
"rren aku anter kamu pulang yah udah malam nih" melihat ke arah Darren yang beranjak keluar rumah tak tega membiarkan dia pulang sendirian malam malam begini
"Ngak usah rine lagian kamu masih sakit, aku pulang sendiri juga ngak apa apa, aku tadi bawa sepedanya pak satpam kompleks juga" ucap darren dengan tersenyum dan mengeluarkan sebuah kunci motor Supra yang dia kantongi di saku jaketnya
"Beneran ngak di anter pulang?"meyakinkan Darren untuk mau aku antar pulang sambil menduduki tangga kecil di depan rumah menatapnya memberikan keyakinan
"Iyah beneran,udah yah aku pulang sehat sehat yah rine assalamualaikum"memakai helm dan menaiki motor itu bunyi stater menyala tanda motor siap di pakai
"Iyah makasih udah anter pulang yah, Wa'alaikumsalam" balasku dengan tenang melihat dia membalas senyum padaku sambil melambaikan tangan padaku
"Arine masuk sayang, udah malem dingin juga di luar"terdengar suara muncul di depan pintu rumah memanggilku untuk segera masuk kedalam rumah
"Iyah bunda segera, hmmm dingin banget"aku beranjak pergi dari tangga yang aku dudukki, suasana hari ini begitu dingin sekali ingginku memakai baju tebal setebal 7 lapis
*****
"Rine, sayang kamu lagi ngapain??" Terdengar suara dari balik pintu kamar, di sambung dengan suara ketukan pertanda ada orang yang inggin masuk, aku segera beranjak berjalan mendekati pintu untuk membuka pintu itu
"Bunda, ada apa??"tanyaku pada bunda yang tengah membawa sesuatu di tangannya, nampak seperti susu putih dan sebuah camilan roti
"Ini bunda bawain kamu susu anget dan roti kering sayang, dah makan gih"ucap bunda mendorong diriku masuk ke dalam kamar inggin duduk di sofa kamarku
"Tapi bunda... Tapi arine kan ngak suka susu putih bunda" bunda sepertinya lupa jika aku tidak suka susu putih aku duduk di sampingnya agar bunda tahu
"Eh.. masa kamu.. oh yah lupa maaf yah sayang, bunda lupa yang suka susu putih kan Abang kamu dulu maaf yah" bunda sepertinya benar benar lupa hanya mengingat almarhum kakak yang sudah lama pergi dan tak akan kembali
"Heemm terus ini gimana Bun?, Bunda yang minum aja"ujarku pada bunda sambil menatap wajahnya yang agak sedikit memperlihatkan wajah sedihnya itu
__ADS_1
"Enggak bunda ngak mau, bunda suruh bi ija yang bikinin susu coklat yah, nanti di antar ke kamu yah bunda turun dulu"kuanggukan kepala,bunda sepertinya masih ada rasa kangen sama kakak terbukti dengan caranya berbicara saja sudah berbeda sejak bunda salah membawakan susu
Klingg!! Klingg!!
Suara nada dering pesan WhatsApp berbunyi, aku beranjak ke meja dekat kasur untuk melihat siapa yang mengirim pesan, teryata dipa yang chat
"Rine lo ngak apapa apa kan??" Pesan darinya membuatku sedikit tertawa karena dia tidak pernah se khawatir ini
"Iyah aku ngak apa apa kok, tenang aja aku masih sehat wal afiat" ku balas pesan nya agar tak khawatir tentangku
"Serius?? Ya udah deh kalau Lo baik baik aja rine aku khawatir sama kamu loh" dia pun membalas dengan cepat tanpa jeda sedetik pun dia temanku yang paling beda sekali
"Iyah serius ih ngak percayaan aja kamu, oh Iyah kok kamu tau aku kek gini?? "balasku serta bertanya padanya dari mana dia tahu aku habis pingsan
"Dari Darren dia yang bilang pas ketemu gue di jalan tadi "akhirnya dipa menjawab pertanyaanku yang membuatku bertanya tanya dari tadi
"Ya odah sana makan, makan yang banyak biar ada Bandanmu agak berisi masak dari SMP ke SMA masih aja cungkring "pesan dari dipa membuatku agak sedikit kesal dia meledekku cungkring enak aja
"Cungkring cungkring, Lo tuh yang cungkring sama sama cungkring ngak usah ngatain gue"berbalik meledek dipa dengan apa yang dia ledek padaku sebab kita sama sama cungkring dari SMP sampai SMA sekarang
"Anjirr bales ngeledek Lo, sudah makan Sono anjir "ku beri balasan emot ngeledek padanya lalu mematikan data seluler dan hp dan beranjak keluar kamar untuk makan malam
******
Menuruni tangga sambil memanggil bunda yang tak muncul keberadaanya itu, mencari cari bunda di dapur tidak ada di ruang tamu juga ngak ada kemana bunda pergi, ku hampiri ke kamar bunda dan ayah siapa tahu bunda di kamar.
