
Hay gays jangan lupa like dan vote ya
✓
✓
✓
Gue masuk ke dalam rumah untuk bersi bersi,walaupun Rio melarang tapi tetep di kerjakan dia
"Ndok pinngang mu masi sakit gak ndok,kalah Masi biar ibu Urutkan ya" Nadin yang tidak enak langsung mengelak
"enggk osa buk Nadin gak papa bu",kata Nadin
"yauda kalau kamu tidak mau gak papa,kamu duduk aja tinggal sedikit lagi ini siap" kata ibu
Ia buk
lRio yang ingin mengambil minum untuk temannya itu pun mendengar kan percakapan Nadin dan ibunya
"ia juga ya,kayak nya harus aku bawa ke tukang urut dengan paksa,biar pinggang nya gak geser"
Rio yang berjalan menuju dapur dengan expresi tidak tau apa apa
"mau ngapain Lo" kata Nadin heran dengan Rio yang tiba tiba ngambil ceret
"Mau ngambil minum buat Aldi" kata Rio
"Sini biar gue yang bikin" menawarkan bantuan
"gak osa biar gue aja,gak papa kok,nanti Lo gak bisa jalan
"Uda gak papa,nanti Lo yang nganter minumnya gue cuman buatin aja" tawar Nadia
"oh yauda,buat la biar gue yang ambil buahnya"
Erik mengambil buah yang untuk dibuat jus
"Gue kedepan dulu ya,mau nemenin Aldi "
"yauda sana"
belum Erik sampai pintu keluar dapur Nadia menjerit karna terkena irisan pisau
"Auuu sakit banget" kata Nadin sambil menahan sakit
dengan sigap Rio langsung menghisap tangan Nadia
Sindi yang melihat adegan romantis pus menggoda mereka
"Ehem,ada yang lagi pacaran ni kayak nya" goda Sindi
mereka yang paham nadia langsung menarik tangan nya
"Mana ada yang pacaran,liat ni tangan Nadia berdara jadi gue **** biar daranya gak ngalir lagi"jelas Rio
"Ia,lagian mana pantas KK pacaran sama KK kamu,kita itu gak sederajat" kata Nadia merendah
"Ah KK ini, jangan ngomong kayak gitu kita tu gak ada membedakan derajat atau kasta,jadi KK gak perlu ngerendah gitu" jelas Sindi,dia gak mau karna harta gak bisa bersama
"yauda gue balik kedepan dulu" Rio pergi ninggalin mereka bersua
"ada perlu apa kamu kedapur Sindi" kata Nadia peda Sindi
"kakak tau,nilai ku bagus kak,besok kerjakan tugas ku lagi yakak auuuuuhhh" langsung dapat cubitan dari Nadia
"janji kamu tadi pagi apa,cobak ulang dulu"
"hehe ia kak,aku minta ajari kakak aja ya supaya nilai Sindi selalu bagus kak,kakak ia the best" puji Sindi pada Nadin
" Yauda sana temani kakak kamu,ada temannya Aldi itu dibawah"
__ADS_1
Mendengar nama Aldi pun Sindi langsung senang kegirangan
"apa kak,Aldi aku mau langsung samperi kak Aldi "
"Jangan lari lari Sindi nanti jatuh" teriak Nadia pada sindi
"kak Aldi"
Aldi yang mendengar teriakan Sindi pun berdiri merentangkan tangan nya sambil menggendong sindi
"Enak banget mereka,Uda di kelilingi harta,sahabat,sekaligus orang yang disayang,aku kapan bisa kayak gitu" batin Nadia,walaupun sakit Nadia tetap memperhatikan mereka sedang berpelukan
"Kakak apa kabar,sombong ya kakak,selama kak Rio ke LA kakak gak perna kesini"
Nadia yang sudah selesai membuat minum pun ikut kedepan
"Tuan muda,minumnya Uda selesai" kata Nadin membungkuk karena ada temanya berkunjung
"Uda jangan formal banget,Lo ikut gabung sama kami
" Tapi tuan kerjaan di belakang Masi banyak gak mungkin saya tinggal"
"Uda gue bilang,jangan formal biasa aja ngomongnya,gelik tau Lo ngomong kayak gitu ke gue"
"Tapi nanti tuan besar marah kepada saya tuan,nanti dikirah mereka saya tidak sopan"
"Gue yang nyuruh,Uda Lo disini atas perintah gue,jangan bantah"
"Uda kak,kakak sini aja,kita kan kayak pasangan aku sama kak Aldi,kakak sama kak Erik " kata Sindi senang
"ia ia,gue disini" Kata Sindi pasta
Yang mendengar perkataan sindipun ada yang senang ada yang tidak senang karena Aldi suka sama Nadia tetapi dia tidak bisa sama Nadia,Rio yang merasa senang bisa bersama Nadia pun oke oke aja
"Yauda ya bro,gue ambil minum dulu di belakang" kata Rio
