
Pelajaran pun di mulai
"Mana sih stabilo gue, perasaan semalem gue udah taro tempat pensil deh kok ngak ada sih"mencari cari di tempat pensil dan loker meja tapi tidak menemukan yang di cari
"Nih!!"memberikan stabilo hijau itu padaku
"Apa??"basa basi setelah melihat stabilo itu menunjuk diriku
"Pake aja dulu"ucap cowok itu
"Emm.. Gak usah gue penjem dipa aja"pergi ke bangku dipa yang terletak di sebrang bangku ku
"Ya udah" jawabnya santai
"Eh dip minjem stabilo"berdiri di samping dipa menunggu dipa memberikan stabilo miliknya
"Bentar gue cari dulu!!"mencari cari di tempat pensil milik dipa
"Yah.. rin gue lupa bawa anjirr, sorry yah"melihatku dengan kecewa tidak bisa membantuku mendapatkan stabilo yang aku cari
"Ya udah deh,makasih dip"
Membalikan badan kembali ke mejaku
"Nihh" menodongkan stabilo hijau tadi di depanku
"Hemm.." mengambil dengan cepat dan kembali ke tempat duduk
Menstabilo kalimat yang penting jangan sampai kelewatan
"Nih!!" aku menyerahkan stabilonya di mejanya dan dia juga mengambil stabilonya, saat tanganku belum ku tarik kemudian tangannya di atasku, melihat tangan ku dan dia bertumpukan lalu saling menatap
"Dia natap gue gitu amat sih,mana cakep juga lagi lumayan natap cogan kek gini kapan lagi" ucapku dalam hati
"Ehemmm!!!" dipa mengeram melihat aku dan Darren bertatap tatapan, spontan kaget mendengar dipa mengeram saat itu juga
"emm... Emm.. Makasih!!"terbata bata karena salting
"Sama sama"
"Aku kok saltingg anjirr ihh"ucapku dalam hati karena tidak seperti biasanya aku kayak begini
Delvin izin ke toilet sebentar ada panggilan alam lalu aku di panggil dipa kebangkunya
"Eh rin sini!!" memanggilku aku menghampirinya sambil berjingkit jingkit dan sampai di mejanya dipa
"Napa??"tanyaku padanya
"Eh lo tadi habis tatap tatapan yeehh"canda dipa
"Apaan sihh, Jan keras keras ngomongnya "mengelak sedikit mencubit lengan dipa
"Ahh.. sakit, awas ntar naksir lohh yah"
"ihh gila Lo?? yah enggak lah,emang kenapa??"
"Kenapa?? Sadar rin.. Lo ngak tau semua adik junior kita pada ngejar darren tauk,baru aja masuk Uda jadi raja fans cewek cewek disini"memberitahuku yang kudet ini
"Ha? Maksud Lo raja fans ??"
"Nih anak otaknnya dangkal banget dahh... Maksud gue itu darren kan ganteng, baik, cerdik dia itu di kejar kejar sama adik junior kita, mereka di buat klepek klepek sama tampangnya darren"menjelaskan secara detail
"Terus??"
"Bahkan si eva nih musuh lo anak kelas sebelah tuh tadi pagi juga deketin Darren, eh.. malah di cuekin darren, masa lo enggak sih malahan Lo yang sebangku sama darren,"
"Yah mungkin gue sama darren ngak ada apa apa jadi yah fun fun aja"
"Alah fun fun aja tadi buktinya apa hayo tatap tatapan kan, kayaknya bakal ada Drakor baru nih di hidup lo"
"Ih apaan sih drakor drakor, siapa juga yang mau sama dia"
"habis tatap tatapan penuh cinta masih aja ngeles lo" dorong dipa membuat ku semakin salting di hati
"Udah ah ngak penting"ujarku mengakhiri topik karena salting di hatinya sudah cukup
"Oke lah hari ini ngak penting, tapi lama lama jadi suka beneran dehh"meyakinkan diriku bawasanya yang ia bicarakan itu benar
Bel pulang sekolah pun berbunyi saatnya kita pulang kerumah.
"Sudah siap"tanyaku pada dipa
"Sudah"
Di lantai atas
Menunggu mereka datang membawa cowok itu
Darren belum pulang teryata dia mengikuti aku dia melihat apa yang akan terjadi
"Ehemm dia ada disini"ucapku pada dipa
"Siapa"tanya dipa tak mengerti
"Cowok sebangku gue"
"Darren??"
