
Jangan lupa like dan vote nya ya
✓
✓
✓
✓
✓
Sehabis banguni Rio Nadia membantu ibunya di dapur
"Uda kamu banguni tuan muda sayang"
kata ibu padeku
"Uda Bu, kayak kebo tidurnya"kata nadin asal bicara
"hus gak boleh bilang gitu sayang,mereka adalah tuan kita" kata ibu mengngat kan tentang derajat
"ia Bu,Nadia inget"kata Nadia malas
"Kak Nadia,apa aku boleh minta tolong" kata Sindi
"katakan saya nona apa yang bisa aku tolong"
"Ih Sindi Lo kak Nadia BT ah"
"Ia ia,ada apa Sindi"
Sindi menarik untuk masuk kedalam kamarnya seperti dunia dongeng kamar ratu
"Aku minta tolong isi tugasku ini kak,tapi KK jangan bilang sana mama papa ya,nanti mereka marah" kata Sindi
"kok belum kamu kerjakan emang tadi malam ngapain Sindi"
"aku tadi malam Drakor kak sangking sukanya sama Drakor aku lupa nerjain nya,KK bantu aku ya aku mau mandi,plis" kata Sindi memohon
"tapi untuk kaliini aja KK bantu kamu,kalau kamu gini lagi KK gak mau bantuin kamu,janji" sambil memberi jari kelingking nya
"ia kak janji"
Nadin mengerjakan tugas nya Sindi hingga selesai
Sindi yang sudah selesai mandi pun melihat tugas nya selesai pun merasa senang,karna belum tahu dapat nilai berapa,Sindi Masi menyampingkan itu.
"yang penting tugas ku selesai" kata Sindi langsung bersiap siap
Nadia yang Uda keluar dari kamar Sindi melihat Rio yang sedang olah raga karna kamarnya melewati kamar Sindi
"Ganteng si kalau lagi baik,tapi kalau ngeseli gak ada gantengnya sama sekali" kata Nadia
Nadia yang suda melewati kamar Rio tiba tiba di panggil oleh Rio
"Asisten" Rio memanggil Nadia
"tuan manggil saya" tanya Nadin clingak clinguk
"ia gua manggil lu"
"ada apa tuan"
__ADS_1
"ambilkan gue jus jeruk dingin,jangan manis manis gue gk sukak" perinta Rio
"Baik tuan,saya buat dulu"
Nadin suda hilang dari depan kamarnya
"gue lupa kalau buat nya pakai madu,Uda lah" kata Rio masuk lagi
Nadin turun dari tangga membuat kan jus jeruk untuk Rio
"Kalau bukan majikan males gue" kata Nadin
nyonya yang berada di dapur ingin mengambil minum bertanya kepada Nadin untuk apa es jeruk itu
"Untuk siapa jus jeruk itu Nadin" kata nyonya besar
Nadin yang terkejut membalik kan badan
"eh nyonya,untuk tuan muda nyonya" kata nadin
"Untuk Rio,kau untuk dia jangan di kasi gula,dikasi madu aja satu sendok" nyonya besar menjelas kan
"baik nyonya,untung belum saya masuk kan gula di dalam nya" kata Nadin selamat
"yasuda saya tinggal dulu"
sehabis nyonya besar pergi Nadia ngomel
"banyak banget si permintaan nya,gue masuk kan garam baru tau rasa Lo" kata Nadin
Jus telah siap Nadin bergegas ke atas untuk memberikan jus nya kepada Rio
Nadin mengetuk pintu kamar Rio
"tok tok tok,ini tuan minumnya" kata Nadia sopan
"Tumben ketuk,Tadi Lo liat gue olah raga aja gak ketok dulu" Rio mengetahui kalau Nadia Tahir melihatnya olah raga
"Ih mana ada gue liat Lo olahraga GR lu,ni minumnya gue Masi banyak pekerjaan " kata Nadin yang malu
"eh Lo lupa ya Lo kan asisten gue sekarang jadi gue bebas dong" kata Rio mengingatkan
Nadin yang lupa pun tepuk jidat karna dia luapa" ia ia,apa berlaku hari ini,gak bulan depan aja" kata Nadin yang keberatan
"Gak ada bulan depan bulan depan, Lo mulai hari ini jadi asisten gue,dan tugas pertama buat Lo itu,beresi kamar gue" perinta Rio
