
Siti terkejut ketika mendengar teriakkan seseorang dari arah belakang,yang menangkap basah mereka ketika melakukan hal yang dilarang oleh agama di kebun milik kyai Ibrahim.
Salah satu santri mengikutinya dari belakang,ketika siti dan husyan meninggalkan pondok menuju ke kebun milik kyai.dan saat ini mereka sedang dihadapkan kepada kepala kampung desa tersebut, dengan disaksikan oleh seluruh santriwati dan masyarakat setempat.
Siti menundukkan kepalanya,malu dengan perbuatannya meskipun mereka hanya sekedar berciuman karena larut dalam buaian hasrat dari husyan.tetapi siti tahu bahwa itu dilarang oleh agama, apalagi mengingat dirinya putri dari seorang kyai yang disegani serta pemilik pondok pesantren.
Husayn pun menundukkan kepalanya, merasa bersalah, akibat dirinya yang tidak bisa menahan nafsu nya kepada siti Khadijah, sehingga dia melakukan hal yang memalukan itu dan menyebabkan mereka di sidang di depan kepala kampung.
Pak damar selaku kepala kampung menanyakan keberadaan kyai Ibrahim,santriwati yang menangkap basah mereka mengatakan kalau kyai sedang berdakwah di kota bandung.
" Nikah kan saja pak damar,buat malu kampung saja!" Seru warga menyuarakan pendapatnya kepada kepala kampung.
" Jangan pak,kami tidak melakukan apapun." Ucap siti Khadijah memberikan pembelaan karena dia merasa tidak melakukan di luar batas norma agama.
" Memang kalian tidak melakukan hubungan seperti itu,tapi seharusnya kamu juga tahu siti itu termasuk perbuatan zinah.karena kalian berdua tidak terikat hubungan pernikahan!" sentak pak damar.
Siti dan husayn pun menundukkan kepalanya, karena perkataan pak damar memang benar adanya.
" Pak,saya siap menikahi siti." Sahut husayn, sehingga membuat siti terkejut.
Meskipun dia menginginkan menikah dengan husayn, bukan berarti harus dengan cara seperti ini.kesan nya terlihat terpaksa karena suatu kejadian dan itu akan membuat malu ayahnya sendiri, yaitu kyai Ibrahim.
Pak damar pun menganggukkan kepalanya,lalu berkata untuk menunggu kyai pulang.setelah itu baru mendengar apa keputusan dari kyai Ibrahim, karena pak damar dan seluruh warga kampung masih menghargai kyai Ibrahim dan tidak ingin membuat keputusan tanpa sepengetahuan nya.
Pak damar terlihat mengambil ponselnya dan menelepon ajudannya kyai, memberitahukan kepadanya tentang putrinya siti Khadijah.setelah berbicara cukup lama, akhirnya panggilan pun ditutup oleh pak damar.
" Kyai akan segera pulang,mungkin sore hari beliau akan sampai.jadi sebaiknya husayn menunggu saja di rumah saya, sedangkan siti,sebaiknya pulang ke rumahnya dulu." saran pak damar menyuruh mereka untuk bubar dan menunggu kyai Ibrahim.
Siti pun kembali ke rumahnya dengan santriwati lainnya,husayn masih di rumah pak damar.
di dalam perjalanan siti terlihat murung dan malu dengan kejadian ini,dia takut kyai murka kepadanya.
Santriwati yang tadi memergoki mereka merasa bersalah dan tidak enak hati, karena dirinya tidak bisa mengontrol suaranya ketika dia terkejut memergoki mereka.sehingga terdengar oleh dua orang bapak-bapak yang hendak pergi ke kebun dan itulah sebabnya mereka dibawa ke rumah pak damar sebagai kepala kampung.
__ADS_1
" Kak siti maafkan minah,karena minah kak siti jadi dapat masalah." Ucap sesal santriwati yang bernama minah.
Siti melengos dan menjeling kepada minah,lalu berjalan cepat meninggalkan mereka.minah menundukkan kepalanya merasa bersalah,santriwati lainnya berusaha menenangkannya dan berkata apa yang dilakukan nya adalah benar.
Mereka melakukan itu karena perintah dan ajaran kyai Ibrahim untuk mengatakan kebenaran ketika kalian melihat kebatilan dan kemaksiatan,karena jika kita membiarkan nya.kita juga yang akan kena dampaknya.
Bagaimana perasaan kyai kalau seandainya ajarannya selama ini telah di coreng oleh putrinya sendiri dan tentu saja akan membuat nya merasa malu.
Pada sore harinya,kyai Ibrahim sudah tiba di pondok pesantren nya dan menyuruh santriwati untuk memanggil putrinya yang sedang berada di dalam kamar,mengurung diri.santriwati itu segera naik ke lantai dua untuk memanggil siti Khadijah.
" Tok…tok…tok.
" Kak siti,kyai sudah pulang dan menyuruh kakak untuk segera turun menemui nya.
" Deg.
