
mereka bertiga masuk kedalam markas, sembari menunggu Anton datang untuk menyelamatkan kedua orang tua, semua guru, mereka semua memainkan game yang ada di ponsel mereka.
"Wah kamu main game apa?" Tanya Agung yang melihat Raden bermain game di ponselnya.
"Aku main game PUBG." Raden menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan oleh Agung.
"Yaudah aku tidak ganggu kalian ya, oh ya Prilly aku berpesan sama kamu, jaga hati cowok kamu, jangan sia-siain hati cowokmu, biar aku saja yang mengalami oke." Ucap Agung sambil menahan sakit hati yang telah dikhianati oleh Prilly.
"Sayang aku bisa jelasin, ini hanya salah paham kok please dengerin penjelasan aku."Ucap Prilly sembari menangis.
"Apa yang dijelasin hah?! aku tuh tulus sama kamu tapi apa? Kamu malah menduakan aku, please udah jelas! aku lihat kamu dan mendengarkan semua ucapan kamu kalo kamu cuma jadikan aku sebagai tempat pelampiasan, udah ya aku gak bakal ganggu kamu lagi kok, aku bakal pergi." Ucap Agung penuh dengan rasa kecewa kepada Prilly.
Di saat Agung merasa kecewa, Prilly malah menangis di dalam pelukan Raden.
Agung hanya bisa terdiam di samping Budi, karena penasaran Budi pun bertanya kepada Agung.
"Kamu kenapa? Habis bertengkar sama doimu ya?" Tanya Budi yang melihat ekspresi Agung.
"Aku boleh cerita gak sama kamu Budi?" Ucap Agung kepada Budi.
"Boleh kok Gung." Budi menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Agung
"Jadi gini, aku kan berhubungan sama Prilly tuh berawal dari tatapan mata, terus aku mulai jatuh cinta, sehabis itu aku mengungkapkan perasaan kepada dia. Nah setelah resmi jadian, aku mengajak Prilly jalan jalan ke wahana, restauran, pas handphone Prilly bunyi eh ternyata itu selingkuhan, katanya Prilly belum punya pacar tapi hanya menjadikan aku pelampiasan semata." Ucap Agung sembari meneteskan air mata
Budi dan Agung sedang asik-asiknya mengobrol,tapi tiba-tiba handphone Budi berdering kemudian Budi mengangkat telponnya
"Kenapa bro? Gak denger ucapan kamu, ulangin lagi ucapan kamu, disana berisik gak? gini, kamu cari tempat berlindung dari zombie oke." Ucap Budi memberitahu kepada Anton lewat telpon
"Oke aku cari tempat perlindungan, ini aku sama kedua orang tuaku Bud bentar nanti telpon kamu lagi." Ucap Anton sembari mencari tempat perlindungan dari zombie
Setelah mereka bertiga masuk dalam mobil tidak lama kemudian Anton menelpon lagi sahabatnya yang ada di markas
"Assalamualaikum, tadi zombie masuk dalam rumah, nah aku tembak semua zombie disini, setelah itu ada zombie yang tidak bisa dibunuh, aku dan kedua orang tuaku langsung kaget terus aku lari keluar rumah kemudian aku masuk mobil, nih aku lagi didalam mobil zombie yang gak bisa dibunuh menghampiri aku gimana nih? Please tolongin aku dan kedua orang tuaku, senjata shotgun peluruku habis, ini aja tinggal peluru grenade launcher. Soalnya yang aku bunuh memakai shotgun tetap gak mati, aku pakai grenade launcher tiga kali tembakan baru mati, aku pakai peluru grenade launcher entah berapa peluru lagi tersisa, tolongin aku bro" Ucap Anton dengan raut wajah panik
"Yaudah aku akan kesana sama teman teman, nanti yang jaga markas gerombolan Toni tenang saja." Ucap Budi dengan bergegas menuju ke tempat Anton sahabatnya itu
Setelah itu Budi menutup telpon, Budi berkata kepada Toni
"Ton kamu sama teman teman jagain markas, terus yang lain stay disini jangan kemana-mana! Di luar banyak berkeliaran zombie, nih ada panggilan dari Anton minta tolong aku untuk menjemput, soalnya kata Anton zombie yang dibunuhnya kuat sekali, makanya senjata shotgun peluru habis, jadi Anton memakai senjata grenade launcher, peluru grenade launchernya katanya entah berapa peluru, ya aku bawakan peluru sekaligus menyelamati mereka bertiga, aku juga mau menyelamati semua guru". Ucap Budi kepada Toni
__ADS_1
Setelah Budi memerintahkan Toni untuk menjaga markas, Budi memerintahkan Zidan untuk memasukkan senjata-senjata ke dalam bis, karena kendaraan Anton banyak yang ditaruh didalam markasnya, maklum markas Anton besar, jadi bisa menampung kendaraan seperti bis, mobil dan lainnya.
