Arine Untuk Darren

Arine Untuk Darren
Bab 2


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=


POV Arine


Di kamar yang super nyaman dan


kasur yang super lembut membuatku


tidak bisa beranjak pergi dari ranjang


kesayanganku ini.


"Ariinee!! Sayang.. bangun nak!! Sudah


pagi, cepat siap siap berangkat kuliah."


teriak bunda dari dapur


Membuka selimut dan berkata,


"Iyaa bun bentar"jawabku teriak juga semoga suaranya sampai ke bunda yah masih pagi teriak teriak,


"Heemm selamat pagi bear imutkuu" merangkul Boneka beruang kesayangan ku yang lumayan besar.


Mengambil handphone di meja dan melihat jam di handphone menunjuk pada jam 05:55


"Wih telat woi!!"melihat jam yang sudah terlambat itu


Aku bergegas beranjak ke kamar mandi


untuk siap siap berangkat kuliah karena hari ini kuliah pagi.


5 menit kemudian selesai sudah semuanya


Melihat diri di cermin melihat apakah ada yanh kurang dari almamater,kartu dll.


Setelah selesai semua aku buru buru turun ke meja makan untuk makan bersama orang tuaku.


"Selamat pagi ayah bunda " ucapku


menyapa kedua orang tuaku


Bunda sedang menantiku di meja makan, sementara ayah membaca koran sambil minum teh hangat di sofa.


"Selamat pagi"jawab bunda dengan lembut


"Bunda kok ngak bangunin dari jam 5 sihh, udah mau telat nihh"meletakkan buku di meja makan lalu duduk


"Tenang, jangan buru buru"ujar bunda santai sekali


"Ini udah telat bunda!!"memberitahu bunda jika aku sudah telah


"Liat tuh jam di dinding jam berapa"tunjuk bunda dengan alisnya ke arah jam dinding di atas lemari es


Melihat ke jam dinding yang ada di atas lemari es tersebut teryata masih pagi selisih beberapa menit


"Hah?? Masih setengah 6, loh kok ngak sama kayak jam di handphone arine"mengecek handphoneku dan menyamakan ke dua jam tersebut


"Iyah bunda yang ganti jamnya biar kamu cepet bangun"jawab bunda sedikit memberikan tawa dia akhir katanya


"Ih bunda ih,ya udah deh"mengambil roti selai yang sudah di siapkan bunda di piring, namun tidak di perbolehkan bunda


"Bentar belum di kasih selai"ucap bunda melihat tanganku mendekati roti tersebut


"nih, sudah sarapannya"memberikan roti Berlapis selai merah di piringku


"Makasih bunda"ku berikan senyuman manis padanya


"Rin, ayah kemarin di bilangin sama temen kamu, katanya kamu berantem yah?" tanya ayah menutup koran dan meletakkan di meja di depannya

__ADS_1


"Hmm.. Ayah tau dari siapa" sambil sedikit emosi namun ku tahan


"Sama temen kamu, kalau seandainya dia ngak bilang, ayah ngak bakal tau semua ini"aku sedikit kecewa,marah sama orang yang berani bilang ke ayah


"Hmm.. Ya udah ayah, nanti arine minta maaf sama dia lain kali arine ngak gitu lagi"ucapku mengakhiri topik


"Ya udah.. Biar bunda aja yang ngingetin kamu, kalau kamu berbuat itu lagi" meminum teh dan siap siap berangkat ke kantor


"lyah ayah nanti bunda bicarakan sama


Arine, rin udah selesai?? Kalo udah


selesai buruan berangkat gih takut telat


masuk"kata bunda yang lembut


"Udah bunda.. Arine berangkat dulu"berpamitan pada bunda dan ayah


"ngak mau di anterin ayah arine ?" bunda melihatku berjalan kelur sendirian


"Ngak usah bunda arine mau jalan kaki


aja"ucapku santai aslinya ngak santai masih banyak unek unek yang harus di selesaikan


Di Jalan


aku ketemu sama temen perempuanku namanya adipa panggilannya dipa PGSD 1 sama kayak aku dia sahabat akrab aku, dia manis dan cantik dia juga baik cuman dia sedikit tomboy.