Rio dan semua temannya Uda gabung,di sela sela mereka bercanda dan bersenang tuan besar baru pulang kerja
Nadia yang tidak enak pun langsung berdiri
"om setiawan apa kabar om" sapa Aldi kepada tuan besar
"Kabar saya baik,kamu Uda jarang main kesini selama Erik di di LA ya nak" Kata tuan besar
"Ia om saya sedang sibuk" jawab Aldi
tuann besar yang melihat Nadin pun merasa tidak enak
"Maaf tuan besar saya di suru tuan muda disini" kata Nadin yang tidak pantas
"Siapa yang marah kepada kamu,kamu itu memang pantas berada disitu bareng anak saya,karna umur kalian memang waktunya bersenang senang senang,lanjutkan lagi ya saya mau keatas" jawab tuan besar yang lagi lelah
"Apa tuan ingin saya buatkan sesuatu" kata Nadin yang tidak tega melihat tuan besarnya
"Tidak lanjutkan saja,nanti saya minta kepada istri saya"
Tuan besar langsung naik ke atas menuju kamar nya
lama kami berbincang akhirnya Aldi pamit pulang dan kamipun kembali masuk
"Oh ia,nanti Lo temeni gue keluar ya,ada yang perlu gue harus beli" kata Rio pada Nadia
"Kok sama gue,kan bisa sama adk Lo,mesti banget sama gue" tolak Nadia
"Lo lupa,Lo sebulan jadi asisten gue ya" Rio coba ngingetin Nadia
"Ia ia,gue temeni nanti TUAN"
kata Nadia langsung lari
"Awas Lo ya,gue tunggu 15 menit kalau Lo gak keluar gue dobrak kamar Lo" teriak Erik
__ADS_1
Nadia berlari menuju kamar nya
"itu kenapa Erik teriak teriak nak,kamu buat masalah apa lagi" kata ibu pusing liat anak nya yang kerjaan nya berantem Mulu pada tuan mudanya
"Enggak papa kok buk,cuman dia BT aja aku panggil tuan muda" kata Nadia ketawa sendiri
"Keluarga Setiawan memang baik baik ya nak,kamu jangan sampai buat masalah sama tuan muda nak,apa lagi kamu menaruh hati pada tuan muda,kita itu bukan Drajat mereka ya nak,kita di sini aja sudah alhamdulilah jangan sampai karna kamu suka sama tuan muda kita di usir dari sini" jelas panjang lebar ke Nadin
Nadin yang hanya diam berpikir "memang ia kalau aku suka sama tuan muda,mana mungkin,amit amit dah"
Nadin bersiap siap untuk keluar dengan Rio katanya mau beli sesuatu,tapi ia gak tau mau beli apa
Nadin Uda selesai dengan penampilannya
"Uda tinggal pergi aja" kata Nadin melihat dari cermin
"Nadia Lo Uda siap" omongan Rio terhenti karna melihat penampilan yang sederhana tapi luar biasa Dimata Rio
"ia Uda,yok berangkat nanti kita kemalaman" menghilangkan rasa gugub
Mereka pun pergi menggunakan mobil,Nadia yang begitu Heran karnaobil Erik belok ketukang urut
"kita mau ngapain kesini,kok ketukang urut"
"Gue mau ngurut Lo,karna gue kasian liat Lo jalan tertatih gitu,gue harus tanggung jawab ayok masuk"Kata Rio menarik Nadia
mau gak mau nadia pun ikut dengan Rio
"gue takut di urut,karna sakit,Lo mau temeni gue gak" kata Nadia bertanya
"yauda ayok,apa yang gue bilang nanti Lo gak boleh ngebantah ya" kata Rio dan di angguki oleh Nadia
Kami mengetuk pintu rumah si tukang urut
"Assalammualaikum mbok" Kata Rio mengetuk rumah
"Waalaikumsalam nak,eh ada apa yanak" kata si ibuk tukang urut
"Saya mau mengurut istri saya mbok,karna dia terpleset di kamar mandi" penjelasan Rio
mendengar kata istri langsung di plototi sama Nadia
"Yauda yok ndok masuk"
"ia mbok"
mereka pun masuk kedalam rumah tukang urut
"karna kalian suami istri,kamu istrinya pakai kain aja ya,jangan pakai baju,karna minyak nya panas, dan di dalam juga panas jadi di sini saja ya"
"ia buk gak papa" langsung di sambar sama Rio
"uda nak kamu pakai sarung ini,dan baring situ ya mbok ambil minyak nya dahulu"
mbok itu pun masuk kedalam kamar
"Lo apa apaan si kok bilang suami istri,jadi gini kan,tutup mata Lo,jangan ngintip,awas Lo ngintip gue congkel mata Lo" ancem Nadin
"ia ia,elah garang banget "
✓
✓
✓
✓
✓
Hay gays jangan lupa like dan vote ya,supaya aku lebih semangat lagi
__ADS_1