
Entah tali untuk apa,
Rasya mengikuti perintah ayah, Rasya berjalan menuju ke dapur untuk
mengambil talinya, selesai mengambil talinya, kemudian Rasya bergegas
naik ke lantai dua untuk di berikan tali kepada ayahnya, setelah sampai
di atas, Rasya bergegas menuju ke kamar mandi untuk berikan kepada
ayahnya, setelah sampai di depan pintu kamar mandi, ayah menghampiri
Rasya.
"lihat ayahmu ini hah," ayah sambil membelah dadanya menggunakan pisau
"jangan lakukan seperti
itu, stop ayah please aku mohon yah," Rasya sambil menangis melihat
ayahnya melakukan membelah dada menggunakan pisau
Setelah rasya melihat
ayahnya melakukan seperti itu, ayahnya mendorong Rasya hingga jatuh,
ayahnya langsung menutup pintunya dengan keras, Rasya berkata
"kenapa dengan ayah dan
ibu, aku harus menemukan Jill Valentine untuk selidiki penyebab ayahku
dan ibuku menjadi gila," Rasya berkata dengan sendirinya
Disaat Rasya mencari
jalan keluar kedua orang tuanya mengejar Rasa. Di tangan ayahnya
terdapat sebilah pisau yang hendak digunakan untuk merenggut nyawa
anaknya. Rasya mempercepat langkahnya dan bersembunyi di dalam kamar.
Sebelum itu ia mengikat gagang pintu agar kedua orang tuanya tidak bisa
masuk.
Gedoran pintu terdengar
cukup keras. Hal ini membuat Rasya harus berpikir cukup keras agar bisa
lolos dari keduanya. Hingga ia mengambil sebuah kursi untuk memecahkan
kaca jendela. Sebelum keluar dari kamar tersebut Rasya mengambil senter
dan handphone yang terletak di nakasnya. Saat ini tangannya memegang
sebuah senter dan handphone yang berada di dalam sakunya.
Setelah di rasa barang
bawaannya cukup, Rasya segera melompat keluar dari kamar melalui
jendela. Langkahnya kembali dipercepat untuk mencari tempat
__ADS_1
persembunyian selanjutnya hingga ia menemukan sebuah rumah yang cukup
luas. Tanpa berpikir kembali Rasya segera memasuki kawasan rumah itu dan
menelpon Jill Valentine untuk memberitahu apa yang telah diperbuat oleh
kedua orang tuanya.
"Jil tolong aku, aku tidak tahu mengapa sikap kedua orang tuaku berubah semenjak ada anak laki - laki itu," ucap Rasya panik.
"Oke, aku akan kesana untuk mengecek apa yang terjadi," Ucap Jill Valentine kepada Rasya
Setelah menutup
sambungan teleponnya Rasya segera keluar dari rumah itu dan mengambil
senjata untuk berjaga-jaga jika ada zombie yang masuk ke dalam rumah.
Beralih ke Anton yang sudah sampai dirumah
"Alhamdulillah sudah
sampai, capek banget rasanya setelah seharian di kampus," ucap Anton
seraya mengambil tas dan keluar dari mobil.
Anton bergegas masuk ke
dalam rumah karena takut ada zombie datang. Setelah menaruh tas di atas
meja Anton mengistirahatkan diri di kursi
Beralih ke Jill Valentine
cukup luas, Sesampainya di rumah itu Jill Valentine langsung menghubungi
Rasya untuk mencari tahu keberadaannya
Rasa yang mendengar
handphonenya berbunyi langsung mengambil dari dalam saku. Jill
Valentine. Ya, orang itu sedang menghubunginya.
"Hallo Jill."
"Hallo Rasya, dimana kamu sekarang? Aku sudah sampai."
"Aku berada di kamar lantai dua," ucap Rasya.
"Ok, aku kesana sekarang." Setelah mematikan telepon itu Jill Valintine langsung menghampiri Rasya.
Setelah Jill Valentine tutup telponnya, kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari posisi keberadaan Rasya.
Beralih Anton
Ketika Anton terbangun
dari tidurnya ia mendengar suara aneh yang memanggil namanya. Ia pun
berusaha menghiraukan panggilan itu dan bergegas mencuci muka
__ADS_1
Setelah cuci muka, Anton
kembali ke kursi untuk memikirkan siapa sih sosok yang memanggil
tersebut, soalnya bisikan tersebut terdengar jelas suaranya, setelah
memikirkan siapa sih sosok suara yang di panggil itu, Anton berdiri dari
kursi, kemudian Anton berjalan menuju ke arah televisi untuk
menyalakannya dan ambil remotenya, setelah menyalakan televisi dan ambil
remotenya, kemudian Anton berjalan kembali ke kursi sambil menikmati
siaran televisi tersebut.
Beralih Jill Valentine
Setelah Jill Valentine sudah ketemu Rasya, kemudian Jill bertanya kepada Rasya
"Apa yang terjadi sama kamu?" Jill Valentine bertanya kepada Rasya
"Aku tidak tau, yang
pasti pas ayah aku menggendong seorang anak kecil yang lagi pingsan dan
basah kuyup, kemudian ayahku menyuruhku mengambil handuk, setelah itu,
pas aku taruh handuk di dekat anak laki laki itu berubah menjadi sosok
hantu, makanya kedua orang tua aku seperti lagi kesurupan, tolongin aku
Jill," Rasya sambil menangis kepada Jill Valentine
"Yaudah aku tolongin
kamu kok, oh ya bentar kamu masih ada peluru, takutnya ada monster yang
cukup besar peluru kamu habis," Ucap Jill Valentine kepada Rasya
"Hmm cukup sih, yah kalo tidak cukup gimana," Rasya berpikir pelurunya habis untuk melawan monster cukup besar
"Aku ada peluru banyak
sih, bentar aku ambilkan pelurunya," Jill Valentine sambil menekan
tombol di bagian dinding, setelah itu terbukalah lantai tersebut, muncul
beberapa beberapa peluru, senjata juga
"Waw, sejak kapan ada senjata, peluru sebanyak itu di lantai," Ucap Rasya dengan rasa bingungnya
"Hehe,kan kamu tidak tau
kalo lantai bawah kamu tuh ada tempat rahasia, nah rahasiaitu berubah
senjata senjata beserta pelurunya, makanya aku tekan tombolnyaterus
terbukalah lantai yang didalamnya tuh senjata senjata beserta
pelurunyabegitu," Jill menjelaskan tempat rahasia tempat senjata senjata
beserta pelurunya
__ADS_1