Apakah Aku Salah Mencintainya

Apakah Aku Salah Mencintainya
Episode 5


__ADS_3

Hay gays jangan lupa vote dan like nya ya






"Mau bareng gue gak" kata orang yang berada di dalam mobil


"siapa si yang di ajak ngomong sama dia" batin Nadia


"Woy Lo diajak ngomong diem aja" kata orang dalem mobil


Gue liat kanan kiri belakang gak ada orang


"Lo ngomong sama gue" sambil menunjuk ke diri sendiri


"Ia ialah sama Lo,masak sama setan yang jelas jelas Lo yang ada di situ" siapa lagi kalau bukan Rio si tuan mudanya


#flacback on#


"tuan Rio yang terhormat waktunya saya kulia,ini waktunya saya pergi kulia,jadi saya harus pergi" Nadin menjelaskan


"Rio yang terbengong pun membatin," ternyata di selain anak pembantu dia juga kulia"


"yauda sana pergi bilang dong dari tadi"


Nadin yang pergi dari kamar Rio berjalan sempoyongan karna menahan pinggangnya yang sakit


karena .wlihat Nadin memegang bokongnya ia pun mersa kasihan pada Nadin "apa tadi gue jatoh kannya kuat banget ya,sampai segitunya ia jalan"


Rio pun menyesal telah memberantakin kamarny " ini jugak kenapa si harus gue berantakin tadi,gue jugak yang nyusunkan,malah banyak banget lagi,tapi kasian jugak di ya,harus berjalan seperti itu ke kampus,apa gue tebus aja kesalahan gue,tapi dengan apa gue tebus" sambil berpikir


"oh ia gue anter aja kekampus ya,tanya nyokab aja kalia dia kalau berangkat pakek apa,entah ia berangkat dengan temennya,masak ia gue motong kayak abng abg ojek rebutan sewa


Sambil berjalan mencari keberadaan mamanya


"mama, mama dimanasi,ini resiko punya rumah gede,orangnya entah kemana semua,serasa kayak labirin rumah gue"


capek ngomel akhirnya Rio menemukan mamanya berada di taman belakang


"ma,Nadia kalau berangkat sekolah pakek kendaraan apa ya mah"


mamanya yang heran bertanya pada Rio


"untuk apa kamu nanyak itu nak,tumben banget kamu perhatian sama orang"


Rio pun menceritakan kejadianng


"memang jahat kamu ya,yauda antar Nadia sana dia berangkat biasa pakek ojek,Karana kamu betbuat salah antar Nadia Sampek tujuan


"siap bos,anak bos mama ini selalu tanggung jawab"


Rio langsung menyambar kunci mobil dan berjalan menghampiri nadi


"mau bareng gue gak"


#flacback of#


"Uda gak usa,aku bisa sendiri gak perlu bantuan loe"


"yakin gak mau,jam segini ojek mana ada,ojek nya pada ketempat mama muda semua" kata Erik menjas kan

__ADS_1


sebenernya Erik yang mengatur semua aga tukang ojek tidak bisa tewat sana,yang perboleh kan hanyalah ojek yang suda ada sewanya,dengan catatan,ada perbaikan jalan dan acara nikahan,jadi tidak ada yang lewat sepi


"ia jugak si,mau sampai kapan aku disini,yang ada telat gue nanti" berpikirnya dalam hati


"gimana mau gak"tawar Rio pada Nadia


"ia ia ikut,gue ikut sama Lo karna Lo harus tanggung karna gue jatoh karna ulah Lo sendiri"kata Nadia masuk dalam mobil


"di dalam mobil tidak ada perbincangan,melainkan keheningan didalam mobil


"Nad Lo Uda punya cowo" tanya Rio memeca keheningan


"belom mikir kesitu gue,gue gak mau cari cowok karna kasian Mak gue ngurusin apa apa sendiri gaka da yang bantuin,makanya gue belum kamu bahas tentang jodoh,karna itu semua ada yang ngatur" jelas nadi. pada Erik


"Gue salut sama Lo,Lo gak malu pada temen Lo Karan Lo anak pembantu" dalan hati Rio


lama mereka berjalan akhirnya sampai di kampus


"Lo pulang dari kampus jam berepa"


"ngapain di banyak gue pulang jam berapa,apa dia mau jemput gue" dalam hatinya berkata " jam 5 emang kenapa Lo gue nanyak berapa pulang nya"


"Jangan ke geeran Lo ya,kalau gue mau jemput Lo,gue cuam nanyak aja" kata nya ngelak


"ih Lo nyebelin banget si,mana ada gue ke GR ran mau Lo jemput,Lo itu yang ngareb gue GR Rin" kata Nadin yang geram


"udalah gue Uda telat gara gara Lo" Nadin langsung masuk kampus nya karna Uda kesiangan


