Antara Safa Dan Marwah

Antara Safa Dan Marwah
Mengirimkan pesan


__ADS_3

Dua Minggu setelah pertemuannya dengan Siti Khadijah,Husayn selalu membayangkan wajah cantiknya Siti Khadijah.ia ingin sekali berjumpa dengan nya kembali, tetapi tidak mungkin dia pergi ke pondok pesantren tersebut karena ia merasa segan dengan kyai Ibrahim.


Husayn memanggil adik nya yang bernama Aaliyah yang kebetulan ikut dengan nya dari Arab untuk berjumpa dengan sahabatnya semasa kuliah di universitas Kairo.


" Aaliyah." Panggil nya.


"Ya Ikhwan." Sahut Aaliyah dengan


menghampiri kakak laki-laki nya.


" Ma adha Ikhwan?" Tanya kembali dengan berbicara bahasa arab, Aaliyah bertanya ada keperluan apa memanggil nya.


" Pergilah kamu ke pesantren Manzil Jamil yang berada di kampung Pusakajaya." Titahnya kepada Aaliyah adiknya.


" Buat apa Ikhwan? Aku tidak tahu arah jalannya." Sungut nya terlihat enggan.


" Kamu pergi dengan Azam,dia tahu alamat nya." Ujar husyan


Azam adalah sahabat nya yang dia kunjungi,dia adalah asli orang Cianjur jadi Azam tentu saja tahu pondok pesantren Manzil Jamil milik kyai Ibrahim.


Orang yang disebutkan nya pun telah berdiri saat ini di sampingnya dengan air mukanya yang terlihat bingung.


" Ada apa? Tanya nya kepada mereka berdua.


" Azam aku minta tolong, pergilah bersama Aaliyah ke pesantren Manzil Jamil." Ucap Husayn.


" Manzil Jamil?,, Manzil Jamil yang ada di kampung Pusakajaya?" Tanya Azam.


Husayn pun menganggukkan kepalanya lalu memberikan secarik surat kepada Azam,lalu Azam pun mengambil nya dari tangan Husayn dengan dahi nya yang berkerut.


" Teruntuk Siti Khadijah?" Baca nya dengan seksama.

__ADS_1


" Wk.wk.wk!


Detik kemudian lepas lah tawa Azam dengan terpingkal-pingkal,memegang perutnya sendiri.


" Ini surat cinta?" Tanya nya dengan terus tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Aaliyah pun ikut tertawa dan akhirnya mengerti tujuan kakaknya menyuruhnya untuk pergi ke sana.Rupanya kakak nya itu telah dilanda kasmaran.


" Hei bung,ini jaman sudah modern' kenapa tidak kamu telpon saja dia, katakan langsung,,," Siti aku mencintaimu." Ucapnya dengan mengolok-olok al husayn sehingga membuat Husayn geram dan menepuk kepala nya.


" Aku lupa meminta nomor telepon nya,lagi pula saat itu aku tidak teringat akan hal itu." Ucap nya.


" Lalu kenapa kamu tidak pergi saja ke pondok nya,katakan terus terang kepada nya kalau kamu menyukai nya." Ucap saran Azam.


Husayn mengambil kopi yang berada di atas meja lalu menyeruput nya.


" Tidak semudah itu,ia anak dari seorang kyai yang disegani di kampung nya,mana mungkin aku pergi begitu saja ke rumahnya karena aku dengan siti bukan mahram." Ucap nya.


" Ikhwan,ingat pesan ab sama al'umu, mereka sudah menjodohkan dengan anak dari sahabat ab." Sela Aaliyah yang mengatakan bahwa kedua orangtuanya sudah menjodohkan kakaknya dengan anak dari sahabat ayahnya, berasal dari keturunan darah biru.


" Itu belum pasti,lagipula aku pun belum menyetujui nya." Ucap Husayn seperti nya tidak menyukai perjodohan dari orangtuanya.


*****


Azam dan Aaliyah pun pergi ke kampung Pusakajaya dengan menaiki mobil Limosin yang dibeli oleh Husayn.


Husayn bukan saja membeli sebuah mobil tetapi dia juga membeli satu buah vila di kawasan Jatinegara masih di daerah cianjur.