"Bro tolong masuk-masukkan semua senjata ya, oh ya peluru grenade launcher masih banyakkan di gudang,? Kalau banyak masukkin kedalam bis, soalnya diluar sana banyak zombie yang kuat sekali untuk dibunuh." Ucap Budi memerintahkannya kepada Zidan
"Bentar bro." Ucap Zidan kepada Budi
"Eh teman-teman coba check di gudang masih banyak peluru grenade launcher, kalau masih banyak masukkin semua senjata sama pelurunya, kalau masih ada senjata lainnya taruh di gudang lagi, banyak koleksi senjata di gudang Anton." Ucap Zidan memerintahkan anak buahnya
"Siap bos, masih ada banyak kok peluru grenade launcher aku masukkin semua senjatanya, hmm soalnya masih banyak senjata yang lainnya gimana bos." Ucap Andy kepada Zidan
"Yaudah kalo masih banyak senjatanya ditaruh saja didalam gudang, dan jangan lupa dikunci lagi pintu markas, terus taruh kuncinya dalam kotak, kan didalam lantai kamu tekan aja tombol pasti adakan tombol untuk membuka lantai, terus ada kotak ya kamu taruh kunci tersebut kemudian kamu tekan kembali supaya tertutup, setelah itu kamu lapisi dengan keset transparan biar gak kelihatan tombol tersebut." Ucap Zidan memberitahu Andy
Sehabis mereka mengobrol, kemudian Budi berpamitan kepada semua teman-temannya
Setelah berpamitan kepada semua teman-teman kemudian Budi naik kedalam bis, menghidupkan bisnya, dibukakannya pintu garasi sehabis dibuka pintu garasi kemudian Budi tancap gas dan langsung berangkat
Sambil menunggu Budi sampai ditujuan, Zidan menutup kembali pintu garasi kemudian Zidan mengobrol kepada Agung
"Hai aku temannya Anton dan Budi, gini lupakan dia, jangan bersedih lagi cewek masih banyak, masih ada yang tulus diluar sana, kamu berdoa saja sama tuhanmu ya." Ucap Zidan sambil menenangkan Agung yang sedang bersedih
"Ya sobat, makasih ya atas sarannya, oh ya sobat kamu gak main game gitu supaya gak bosen." Saran Agung kepada Zidan
"Gak nih hehe, ya sih bosen juga hehehe, yaudah yuk main game ya sambil nunggu mereka datang." Ucap Zidan sambil menyalakan handphone dan bermain bersama
Beralih di Budi
Sesampai di tempat Anton, Budi bergegas mengambil bom, Budi membuka pintu bis dan melempar bom ke arah zombie semua zombie mati, Budi mengambil senjata beserta peluru, dan mengambil juga peluru shotgun peluru grenade louncher kemudian Budi menembak zombie yang berada disekitar mobil Anton, setelah itu Budi mengetok pintu
"Ayok bro semua keluar dari mobil, aku bawakan bis untuk semua penumpang, hmm taruh saja mobilmu disini ya, bawa semua senjata yang ada di mobil taruh di bis, senjata yang habis peluru aku ada kok peluru didalam bis, cepetan lari nanti zombie menghampiri kita." Ucap Budi sambil mengajak Anton beserta orang tuanya naik ke bis dengan membawa semua senjata yang berada didalam mobil tersebut