"Hei rin tumben jalan kaki lo"


menghadang di hadapanku kayak orang mau malak pejalan kaki


"Iyah nih lagi sebel aja gue"gernyitku semakin kesal


"Lah sebel ngapak luh ngak kayak


"Gue..." Ucapku dipotong oleh dipa


"Mmm... Stopp Ceritanya nanti aja deh rin udah mau telat nihh"ucap dipa panik karena jam sudah mau telat


"Okeh gua nebeng lu boleh kan" numpang gratisan


"Boleh dong yuk"dengan senang hati menerima permintaan sang sahabat satu ini


Setelah beberapa menit akhirnya sampai


di kampus, yah meski kurang 5 menit lagi masuk kelas, aku dan dipa berjalan ke kelas sambil sedikit ngobrol


"Lo tadi sebel ngapa sih rin" tanya dipa masih penasaran


"Gue sebel tau sama ayah gue, tau kenapa" grenyit lagi masih kesall banget


"Ngak, emang kenapa??"


"Ayah gw tau kalo kemarin pas pulang kuliah, gue habis berantem sama anak kelas sebelah" cetusku nada tinggi memperjelas juga


"Serius lo"ucapnya ikut panikk setelah mendengar aku cerita


"Iyah"pasrahh


"Duh kok bisa sih"


"Gue juga ngak tau, katanya ayah gue taunya dari temen gw gitu"ucapku fakta apa yang di bilang ayahku


"Siapa??"


"Gue juga ngak tau dipa, maka dari itu gw mau nyamperin tuh bocah, kesel bangeet mo gua ajak berantem aja tu bocah"marah yang tak tertahankan


"Ntar gw temenin lo cari dia"

__ADS_1


"Okh"


Di Kelas 


Sampai di kelas aku dan dipa duduk


di bangku kami yang agak berjauhan,


dia duduk dengan delvin sementara aku


sendirian, tak lama kemudian pak dosen pun datang dengan seorang pria tampan.


Aku sedang mengunyah permen karet


yang ku beli dari rumah sambil melihat


dosen bebicara, mejaku penuh dengan


peralatan dan makananku setiap hari


Dan dipa pun berbisik kepadaku dari


jauh.


"Eh eh rin tuh ada murid baru, cakep


lagi ngak Lo sikat aja tuh rin"


"Ogah ah,males"


"Baik anak anak ini mahasiswa baru kita, silahkan perkenalan"kata pak dosen


"Hai semua, nama saya Darren Farrelino Adnan, asal saya dari kota banjarmasin sekarang saya tinggal di kota surabaya, pendidikan yang saya masuki sebelumnya ya itu sains, dan dan pendidikan favorit saya adalah bahasa terimakasih "ucapnya.


"Tuh malesin kan"ekspresi malas


"Heemm Iyah yah." cetus dipa


"Okeh Darren kamu duduk di.. Dii.. disana sebelah arine disana'"'tunjuk dosen padaku


"Apa!! ogah amat ini mejaku pak"cetusku sepontan marah pada dosen sendiri


"Arine kamu jangan keterlaluan, dia


ini ada anak baru kamu harus welcome sama  teman baru kamu,kalau kamu begini lagi kamu akan saya panggil ke BK "ucap pak dosen lantang.


"Tapi kan pak aku..!!"inggin mengelak tapi ngak bisa karena dia dosen


Darren melihatku dan senyum senyum sendiri


"Apa Lo liat liat"cetusku menatapnya sinis


Dia lngsung menunduk setelah bilang seperti itu


"Arine Sanggara Sendayu kamu diam, atau bapak akan benar benar bawa kamu ke BK"pak dosen marah mengancamku akan di masukan ke BK


"Heemm.. okeh"jawabku sedikit marah karena sudah malas bangett debatt


"Hari ini udah kesal dengan Ayah,


sekarang di tambah dengan anak ini, sebel gue" cetusku dalam hati sambil cemberut melihat dia melintas menghampiri bangkuku


"Baik mari kita mulai belajarnya"pak


dosen membuka pelajaran pertama ini


"Iyah pak!"serentak satu kelas menjawab ucapan pak dosen


\=\=Arine Untuk Darren \=

__ADS_1


__ADS_2