
Saat ini Willy hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit.dengan semuanya yang sudah dia lakukan sampai harus mengorbankan kesehatan dirinya, ternyata sia-sia.saat ini dia hanya memikirkan kenapa hidup nya tak seindah yang dia kira selama ini.
Dengan terburu-buru Tondi melangkah kan kaki nya melewati koridor rumah sakit dan mencari kamar 3.saat ini di pikiran dia hanya gimana keadaan sahabat dia tersebut.tidak mau sahabat yang sudah dia anggap saudara itu kenapa Napa.
"bro keadaan Lo gimana?".tanya Tondi lemah tak tega melihat kondisi sahabat nya saat ini.
Willy hanya tersenyum melihat sahabatnya yang sudah panik saat ini.
..."ton Lo gak kerja hari ini?".tanya lemah...
..."gak bro.gua mau tetap di sini nemenin Lo". balasnya sambil membuka jaket nya....
"Will kok Lo bisa si sampai kayak gini,apa yang sebenarnya Lo sembunyikan dari gua".kata tondi sambil membersihkan ranjang Willy
"gak papa kok.gua gak bisa cerita sekarang ton.nanti aja kalau gua udah keluar dari sini gua cerita semuanya sama loh".jawabnya lemas.
Tondi pun hanya bisa mengangguk mendengar penjelasan sahabat nya itu.
"lo mau minum gak biar gua beliin ke kantin!".
Willy hanya mengangguk menjawab pertanyaan tondi.tondi pun langsung pergi untuk membelikan minum untuk sahabat nya itu.
__ADS_1
..............................................
Mobil Yaris berwarna hitam pun memasuki parkiraan rumah sakit.
"sus,pasien atas nama Willy hidayat di.kamar berapa ya sus".tanya Khaira kepada suster.
"oh..itu di kamar no 3 mbak".jawabnya.
Khaira pun langsung berlari kecil menuju kamar tersebut.di depan kamar tersebut dia memberhentikan langkah nya karena tak sanggup melihat keadaan org yang baru saja dia putuskan.
perlahan dia melangkah memasuki ruangan tersebut.
"maafin aku wil.aku hanya niat melihat keadaan kamu".jawabnya sambil menunduk kan kepalanya.
tiba tiba masuklah Fandi orang yang bersama Khaira menuju ke rumah sakit ini.
"Lo gak perlu liat gua.gua baik baik saja.aku minta kalian pergi dari sini sekarang juga".Khaira hanya terdiam mendengar itu.
dia sadar Willy sakit hati banget melihat dia jalan Sama Fandi.
"sekali lagi aku mohon pergi dari sini!". menggunakan nada lebih tinggi.
__ADS_1
Khaira pun hanya bisa mengikuti permintaan Willy tersebut.
sesampainya di mobil Khaira hanya bisa menangis melihat apa yang sudah dia perbuat.dia merasa sudah salah memutuskan hubungan dengan orang yang sangat sayang kepadanya.
"kamu kenapa Ra"?.tanya Fandi curiga apa sebenarnya yang terjadi antara dia dan pasien itu.
"gak papa kok aku mau langsung pulang aja fan.aku udah gak mood buat jalan ".mintanya.
Fandi pun hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan khaira.dia juga tidak bisa memaksakan Khaira untuk menemani nya saat ini.
"tuhan sesakit inikah mencintai org".ucap Willy dalam hati.
"tuhan berikan dia yang terbaik dengan pilihan nya ya tuhan".ucapnya kembali
"maafin aku Will.gara gara aku kamu kayak gini".ucap Khaira dalam hati.
sudah lebih satu Minggu Willy di rawat di rumah sakit.hari ini dia di izinkan dokter untuk pulang dan beristirahat di rumah.dan saat ini Tondi sudah bersiap menunggu Willy di depan ruangannya.tondi berjanji dia akan selalu ada ketika Willy belum pulih total dari sakit nya.dia tidak ingin sahabat nya ini mengalami sakit.karena dia tau keluarga yang di miliki Willy di kota ini hanya dia.
poto Fandi di cerita ini(mantan Khaira).
__ADS_1