"Iyah,tapi biarkan saja dia liat"
Anak buah membawa cowok itu kehadapanku
"Coba jelaskan"ujar salah satu anak buah pada cowok itu
"Emmm.. Emmm.. Emmm.. Maa.. Mmaam.. Maaf"
"Kenapa minta maaf??"tanyaku pada cowok yang menunduk itu
"Aku salah aku salah aku minta maaf jangan apa apakan aku"meminta maaf agar bisa di bebaskan
"Kamu sudah tau apa yang salah?"tanyaku padanya dengan santai dan elegan
"Iyah tau" jawabnya terbata bata sedikit takut
__ADS_1
"Kalau kamu sudah tau kalau akhirnya bakal begini, kenapa kamu melakukannya"tanyaku padanya dengan jelas
"Iyah iyah maaf aku ngak bakal bilang siapa siapa lagi"
"Siapa yang menyuruhmu??"
"Va evaa"
"Ohh dia masih bisa melawan yahh, okeh kali ini Gue bebasin lo,Kalau ada lagi permainan seperti ini jangan lupa berpamitan sama orang tua,dan bilang sama yang nyuruh lo, kalau berani lawan orangnya langsung" menampar kecil ke pipi cowok itu
"Bawa dia pergi dan antar dia pulang, dia adalah suruhan musuhku jadi dia harus spesial dulu hari ini"memberi isyarat tangan menyuru membawanya pergi
"Baik boss"
"Kita pulang!!"
" gue nebeng Luh lagih boleh"tanyaku padanya
"Sorry rin gue mau ke rumah sakit bokap gue telfon katanya om gue sakit gitu" jawab Reni
"Oh. yah udah deh Lo duluan gih"'suruhku
"Kamu yakin ngak PP?"
"lyah aku ngak PP kok santai aja udah sana pergi"
"Makasih yah rin.. bye"
"Bye.."
Aku menunggu di salah satu tokoh yang sedang tutup, berharap mang amin supir rumahku itu segera menjemput ku.
Tak lama kemudian rintik air hujan pun turun dan saat itu ada laki laki yang berteduh di tempat yang sama denganku, teryata Darren aku sedang mau menggunakan handset.
"Eh boss!!"
"Apa ngak usah nyari gara gara kalau ngak mau babak belur disini"ujarku sinis pada orang darren
"Eheemm"
"Lebih baik diam jangan banyak omong" tambahku lagi
"Heemm"
Hujan deras itu pun menjadi gerimis, tak lama dari situ ada 3 cowok yang menduh di tempatku mereka mendekati ku, tapi darren langsung mendekapku
"Sayang!! Nanti kita jalan [ayo pergi] ke taman yukk!!"
"Apa sihh!!"
"Aku tau kamu masih marah kan sama aku, aku minta maaf kalau aku bikin kamu luka[akan terluka jika masih disini] karena aku, aku ngak pernah nembak [akan di tembak] orang jadi aku gugup!!"
Memberi kode lewat mata Darren melirik cowok itu dan mengisyaratkan tidak Lalu memberikan penjelasan lewat kata kata paham kan!!
"Iyah ngak pp gimana kalau kita jalan jalan[pergi melarikan diri] sambil hujan hujanan pasti seru!!"
"Ayokk"
2 menit kemudian neduh di depan pos satpam perumahanku
"Makasih yah"
"You'r walcome"
"Kok lo bisa bikin isyarat gitu sih"
"Yahh aku niruin orang orang aja sih"
"Ohh untung aku faham tadi kalo ngak, udah gue tonjok lu tadi"
"Ehh gak boleh gitu"
"Hehee"
"Oh iyah ngak mau mampir ke rumah gue dulu??"
"Gak usah deh makasih ntar ngerepotin!!"
"Ya udah aku pulang dulu yah"
"Okeh makasih yah"
Berjalan menjauhi pos aku dan Darren berpisah di jalan tak lama dari situ aku jatuh pingsan
Pak pos saat itu melihatku langsung menhapiriku
"Mbak mbak, bangun mbak"
Darren yang masih tak jauh itu membalikkan badan dia terkejut
"Arine!!!"langsung berlari menghampiriku saat itu juga mengangkat ku dan meneduh di pos satpam
"Pak tolong jaga dia dulu yah saya mau telfon orang tuanya"
"Rumahnya deket disini dek saya kenal orang tuanya,lalu adek siapa??"
"Saya temen kuliahnya arine pak kebetulan tadi kita pulang bareng"
"Terus ini bawa dia gimana pak"
"Saya ada sepeda motor dek kamu bawa aja dia pulang nomor rumahnya C137 warna putih"memberitahu Darren nomor rumahku
"Baik pak saya bawa dia pulang sekarang"
Sesampai di gerbang rumah
"Permisi!!"