Siti terperangah ketika mendengar abi nya sudah kembali dengan cepat dari bandung,siti merasa takut untuk menemui abi nya.tetapi walau bagaimanapun dia harus turun dan menghadapi semua ini.
Siti membuka pintu dengan wajah datarnya, melewati santriwati yang tadi memanggil nya.lalu turun ke bawah menemui ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu beserta ajudannya.
Siti berjalan dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap ayahnya yang saat ini sedang menatapnya tajam.
Siti duduk di kursi kayu berhadapan dengan kyai Ibrahim dan menundukkan kepalanya.dengan tangannya yang saling memelintir.
" Apa yang sudah kamu lakukan siti? Desah kyai terlihat kecewa.
Siti tidak menjawab,dia hanya terdiam dan menundukkan kepalanya saja.
" Kamu sudah membuat abi malu siti,selama ini abi mendidikmu dengan ajaran agama yang benar,tetapi kenapa kamu melanggar semua didikan serta aturan yang abi berikan untukmu?" cerca kyai Ibrahim,kecewa dan marah dengan putri satu-satunya itu.
Siti tetap bungkam, tidak menyahut atau pun menjawab pertanyaan dari kyai .dia tahu apa yang dikatakan oleh abi adalah benar,dia sudah mengecewakan nya.
Kyai Ibrahim menyuruh siti untuk ikut dengan nya pergi ke rumah kepala kampung.dan tanpa berkata apa-apa,siti pun mengikuti kyai dari belakang dengan ajudan nya kyai Ibrahim yang bernama ustadz kamal.
__ADS_1
Mereka bertiga menaiki mobil milik kyai sendiri dengan ustadz kamal yang mengemudikan mobil nya kyai ibrahim.setelah lima menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah pak damar kepala kampung.kyai dan siti pun bergegas turun dari mobil menuju rumah pak damar yang sudah ada beberapa warga duduk di teras depan rumah pak damar.
Sungguh kyai merasa malu,karena orang-orang memandangnya dengan berbisik-bisik.siti pun terus menundukkan kepalanya berjalan beriringan bersama kyai.lhsayn langsung berdiri dari duduknya ketika melihat kedatangan mereka.
" Assalamualaikum." Ucap salam kyai Ibrahim.
" Waalaikumsalam kyai." Jawab pak damar, bersalaman lalu mempersilahkan kyai untuk duduk.
Kyai menatap husayn dengan tatapan kemarahan di wajahnya,husayn menundukkan kepalanya merasa malu kepada kyai Ibrahim.
" Apa kyai baru saja tiba?" Tanya pak damar basa-basi terlebih dahulu sebelum langsung ke topik pembicaraan.
" Iya pak,saya baru saja tiba dan langsung kesini setelah saya mendengar kabar yang memalukan." Ucap kyai menyiratkan kekecewaan dan kesedihan di wajah nya.
Pak damar mengerti apa yang dirasakan oleh kyai Ibrahim,tentu saja beliau merasa sedih dan malu akan perbuatan putrinya yang telah mencoreng nama baiknya.
" Sekarang bagaimana kyai?" Tanya pak damar meminta pendapat terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu.kyai Ibrahim menghela nafasnya lalu kemudian memberikan keputusan nya.
" Berdasarkan hukum syariat Islam, mereka harus di cambuk atau dinikahkan secara agama.tetapi saya lebih memilih untuk memberi hukuman cambuk kepada putri saya siti." Ucap kyai memberikan keputusan nya.
" Deg.
Siti dan husayn tercengang ketika mendengar keputusan kyai, mereka berdua saling melirik.siti sangat kecewa dengan keputusan ayahnya, betapa tega ayahnya sendiri memerintahkan mereka untuk mencambuknya daripada menikahkan mereka berdua,itu yang ada benaknya siti.
"Maafkan saya kyai,saya sudah membuat anda kecewa dan malu.saya akui disini saya lah yang bersalah yang sudah memaksa siti keluar untuk menerima ajakan saya untuk bertemu, tetapi saya mengakui bahwa saya mencintai siti dan berniat ingin menikahinya." Ujar alhusayn mengakui kesalahannya serta meminta izin untuk menikahi siti.
" Menikahinya secara kontrak?" Tanya kyai, menghunus tajam kepada husayn.
Husayn berniat menikahi siti secara kontrak,karena dirinya adalah warga asing sedangkan siti adalah warga tempatan.dia melakukan pernikahan kontrak karena mengikuti teman-teman lainnya yang menikahi gadis tempatan secara kontrak dan di saat mereka sudah habis masa kontraknya mereka akan kembali ke negara asalnya.dan biasanya paling lama kontrak tersebut hanya sebatas dua tahun.
" Saya tidak akan merestui pernikahan tersebut,karena bagi saya pernikahan adalah suatu hubungan sakral dan tidak ada perjanjian apapun hanya untuk menutupi hawa nafsu saja!" Sarkas kyai Ibrahim sehingga membuat husayn menundukkan kepalanya.
" Abi?" Lirih siti, menatap kecewa kepada ayahnya.
__ADS_1