"Bunda! Tok tok tok"memanggil bunda sambil mengetuk pintu kamar bunda berharap di buka olehnya.
__ADS_1
Ckelek!! ckelek!! Suara kunci pintu di putar dan segera pintu di buka, teryata ayah yang membuka pintu itu
"Bunda mana ayah??" Tanyaku pada ayah lalu tak sengaja melihat bunda berdiam diri di kasur dengan tatapan kosong itu membuatku khawatir bunda kenapa kenapa
"Arine jangan ganggu bunda yah sayang"ucap ayah memberhentikan ku saat diriku mau sampai pada bunda yang tengah duduk di kasurnya itu, ayah duduk di sofa dan akupun menghampiri ayah duduk di sebelahnya
"Bunda kenapa ayah?? Tadi kan bunda ngak apa apa kan"tanyaku pada ayah yang duduk berada tepat di sampingku itu dan menatap bunda yang tengah melamun itu
"Ayah juga ngak tau rine, tadi bunda juga masuk kamar sudah begini"ujar ayah, ayah sendir juga tak tahu kenapa bunda seperti ini secara tiba tiba
"Rine tahu ayah"ucapku menjawab pertanyaan ayah yang sedari tadi ia bingungkan
"Apa rine"
"Bunda inget kakak ayah, tadi bunda sempat salah ngasih arine susu putih lalu bunda mengingat kakak yah selepas itu bunda pergi"menjelaskan pada ayah yang sedari tadi khawatir pada bunda yang tadinya ayah ngak tau kini tahu alasannya kenapa bunda jadi pergi itu
Aku menghampiri bunda di kasurnya dengan lembut memegang tangan bunda yang saat itu tengah menumpuk tangan kiri dengan tangan kananya
"Bunda!! Ini arine bunda kenapa??" Tanyaku lirih sambil menatap matanya yang sedikit memerah sepertinya bunda menahan tangis agar tidak jatuh di pipinya sejak tadi
"Bunda kangen kakak yah? Arine juga kangen kakak, tapi kalau kita tangisi dan kangenin kakak seperti ini kakak malah ngak tenang disanan bunda"ujarku pada bunda semoga bunda mengerti apa yang aku sampaikan ini dan dia segera mengikhlaskan kakak
"Bunda jangan khawatir masih ada adek disini yang nemenin bunda"ucapku lagi lalu bunda segera memelukku dengan erat sambil menagis, air matanya sudah tidak bisa menahan dan akhirnya jatuh dan kalah dengan perasaannya yang sudah sedari tadi menginginkan bunda agar menagis suapaya bisa lega
"Sudah bunda sudah yah, kita sholat isya' berjamaah yuk bunda nanti kita doakan Kakak juga yah" menghapus air mata bunda dan membawa bunda ke musholah rumah supaya bunda bisa tenang
Selesai sholat berjamaah di musholah akupun lanjut makan malam sebelum kembali mengerjakan tugas kuliah, tak lama dari situ selesai makan aku langsung naik ke atas untuk masuk ke kamar saat membuk pintu dan memasuki kamarku tiba tiba ada yang lewat entah siapa itu
__ADS_1