
Riuh suara merdu anak-anak mengaji di
pondok pesantren milik kyai Muhammad ibrahim terdengar sangat merdu.kyai memperhatikan anak-anak yang sedang diajar oleh ustadz-ustadz yang mengajar di pondok miliknya.
" Assalamualaikum abi"
Ucap salam seorang gadis cantik yang mirip sekali dengan ustadz Ibrahim,mengecup punggung tangan kyai.
" Waalaikumsalam"
Jawab kyai dengan mengusap kepalanya yang tertutup dengan syar'i.
" Abi, bolehkah besok Siti pergi berkunjung ke rumah Aliyah,Karena besok dia akan menikah?
Kyai Ibrahim menganggukkan kepalanya dengan seulas senyuman teduh.
" Terimakasih abi, Siti janji kalau acaranya sudah selesai,Siti langsung pulang," Ucap nya lagi.
" Baiklah putriku, hati-hati di sana.ingat pesan abi?
" Baik abi,Siti tidak boleh berdekatan dengan laki-laki yang bukan muhrim siti," Jawab nya,lalu kyai pun menganggukkan kepalanya dan menyuruh Siti untuk melaksanakan shalat isya.
Siti berjalan keluar menuju ke peragian untuk mengambil air wudhu.lalu ia pun membuka sedikit hijabnya dan membasuh wajahnya melakukan ritual wudhu.
Setelah ia berwudhu,Siti kembali ke dalam pondok lalu menaiki tangga dan membuka pintu kamar nya.
Ceklek.
Siti berjalan ke arah lemari untuk mengambil mukena dan sajadah,lalu ia meng gelarnya di lantai, kemudian ia menjalankan kewajiban sebagai seorang umat muslim.melakukan rukuk sebanyak empat kali,lalu diakhiri dengan attahiyatul dan mengucap salam.
Siti menengadahkan kedua tangannya meminta rahmat serta berkah kepada seluruh keluarganya termasuk orang-orang yang berada di dalam pondok pesantren.
Setelah selesai berdoa,siti merapikan kembali perlengkapan sholat nya' lalu menyimpan kembali di dalam lemari.
Lalu ia pun menaiki ranjang yang terbuat dari kayu jati,menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.
********
Sang Surya telah menampakkan sinarnya,bias cahaya menelusup masuk melalui jendela menghangatkan seorang gadis yang masih terbuai di alam mimpi.
Kelopak mata gadis tersebut terlihat bergerak-gerak,lalu kemudian ia membuka matanya.tangannya yang lentik mengucek matanya sendiri dengan beberapa kali menguap.
ia pun merentangkan kedua tangannya dan membuat gerakan memutar sehingga terdengar bunyi kelotok dari otot-otot tangan nya.
__ADS_1
Siti turun dari ranjang,mengambil handuk lalu keluar dari kamar nya menuju ke peragian.kamar mandi khusus para santri perempuan.
Terdapat juga kamar mandi untuk laki-laki yang berada di bawah lagi,sedikit menuruni jalanan yang beruntun.
Pondok pesantren milik kyai Ibrahim masih pondok tradisional,kiai memang tidak menginginkan untuk merubah tatanan atau pondasi pondok nya.karena pondok itu adalah warisan turun temurun dari orang tuanya dan Kiai tidak ingin merubah apapun di pondok nya tersebut.
Siti menyapa para santriwati yang sedang menunggu bergantian di depan pintu kamar mandi, terdapat sepuluh kamar mandi di sana.tetapi karena jumlah murid santriwati yang banyak sehingga tetap saja mereka harus menunggu secara bergantian.
Tiba giliran siti Khadijah,ia pun masuk ke dalam dan melakukan ritual mandi nya.
Setelah beberapa menit kemudian,siti pun keluar dari kamar mandi dan tersenyum ramah kepada santriwati yang sedang menunggu nya di depan pintu kamar mandi.
Siti bergegas kembali ke atas,menuju ke kamarnya.lalu ia pun mulai memakai pakaian gamis dengan hijab pashmina.memoles sedikit wajahnya dan memakai lipstik natural di bibirnya.
Siti Khadijah gadis yang sangat cantik, memiliki tubuh semampai meskipun tertutup oleh pakaian syar'i nya tetapi tetap terlihat bentuk tubuh nya yang ideal.matanya yang bulat dengan bulu mata lentik serta hidung yang mancung membuat nya sempurna.
