teman temannya melihat kejadian itu, ia langsung berlari ke arah Jingga.


"Jingga... eh ngapain gangguin anak orang" ucap Akhsan kesal.


" haaha..lo itu siapa jangan ikut campur yaa" ucap preman dengan tertawa terbahak bahak.


Merek berdua pun langsung berkelahi dengan Akhsan. Akhsan berhasil mengalahkan mereka,dan mereka berdua pun kabur.

__ADS_1


"Hiks...hiks..." Jingga yang menangis... dengan apa yang terjadi barusan padanya.


" Jingga... lo gak papa kan?" Tanya Akhsan kepada Jingga.


Tiba tiba datang seseorang dari dalam mobil dengan wajah yang panik.


"Jingga...kamu kenapa?" Ucap Gilang.


Jingga terus saja tidak berhenti menangis dan mengabaikan pertanyaan Gilang.


"Akhsan.. Jingga kenapa?" Ucap Gilang bertanya kepada Akhsan.


"Tadi Jingga di gangguin sama preman.. mungkin Jingga ketakutan." Ucap Akhsan dengan wajah yang terlihat cemburu karna Gilang mendekap Jingga.


" oh,, makasih ya san...lo udah ngelindungi Jingga. "


" iya sama sama,,yaudah gua balik dulu ya gil... assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Maafin kak Gilang yaa Jingga, karna kak Gilang telat jemput kamu jadi kayak gini."


Setelah itu mereka berdua pun pulang kerumahnya.Bu maryam yang terlihat kaget dengan kedatangan Jingga dengan menangis dan langsung lari ke kamarnya.


"Eh,,gilang Jingga kenapa?kenapa dia menangis" ucap bu maryam dengan heran.


"Jingga mau digangguin sama preman ummi.ini semua gara gara Gilang. karna Gilang Jingga jadi ketakutan."ucap Gilang dengan nada menyesal.


"Ish.. kamu jangan ngomong kayak gitu gak baik" ucap bu maryam meyakinkan Gilang.


"Tapi ummi,,Gilang kasian liat Jingga kayak ketakutan banget apakah Gilang udah gagal menjadi suami yang baik ummi?" ucap Gilang dengan nada sendu


Tiba tiba Jingga turun dari kamarnya. Mendengar percakapan bu maryam dan Gilang.


"Kak gilang,,, jangan ngomong gitu ini semua bukan salah kak Gilang,ini salah Jingga karna gak nunggu kak gilang jemput"


Bab 14

__ADS_1


#*antara jodoh dan perjodohan


#Momen akrab Jingga.


"Tidak Jingga ini semua salah kak Gilang,yang sudah gagal jadi suami yang bisa lindungin kamu." Ucap Gilang sedih.


Tiba tiba Jingga yang berada di hadapan Gilang langsung memeluk erat tubuh kekar Gilang.


"Hiks...hiks... kak Gilang jangan ngomong kayak gitu, Jingga mohon jangan buat diri Jingga bersalah." Jingga menangis di pelukan Gilang.


"Iya...iya.. Jingga kak Gilang gak akan ngulangin lagi kok.maaf yaa" ucap Gilang heran Mengapa Jingga seakrab ini dengannya. Tapi dipikiran Gilang akibat terjadinya preman itu membuahkan hasil bagi Gilang karna Perubahan sikap Jingga yang drastis.


Pagi harinya. Jingga yang sibuk memasak di dapur untuk sarapan pagi ummi dan suaminya Gilang.


Ia memasak ikan goreng kesukaan umminya Gilang dan tempe goreng kesukaan suaminya.


" eh ummi abbi, ummi dan abbi baru bangun.sini makan bareng sama Jingga." Ucap Jingga.


"iya jingga."ucap bu maryam.


Setelah itu Gilang turun baru bangun pagi dengan pakaian tidur kotak2 dan rambut acak acakan. Melihat ibu dan istri nya yang sedang di meja makan.


"Kak Gilang baru bangun,,sini makan bareng sama ummi!" Ucap Jingga dengan senyuman.


"Kak Gilang mau Jingga bawain gak nasinya?"


"Iya,,Jingga makasih," ucap Gilang mengiyakan.


"Massyaalloh makin hari kalian makin akrab aja! Gimana?kalian udah ngerencanain punya anak berapa" ucap bu maryam sambil terkekeh


"Ish..ish... ibu ini bisa aja" ucap abbinya Gilang.


Jingga yang mendengarnya langsung kaget.entah apa yang harus Jingga lakukan malam pertamanya Jingga dan Gilang juga belum,apalagi ngerencanain punya anak berapa.


Yaalloh apakah aku harus mengikhlaskan cintaku,untuk masa depan ku,aku sudah sah menjadi istri kak Gilang seharusnya aku mulai mencintai nya bukan menjauhinya apakah aku salah yaalloh...


NUR JINGGA SHALIHAH*_____

__ADS_1


__ADS_2