Setelah mereka menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka tiba di pondok pesantren milik kyai Ibrahim.Aaliyah pun bergegas turun dari mobilnya diikuti Azam dari belakang, seluruh santriwati yang ada di pondok berhamburan ke luar melihat mereka dan bertanya-tanya siapakah mereka?


Tak lama kemudian seorang gadis cantik yang memakai syar'i berwarna hitam keluar dari pondok tersebut menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu.


Azam dan Aaliyah saling melirik lalu bertukar senyum,ketika melihat kecantikan gadis yang saat ini sedang menghampiri mereka.pantas saja tuan muda Husayn uring-uringan dalam beberapa hari ini, bahkan tidur pun dia tak lena.

__ADS_1


Siti Khadijah langsung turun ketika mengenal mobil tersebut dengan wajahnya berseri-seri. entahlah Siti Khadijah merasa setelah pertemuan nya dengan Husayn,dia pun selalu memikirkan pria tersebut yang sudah menabraknya dan mengantarkan dirinya di saat dia terluka.


Timbul perasaan rindu di hati nya dan berharap suatu saat nanti ia akan berjumpa kembali dengan nya, tetapi wajahnya tiba-tiba murung ketika melihat orang yang diharapkan nya ternyata tidak ada, berganti dengan orang asing yang tak di kenal nya.


" Assalamualaikum ukhti." Ucap salam Aaliyah kepada siti dengan seutas senyuman.


" Alaikum salam." Jawab siti yang juga membalasnya dengan tersenyum ramah.


" Saya Aaliyah,adik nya kak Husayn." Ujar nya memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya,lalu di sambut kembali oleh siti.


" Dan ini sahabat dari kakak saya." Ujarnya kembali mengenalkan Azam sambil menunjuk ke arah nya.


Siti hanya menganggukkan kepalanya sebentar dengan seulas senyuman,tanpa berjabat tangan dengan nya.


" Mari silahkan masuk." Ajak siti beramah tamah dengan mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah.tetapi Aaliyah menolak secara halus dan memberikan sepucuk surat kepada siti.


Dengan ragu-ragu Siti mengambil surat itu dengan kening nya yang berkerut.


" Itu surat dari kak Husayn untuk kakak Siti." Ujarnya, dengan menolak secara halus tawaran Siti Khadijah untuk bertandang ke pondok nya.


Mereka harus segera kembali, karena masih ada urusan di kota yang harus mereka selesaikan.lalu mereka pun pamit kepada siti,menaiki mobil lalu kemudian meninggalkan siti yang terdiam di tempat dengan kebingungan nya memandang sepucuk surat di tangannya.


Siti menjatuhkan bokongnya duduk di tangga kayu,lalu ia membuka isi surat tersebut yang bertuliskan dari husyan teruntuk Siti Khadijah.


Siti membaca setiap uraian tulisan yang ada di kertas berwarna merah jambu dengan tinta hitam, terlihat ia begitu serius ketika membaca isi surat tersebut.bulu mata nya yang lentik bergerak kesana-kemari menelisik tulisan dari pria asing yang selama beberapa hari ini membuat tidurnya tak lena.


tak lama kemudian terbitlah senyuman manis di bibirnya dengan pipinya yang merona.ia bangun dari duduknya dan berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang senang ketika di berikan hadiah.para santriwati serta pak Asep tukang kebun menertawakan siti yang entah kenapa tiba-tiba dia seperti anak kecil.


Siti menyadari kalau dirinya saat ini tengah menjadi tontonan mereka,Siti malu ia menutup wajahnya sendiri.berlari ke atas tangga menuju kamar tidur nya.


" Blum"

__ADS_1


Siti menutup pintu dengan nafas tersengal-sengal,ia sangat malu wajahnya memerah.tangannya memegang dadanya sendiri terdengar suara jantung nya yang berdetak dengan cepat.ia berjalan menuju ranjang kayunya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur,ia kembali menatap surat cinta dari Husayn dengan lengkungan senyum manis di bibirnya.detik kemudian ia mencium surat merah jambu dari sang pujaan hatinya.


" Aku juga mencintaimu Husayn." Ucap nya dengan tersipu malu.


__ADS_2