Wajah Siti Khadijah seperti wajah gadis turki.karena memang dulu almarhum ibunya berasal dari Turki,jadi dia menuruni kecantikan wajah ibunya sendiri.
dia melirik jam di pergelangan tangannya,lalu ia pun bergegas turun ke bawah dan mencari keberadaan ayahnya.
" Pak asep, dimana Abi?" Tanya nya kepada orang yang bekerja di bagian kebersihan.
" Kiai di perpustakaan neng," kata pak pak Asep.
" Assalamualaikum Abi,"
" Waalaikumsalam," Jawab Kiai Ibrahim.
" Abi,siti pamit ya," Ucap nya meminta izin lalu mencium punggung tangan ayahnya.
" Iya, hati-hati." Jawab Kiai.
" Iya abi." Jawab siti yang langsung pergi keluar dari perpustakaan.
Siti mengambil kunci motornya yang berada di dalam tasnya,lalu ia pun menuruni pondok pesantren menuju tanah kosong yang terdapat motor serta mobil milik Kiai Ibrahim.
Siti memasukkan kunci motor nya dan mulai menghidupkan mesin nya.memakai helm lalu ia pun mulai menjalankan motor matic nya keluar dari pondok pesantren.
Siti mengendarai motor matic nya dengan kecepatan sedang, melewati beberapa sawah dan juga kebun milik dari Kiai Ibrahim.
Pemandangan kampung Pusakajaya Cianjur sangat indah,terdapat sungai kecil di sepanjang jalan yang dilalui nya.suasana sejuk dan asri serta burung-burung berkicauan di langit cerah adalah panorama alam yang sangat sulit kita dapatkan di kota-kota besar lainnya.
Siti berdendang kecil,dia terlihat menikmati perjalanan nya.sesekali dia menghirup udara segar lalu dia hembuskan!
__ADS_1
Bruk!
" Agh." Pekik siti ketika motor matic bagian belakangnya ditabrak oleh mobil seseorang,hingga membuat Siti terjungkal ke depan jalan.
Awh'
Sth'
" Sakit," Lirihnya dengan memegang lututnya yang terasa sakit dan mengeluarkan darah terlihat dari bercak darah dari kain gamis yang dipakai nya.
" Seorang pria bertubuh besar dan tinggi keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri siti yang sedang meringis kesakitan.
" Ana asf ansat,hal tadhyat," Ujar pria tersebut dengan memakai logat bahasa arab.pria itu memakai sorban di kepalanya.
Siti menengadahkan kepalanya dan detik itu juga pandangan mata mereka saling menatap dalam.pria asing itu terpana melihat kecantikan wajah siti Khadijah.
Pria asing itu sepertinya menyukai Siti Khadijah terlihat dari cara memandang nya.
Siti memutuskan pandangan mata mereka,tersadar bahwa dia lupa lelaki itu bukan lah muhrimnya.ia menundukkan kepalanya dan kembali meringis memegang lututnya.
" Kamu tidak apa-apa?
Deg!
" Ternyata dia bisa berbicara bahasa Indonesia," Gumam Siti di dalam hati nya.
" Tidak apa-apa tuan," Jawab nya sambil meringis.
" Kakimu terluka,mari saya lihat," Ujar pria asing.
" Tidak…tidak, terimakasih!" Sergah Siti yang tidak mau disentuh oleh nya.dan pria tersebut pun menyadari kesalahannya.
" Oh maaf nona,saya silap," Ucap nya merasa bersalah.
" Kalau begitu, dimana rumah nona biar saya antar' atau kita pergi ke rumah sakit?" Tawaran nya.
" Tidak apa-apa tuan,tidak usah mengantar saya.rumah saya dekat di sekitar sini!" Tolak halus siti.
" Tapi,kamu sedang terluka?
Siti tidak menghiraukan ucapan pria tersebut,dia berusaha bangun dari duduknya.tetapi detik kemudian dia hampir terjatuh dan beruntung nya pria tersebut memegang nya.sehingga Siti berada dalam dekapan pria asing tersebut.
Deg!
__ADS_1
" Astaghfirullah." Pekik Siti,tersadar karena telah bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.