Sesampai didalam bis
"Oh ya yang lain belum aku selamatkan lho, seperti semua guru, orang lain kita selamatkan." Ucap Anton kepada Budi
"Yaudah kita selamatkan semua guru kita dulu baru orang lain." Ucap Budi memberikan saran kepada Anton
"Udah buruan sebelum zombie datang menghampiri kita." Ucap Anton dengan raut wajah panik
Sehabis mengobrol Budi menyalakan bis dan tancap gas menuju kerumah semua guru
__ADS_1
Sambil menunggu mereka semua menyelamatkan semua guru dan orang lain kita beralih didalam markas
Ada yang asik main game, ada asik berpacaran, oh ya Agung merasa senang dan gembira karena mempunyai teman yang selalu support supaya tidak memikirkan ceweknya yang sedang berselingkuhan
Sesampainya di depan pintu markas, Budi membunyikan klakson bisnya dengan keras sehingga Zidan yang mendengarnya kemudian membukakan pintu garasi, setelah itu Budi masuk ke dalam markas.
Setelah masuk markas menggunakan bis, semua orang yang ada didalam bis kemudian turun.
"Hai gaes aku kembali! oh ya kita buat rencana untuk menuju ke tempat aman." seru Anton kepada seluruh teman temannya.
"Dimana tempat yang aman dari kejaran zombie?" Zidan bertanya kepada Anton.
"Disitu, kita akan kesitu, tempat ini cukup aman dari kejaran para zombie" Anton menunjukkan lokasi lewat map yang di bawanya.
"Oke siap" Ucap Zidan setuju dengan yang Anton rencanakan.
"Yaudah, kalian semua tidur besok kita akan ketempat yang aku tunjukkan tadi." Anton menyuruh semua tidur supaya mereka dapat beristirahat dan melanjutkan perjalanan ke tempat yang aman.
"Bu pak hehe." Sapa Anton kepada orang tuanya.
"Hehe Anton peluk ibu bapak boleh?" Ijin Anton kepada kedua orang tuanya.
"Ya boleh nak, oh ya terima kasih udah menyelamatkan ibu sama bapak dari kejaran zombie." Ucap Ibu kepada Anton.
"Ya bu sama sama, kan Anton sebagai anak harus melindungi ibu sama bapak, Anton gak mau Ibu sama Bapak digigit oleh para zombie itu" Anton yang tanpa sadar meneteskan air mata.
"Ya nak, yaudah yok tidur, nak kita tidur dimana?" Ibu bertanya kepada Anton.
"Hmm yok bu pak kita ke atas." Kata Anton sambil menunjukkan kamar untuk kedua orang tuanya beristirahat.
Setelah berbincang bincang, Anton menunjukkan kamar untuk kedua orang tuanya saat sampai di atas.
"Nih bu pak kamar untuk beristirahat hehe, besok saya masakin buat bapak sama ibu hehe." Ucap Anton kepada kedua orang tuanya.
"Ya nak, makasih banyak ibu bapak sayang sama kamu" di peluknya Anton oleh kedua orang tuanya.
"Ya bu pak sama sama." Jawab Anton.
Setelah Anton melepas pelukan kedua orang tua, kedua orang tuanya masuk ke dalam kamar untuk istirahat dan Anton kembali menuruni tangga.
__ADS_1
Sesampainya dibawah, Anton berjalan menuju ke kamar untuk istirahat.
Anton membuka pintu kamarnya, dan bersiap untuk beristirahat.