Anthia

Anthia
Chapter 22


__ADS_3

Entah tali untuk apa,


Rasya mengikuti perintah ayah, Rasya berjalan menuju ke dapur untuk


mengambil talinya, selesai mengambil talinya, kemudian Rasya bergegas


naik ke lantai dua untuk di berikan tali kepada ayahnya, setelah sampai


di atas, Rasya bergegas menuju ke kamar mandi untuk berikan kepada


ayahnya, setelah sampai di depan pintu kamar mandi, ayah menghampiri


Rasya.


"lihat ayahmu ini hah," ayah sambil membelah dadanya menggunakan pisau


"jangan lakukan seperti


itu, stop ayah please aku mohon yah," Rasya sambil menangis melihat


ayahnya melakukan membelah dada menggunakan pisau


Setelah rasya melihat


ayahnya melakukan seperti itu, ayahnya mendorong Rasya hingga jatuh,


ayahnya langsung menutup pintunya dengan keras, Rasya berkata


"kenapa dengan ayah dan


ibu, aku harus menemukan Jill Valentine untuk selidiki penyebab ayahku


dan ibuku menjadi gila," Rasya berkata dengan sendirinya


Disaat Rasya mencari


jalan keluar kedua orang tuanya mengejar Rasa. Di tangan ayahnya


terdapat sebilah pisau yang hendak digunakan untuk merenggut nyawa


anaknya. Rasya mempercepat langkahnya dan bersembunyi di dalam kamar.


Sebelum itu ia mengikat gagang pintu agar kedua orang tuanya tidak bisa


masuk.


Gedoran pintu terdengar


cukup keras. Hal ini membuat Rasya harus berpikir cukup keras agar bisa


lolos dari keduanya. Hingga ia mengambil sebuah kursi untuk memecahkan


kaca jendela. Sebelum keluar dari kamar tersebut Rasya mengambil senter


dan handphone yang terletak di nakasnya. Saat ini tangannya memegang


sebuah senter dan handphone yang berada di dalam sakunya.


Setelah di rasa barang


bawaannya cukup, Rasya segera melompat keluar dari kamar melalui


jendela. Langkahnya kembali dipercepat untuk mencari tempat

__ADS_1


persembunyian selanjutnya hingga ia menemukan sebuah rumah yang cukup


luas. Tanpa berpikir kembali Rasya segera memasuki kawasan rumah itu dan


menelpon Jill Valentine untuk memberitahu apa yang telah diperbuat oleh


kedua orang tuanya.


"Jil tolong aku, aku tidak tahu mengapa sikap kedua orang tuaku berubah semenjak ada anak laki - laki itu," ucap Rasya panik.


"Oke, aku akan kesana untuk mengecek apa yang terjadi," Ucap Jill Valentine kepada Rasya


Setelah menutup


sambungan teleponnya Rasya segera keluar dari rumah itu dan mengambil


senjata untuk berjaga-jaga jika ada zombie yang masuk ke dalam rumah.


Beralih ke Anton yang sudah sampai dirumah


"Alhamdulillah sudah


sampai, capek banget rasanya setelah seharian di kampus," ucap Anton


seraya mengambil tas dan keluar dari mobil.


Anton bergegas masuk ke


dalam rumah karena takut ada zombie datang. Setelah menaruh tas di atas


meja Anton mengistirahatkan diri di kursi


Beralih ke Jill Valentine


cukup luas, Sesampainya di rumah itu Jill Valentine langsung menghubungi


Rasya untuk mencari tahu keberadaannya


Rasa yang mendengar


handphonenya berbunyi langsung mengambil dari dalam saku. Jill


Valentine. Ya, orang itu sedang menghubunginya.


"Hallo Jill."


"Hallo Rasya, dimana kamu sekarang? Aku sudah sampai."


"Aku berada di kamar lantai dua," ucap Rasya.


"Ok, aku kesana sekarang." Setelah mematikan telepon itu Jill Valintine langsung menghampiri Rasya.


Setelah Jill Valentine tutup telponnya, kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari posisi keberadaan Rasya.


Beralih Anton


Ketika Anton terbangun


dari tidurnya ia mendengar suara aneh yang memanggil namanya. Ia pun


berusaha menghiraukan panggilan itu dan bergegas mencuci muka


 

__ADS_1


Setelah cuci muka, Anton


kembali ke kursi untuk memikirkan siapa sih sosok yang memanggil


tersebut, soalnya bisikan tersebut terdengar jelas suaranya, setelah


memikirkan siapa sih sosok suara yang di panggil itu, Anton berdiri dari


kursi, kemudian Anton berjalan menuju ke arah televisi untuk


menyalakannya dan ambil remotenya, setelah menyalakan televisi dan ambil


remotenya, kemudian Anton berjalan kembali ke kursi sambil menikmati


siaran televisi tersebut.


Beralih Jill Valentine


Setelah Jill Valentine sudah ketemu Rasya, kemudian Jill bertanya kepada Rasya


"Apa yang terjadi sama kamu?" Jill Valentine bertanya kepada Rasya


"Aku tidak tau, yang


pasti pas ayah aku menggendong seorang anak kecil yang lagi pingsan dan


basah kuyup, kemudian ayahku menyuruhku mengambil handuk, setelah itu,


pas aku taruh handuk di dekat anak laki laki itu berubah menjadi sosok


hantu, makanya kedua orang tua aku seperti lagi kesurupan, tolongin aku


Jill," Rasya sambil menangis kepada Jill Valentine


"Yaudah aku tolongin


kamu kok, oh ya bentar kamu masih ada peluru, takutnya ada monster yang


cukup besar peluru kamu habis," Ucap Jill Valentine kepada Rasya


"Hmm cukup sih, yah kalo tidak cukup gimana," Rasya berpikir pelurunya habis untuk melawan monster cukup besar


"Aku ada peluru banyak


sih, bentar aku ambilkan pelurunya," Jill Valentine sambil menekan


tombol di bagian dinding, setelah itu terbukalah lantai tersebut, muncul


beberapa beberapa peluru, senjata juga


"Waw, sejak kapan ada senjata, peluru sebanyak itu di lantai," Ucap Rasya dengan rasa bingungnya


"Hehe,kan kamu tidak tau


kalo lantai bawah kamu tuh ada tempat rahasia, nah rahasiaitu berubah


senjata senjata beserta pelurunya, makanya aku tekan tombolnyaterus


terbukalah lantai yang didalamnya tuh senjata senjata beserta


pelurunyabegitu," Jill menjelaskan tempat rahasia tempat senjata senjata


beserta pelurunya

__ADS_1


__ADS_2