
"eh siapa itu?" Melangkahkan kaki masuk kedalam kamar secara perlahan setelah menutup pintu lalu melihat ke seluruh penjuru ruangan namun tidak ada apa apa
"Tadi itu siapa, kek bayangan item??"ucapku lirih sambil melihat keluar jendela kamar tak berselang lama suara notif wa berbunyi
Kling!!
Notif dari adipa yang mengirimkan pesan
"Udah selesai belom makannya, lama banget" pesan dari dipa
"Iyah ini udah selesai dip" balasku pada pesan dipa
"Ohh Yo wes kalau gitu"balasnya
"Eh dip aku ajak telpon mau ngak"mengirim pesan pada dipa
"Boleh yuk"balasnya
Menekan tombol telfon di nomor dipa
"Halo dip"
"Halo ada apa Rin"
"Aku mau cerita sesuatu sama kamu"
"Ya ealah Rin, biasanya kan lu langsung to the point aja. ini pake minta segala sih"
"Ihh beneran nih aku cerita yah, jadi tadi nih masih beberapa jam yang lalu. bunda ngasih aku susu nih, karena kan aku habis ujan ujanan nah pas bunda bawa ke aku teryata dia salah bikin susu. Aku kan ngak suka susu putih tapi dia bikinin susu putih,terus aku bilang Bun bunda lupa? kalau aku ngak suka susu putih??. Terus dia jawab oh Iyah yang suka susu putih kan Abang kamu, maaf yah bunda lupa nanti suruh bi ija bikinin gitu katanya"
"Lah terus?? Cuma itu??"ucap dipa
"Bentar ih napas anjir, nah setelah itu aku kan mau makan nih tadi aku kebawah dong, lalu aku nyari bunda biar makan bareng gitu. nah pas nyampe bawah bunda ngak ada, udah aku panggil panggil dia ngak nyaut. Nah aku inisiatif ke kamarnya dong dan kamu tau apa yang aku liat??"
"Apa??"
"Bunda dieeem aja, ngelamun gitu mungkin dia masih keinget Abang kali yah. terus aku bilang bunda jangan nagis kalau bunda nagis terus terusan sedih nanti abang jadi ngak tenang. udah yah disini kan ada adek, nah setelah dari kamar bunda aku balik ke kamar deh dan pas buka pintu ada sliweeran!!"
"Hah apa tuh??"
"Aku juga ngak tau pas aku cari ngak ada. aku cari di balkon, di kamar mandi ngak ada"
"Ih serem amet sih"
"kamu jangan nakut nakutin lah we"
"Lah Lo sendiri yang cerita kan gue merinding disini "
__ADS_1
"Iyah deh ya udah aku tutup telponnya yah, ketemu lagi besok yah papay beb"
"Papay"jawab dipa
Mematikan panggilan dan meletakkan kembali di meja dekat kasurku, aku melangkah ke jendela yang tirainya masih terbuka itu inggin rasanya Keluar dari kamar untuk menghirup udara segar namun malam i i sangatlah dingin
Ke esokan hari
"Bunda, ayah selamat pagi"
"Selamat pagi sayang"saut ayah yang sedari tadi duduk di kursi meja makan, tumben yang jawab ayah bukan bunda
"Bunda, Are you ok??"tanyaku pada bunda yang tengah memanasakan makanan di depan kompor itu, lalu bunda hanya mengangguk saja
"Bunda kenapa?? Cerita sama Arine, mungkin arine bisa bantu bunda juga" mendekati bunda dan memeluknya dari samping
"Bunda tidak apa apa sayang"ucapnya lirih dengan sedikit menahan air matanya tangan yang sedari tadi menggoreng lauk itu tiba tiba berhenti
"Kalau bunda There is a problem, bunda bisa cerita pada arine atau ayah yang bisa membantu bunda,"ucapku memegang tangan bunda dan menyandarkan kepalaku ke pundak bunda
"Apa bunda tau... Tadi malam adek di datangin Abang di nyata dan di mimpi adek"ucapku lirih pada bunda yang masih terdiam itu
"Abang bilang gimana dek"ucap bunda yang membuatku mengangkat kepalaku karena bunda akhirnya bicara
"Abang bilang, rin jaga bunda jangan sampai bunda menangisi Abang seperti ini, Abang jadi tidak tenang meninggalkan kalian semua, itu saja bunda"ucapku menceritakan pada bunda mungkin ini akan membuat bunda bisa tenang
"Bunda tenang yah insyallah Abang bisa tenang disana bersama nenek dan kakek kalau bunda bisa mengendalikan isi hati bunda"tuturku pada bunda agar bisa tenang hatinya