"Ia ia gue beresi tapi Lo keluar dulu,mana bisa gue beresi kalau Lo ada di dalam,takut hilaf Lo nanti sama gue karna ini kamar tidur"kata Nadin waspada
"Enak banget Lo ngusir gue,kamar kamar gue,gak osa banyak alasan cepat kerjakan"
"ia ia cerewet"
Nadin yang terkejut melihat kamar Rio pun bertanya
"Abis kena bom kamarlo,atau ada kapal oleng kok semua barang berantakan gini" kata Nadia
"Uda jangan banyak tanya,kerjain aja" kata Rio dengan senyum puas
Nadin membersikan kamar Rio yang Uda jadi kapal pecah,padahal baru semalam ia beresi
"kapok kan lu gua kerjain,gue berantakan semua,biar lu ngelakui hukuman lu jadi asisten" ternyata itu rencana Rio dan ulah Rio yang memberantakinya,waktu Rio menyuruh Nadin untuk bikin minum
Nadia sedang membereskan tumpukan buku dan di letakan di lemari
__ADS_1
tapi ia tidak sampai,kemarin ia membersihkannya menggunakan kursi,tapi sekarang kursinya tidak ada
Nadin berusaha dan menjinjit agar sampai ternyata tidak,naasnya Nadin terpelesat dan hampir mencium lantai
Rio melihat Nadia akan terjatuh pun dengan sigab menangkap Nadia
Nadia yang memejamkan matanya karna akan jatuh ia pun tidak merasa karna ada yang menangkap nya
"Cantik juga dia dengan bibir tipis dan hidung mancung nya"
Nadia yang tidak mersakan sakit membuka mata,betapa terkejutnya Nadia melihat Rio menatap nya
Mereka sama sama terkejut saat tatapan itu itu dimulai
"Bisakah tuan menurunkan saya" kata Nadia memecahkan lamunan Rio
Rio yang terkejut langsung menurunkan Nadia secara langsung alhasil nadia jatuh dari tangkapan Rio
'Kasar banget si,memang di turunkan tapi gak gini jugak kali" omel Nadia
"Loh kan elo yang minta turun ya gue lepaskan kan lah,salah gue dimana" Rio yang berusaha mengelak dari rasa gugup nya
"Terserah Lo,gue mau mau keluar males gue disini"
"enak aja main keluar keluar,Ini belum beres" sambil menunjuk pekerjaan yang belum siap
"Hanya tumpukan buku,nanti akan gue bereskan"
"Enggak enggak,pokonya harus sekarang" kata Rio memaksa
"Tuan Rio yang terhormat waktunya saya kulia,ini waktunya saya pergi kulia,jadi saya harus pergi" Nadin menjelaskan
Rio yang terbengong pun membatin "Ternyata dia selain anak pembantu dia juga kulia"
"ya Uda sana pergi,bilang dong dari tadi"
Nadia pergi dari kamar Rio dan dengan jalan tita sempoyongan sambil memegang bokong nya yang sakit
karna melihat Nadia memegang bokongnya ia pun merasa kasihan " apa tadi gue jatohkan nya kuat banget ya,sampai gitu jalannya"
Nadia bersiap siap untuk ritual mandi dan bersiap untuk kulia
ibu yang melihat Nadia jalan tertatih pun merasa heran "kenapa dengan Nadia," ibupun bertanya kepada Nadia "kamu kenapa nak,jalan nya kok seperti itu" kata ibu yang khawatir
Nadia bingung harus bilang apa,gak mungkin kan dia bilang habis jatuh dari gendongannya Rio
"Nadia"
"Eh ia buk,tadi Nadia bersiin lemari terus jatu dari kursi,gak pp kok Bu,cuman sakit sedikit aja" Nadia ber- experesi se tenag mungkin "bu Nadia berangkat dulu ya Uda kesiangan"
"Ia nak hati hati"
Nadia mencari ojek yang lewat,tetapi tidak ada satu pun yang lewat,tiba tiba ada mobil yang berhenti di depan Nadia berdiri
"Mau bareng gue gak" kata orang yang di dalem mobil
✓
✓
✓
✓
__ADS_1
✓
Hay gays,jangan lupa like dan vote nya ya,supaya aku lebih bersemangat