"Lucu juga Lo kalau lagi kalem,tapi kalau lagi ngeselin harus panggil orang pinter ngilangi sawan Lo yang gak ketulungan itu"


akhirnya Rio pulang sehabis nganter Nadin,tinggal nunggu jam 5 sore nanti untuk menjemput Nadin


"Assalammualaikum Ma Pa" Rio masuk sambil mengucapkan salam


"Waalaikumsalam nak,Uda kamu nganterkan Nadia nya" tanya mama Rio memastikan


"yasuda kalau begitu"


"Kenapa,kok tumben ya kamu mau nganter orang kecuali keluarga sendiri" kata tuan besar curiga


Mama menjelaskan kenapa Rio mengantar jemout Nadin membuat tuan besar mata


"Kamu itu tak seharusnya seperti itu,kalau pinggang Nadia tadi patah,apa gak merasa sedih orang tuanya" Marah tuan besar pada Rio


"Ia pa gak lagideh janji" kata Rio yang takut papa ya lebih marah lagi


"yauda kamu beresi lagi kamar kamu,jangan di ulangi lagi"


"Ia Pa Ma,Rio naik dulu ya"


sambil berjalan ke atas menuju kamar Rio


"capek juga ya,gue salaut sama tu cewek,gue baru ngerjain ini aja rasanya pinggang gue Uda mau copot," kelu Rio pada dirinya sendiri


waktu suda menunjukkan jam 5 sore,orang yang akan menjemput Nadia nyatanya Masi tidur dalam mimpinya


di sisi lain


"Nat,Lo belum pulang" tanya teman Nadia yaitu Aldi


Aldi sudah lama menaruh hati kepada Nadia,tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaan nya,dikarenakan ia tidak mau terburu buru karna perasaannya ini


"ia ni Aldi belum,gak ada ojek yang lewat,hp gue ketinggalan dirumah karna buru buru tadi"


"Mau bareng gue gak" kata Aldi menawarkan

__ADS_1


"Gak ngerepotin gue" Nadin yang tidak enak


"enggak,gue gak tega liat perempuan nunggu ojek sendirian lagian Uda mau magrib juga ni"


"Yauda deh ayok,gue Masi tinggal di rumah keluarga Setiawan ,kebetulan tuan muda si tuan Rio pun Uda pulang dari kulia di LA nya mana tau kenal" Nadin menjelaskan


"Wah jadi Rio Uda pulang,kebetulan gue bisa main sama Rio juga ni" katanya senang karna sahabat lamanya Uda pulang


"Lo kenal sama si Rio" tanyanya bingung


"ya kenal la,orang dia itu sahabat aku waktu SMA jadi gue kenal"


"yauda yok,aku Uda kesorean juga kasian ibu bersiin rumah sendirian"


"yauda yok"


mereka berangkat meninggalkan kampus


dilain sisi Rio yang sudah bangun terkejut melihat jam yang sudah menunjukan jam 6 sore


"******,gue Uda kesorean,Uda pulang belum dia ya,gue cek dulu mana tau belum pulang"


sambil berlari menuruni anak tangga


"Suara motor siapa tu kok berhenti di depan rumah gue"


Rio berjalan ke pintu utama ,ternaya ia melihat Nadia dan Aldi dari jendela sedang ber boncengan


"kok gue cemburu ya sama Nadia,apaan si gue,gak jelas banget,bukan siapa siapa nya jugak kok cemburu,mending gue samperin"


Rio membuka pintu nya


"Eh elo Al,apa kabar Lo,kok bisa sama Nadia" tanya nya heran


"gue kan satu kampus sama Nadia,jadi wajar aja lah,by the way apa kabar Lo Uda sukses belum yang pulang dari LA"


"ya yang seperti Lo liat ini"


Serius mereka bercerita Nadia pun pamit ingin membantu ibunya


"Gue masuk dulu ya,mau bersi bersi abis itu bantuin ibuk"


Nadia berjalan belum sampai pintu


"Eh Lo,gak usa ngerjain apa apa dulu,kasian itu pinggang nanti copot pula" kata Rio memeeinta Nadia karna kasian sekaligus mengejek


"elo yang bikin gue kayak gini,lo yang mara sama gue" kata Nadia tidak terima


"gue masuk dulu,oh ya,Aldi makasi ya atas tumpangan nya,kalau gak ada elo kurasa gue jalan kaki pulangnya,Mala hp gue ketinggalan dirumah"


"gak papa,sama sama,kalau gak ada elo kurasa gue gak ketemu sahabat gue ni Sampek dia belik lagi ke LA"


Nadia pun masuk kedalam sambil berjalan sempoyongan karna pinggang nya







hay gays maaf baru bisa update karna gak ada kuota jadi barubisa update sekarang

__ADS_1


jangan lupa like dan vote nya ya untuk mendukung cerita aku


__ADS_2