"Benar kata arine sebaiknya kamu sekarang harus banyak istirahat supaya kamu bisa tenang"lalu ayah membawa ibu ke kamarnya untuk istirahat
Aku berjalan menuju meja makan dan mengambil roti selai lalu memakannya, tiba tiba ada sebuah cahaya muncul
"Ahh.. apa itu??"aku menutupi silauan putih itu dengan tangan, dan tiba tiba ada seseorang mengatakan sesuatu di teligaku
"Terimakasih yah dek, kamu sudah menolong Abang disini, semoga kamu akan selalu melindungi bunda dan ayah ya dek, Abang pergi dulu selamat tinggal"menyadari itu suara abangku segera aku melihat ke arah cahaya itu teryata Abang dan 2 orang yaitu kakek nenek yang beranjak masuk dalam cahaya itu
"Abangg!!!"teriakku sambil inggin menyentuh Abang yang semakin lama semakin jauh, dan teriakan ku membuat ayah dan bunda yang harusnya di kamar harus turun kebawah melihatku memanggil Abang
"Arine!! Ada apa sayang!!"eskpresiku masih sedikit sedih melihat Abang, kakek dan nenek pergi meninggalkanku
"Arine istighfar sayang istighfar" ucap ayah padaku agar mengucapkan astagfirullah mungkin ayah tau apa yang aku alami saat ini
"Astagfirullah 3× astagfirullah hal'adzim"ucapku sambil meredakan rasa sedihku serta kagatku ini
"Sekarang ayah tanya, ada apa??"ucap ayahku yang sedikit paham padaku saat ini
"Tadi adek ketemu Abang nenek sama kakek yah"ucapku sedikit sesegukan sebab airmataku tak mengalir hanya tertahan sedari tadi
__ADS_1
"Astagfirullah hal'adzim,sudah tenang yah sayang tenang"ucap ayah sudah mengerti apa yang terjadi saat ini
"Arine, are you ok sayang yallah"bunda memelukku erat serata diriringi air matanya yang jatuh begitu deras
"Iyah bunda arine ngak apa apa"ucapku pada bunda yang masih menagis yang saat ini masih memelukku, dan bunda pun sadar bahwa aku sedang demam saat ini
"Yallah arine kamu demam sayang, ayah arine demam ayah"ucap bunda memberitahu pada ayah yang sedang duduk di samping kursiku
"Bi ija bilang sama mang amin, arine sedang sakit nanti antar bapak ke univ arine untuk ngasih surat izin"memberitahu bi i yang tengah melihatku seperti ini
"Baik Bu segera"jawabnya langsung beranjak keluar rumah untuk menuju ke pos satpam
"Ayah izinkan kamu tidak masuk kuliah dulu yah sayang,dan kalau kamu ada tugas yang masih belum di kumpulkan sini ayah kasihkan ke dosen kamu"ayah mengambil secarik kertas dan menulis kata kata dalam kertas itu, aku pun mengambil beberapa map tugasku yang hari ini harus di kumpulkan
"Ini yah map tugasnya"ku berikan beberapa map tugas pada ayah yang tengah menulis itu disampingnya
"Banyak sekali tugas kamu??"ucap ayah yang sedikit kaget melihat beberapa map hampir menjadi map warna warni
"Namanya juga kuliah" ucap bunda mewakilkan ku berbicara pada ayah
\=\=\=\=\=\=\=
POV AYAH
Setelah ayah sampai di kampusku
"Permisi"ucap ayah pada salah satu staf seperti guru dosen
"Iyah ada yang bisa saya bantu??"ucap staf itu berhenti dan menjawab dengan lembut dan sopan
"Saya mau tanya kelas atas nama arine sanggara sendayu dimana yah??"tanya ayah pada staf yang memakai baju batik ber celana hitam panjang itu
"Arine.. ketua organisasi?"jawab staf itu sambil mengingat inggat
"Ahhh Iyah itu,kelasnya dimana yah atau wali dosennya juga tidak apa apa" ucap ayah
"Baik pak silahkan saya antar pada wali dosennya mahasiswi arine"
"Baik terimakasih"
"Disini pak ruangannya" memberitahu ayah
Tok!! tok!! tok!!
"Masuk"suara wanita dari dalam runagan tersebut
"Permisi Bu"ayah membuka pintu ruangan itu dan segera mendatangi dosen wanita itu
__ADS_1
"Baik, ada apa yah pak??"tanya dosen pada ayah yang masih pagi ada tamu orang tua