"Eh iyah cari siapa?? Eh non arine!!"tanya satpam penjaga
"Iyah pak!!"
"Bawa dia masuk saja"menyuruh langsung masuk ke dalam
__ADS_1
"Baik pak"
"Jaaa.. Ijaa"teriak satpam itu pada pembantu rumah
"Ada apa to min"pembantu itu keluar sambil membawa centong sup dan terkejut melihatku
"Yallah non, nyonya!! "Bibi kaget dan langsung memanggil bunda
"Ada apa bi"bunda keluar rumah dan kaget juga
"Arine!!"
"Masuk masuk masuk"bunda menyuruh Darren langsung masuk
"Ya ampun arine kamu kenapa nak"
Menaruhku di langsung di kamar bersama bibi dan bunda
"Ya ampun ini kenapa bisa kek gini!!"pertanyaan bunda tak tahu itu untuk siapa
"Kamu siapa??"tanya bund pada darren
"Ee.. Saya darren temen kuliahnya arine tante, kebetulan tadi saya sama arine pulang bareng"menjelaskan nama secara detail
"Ohh gitu... Ini anak saya tadi kenapa yah"tanyanya pada darren
"Jadi gini tante-"menceritakan
"Ohhh.. Gitu heemm.. Untung ayahnya arine ngak di rumah kalau ada masalah begini"
"Emangnya kenapa tante??"
"Kalau ayahnya tau arine bakal berantem lagi pasti dia bakal di marahi habis habisan" menjelaskan pada darren masalah arine di rumah
"Ohhh.."
"dia juga punya penyakit depersonalisasi" menjelaskan penyakitku juga pada darren
"Jadi dia sering berubah sifat??"
"Iyah betul,kalau dia stres dia bakal berubah sebenarnya dia baik sopan dan ramah, cuman dia punya penyakit itu kadang dia jadi jahat tapi ngak pernah menjahati orang kalau dia ngak salah"
"Bunda!!"
"Nyonya.. non arine sudah siauman sekarang sedang mencari nyonya"ucap bibi Ika menuampaiakan pesan pada bunda
"Yallah nak syukur kamu baik baik saja"bunda menghampiriku ke kamar dengan sangat sedikit senang bahwa putrinya sudah sadar
"Aku kenapa bunda?"tanyaku pada bunda
"Ngak pp kok sayang kamu cuman kelelahan aja kok"ucap bunda apa yang aku tanyakan
"Permisi ini nyonya buburnya"bi Ika memberika semangkuk bubur hangat pada bunda
"Oh Iyah makasih yah bi"menerima bubur yang di buat bi ija
"Yuk makan sayang"Menyuapiku sedikit demi sedikit
"Udah bunda arine udah enakkan kok"
"Ya udah kamu temuin temen kamu tuh"menyuruh aku menemui temanku
"Siapa??"
"Temen cowok kamu, si Darren"
"Dia disini bunda??"tanyaku pada bunda
"Lah dia yang bawa kamu pulang malahan"
"Ohhh ya udah yuk keluar bunda"membuka selimut dan beranjak ke luar kamar, berjalan menuju sofa depan
"Gimana Rin sudah enakkan??"tanya Darren duduk di tempat yang masih sama
"Sudah ren"
"Makasih yah nak Darren sudah mengantar arine pulang,"ucapan terimakasih dari bunda mewakili ku
"Sama sama Tante"
"Assalamualaikum"ayah pulang selepas dari kantor pemasaran
"Wa'alaikumsalam"ucapku bunda dan darren
"Ayah udah pulang?"tanya bunda saat itu menghampiri ayah mengambil tasnya
"Eh om " menyalami ayahku
"Ada apa ini??"tanya ayah yang tak tahu apa apa
"Ngak ada apa apa kok mas, ini temennya arine"
"Owalah ada apa emangnya??"tanya ayah lagi masuk ke topik
"Tadi temennya arine ini nganterin arine pulang mas"
"Arine kamu kenapa sayang?"ayah melihatku sedikit lemas ini, ayah peka dalam hal sakit jadi dia bisa tau kalau sedang sakit atau sehat
"Arine habis jatuh pingsan mas"jelas bunda sambil melipat jas hitam milik ayah
"Kok bisa"
"Iyah mungkin ke capean mas, habis ujan ujanan"sambung bunda
"Owalah sekarang udah enakkan??"tanya ayah padaku
"Udah yah"mengangguk bahwa aku tidak apa apa
"Ya sudah Tante saya mau pamit pulang, sudah malam juga ini"Darren berpamitan pulang
Hari sudah malam teryata karena tak tahu kalau mendung tadi merubah sore manjadi malam
---Arine Untuk Darren---
__ADS_1