
sekarang sudah pukul 07.00 wib.willy sudah siap dengan stelan alah ajudan, menggunakan jas dan tak lupa earphone yang siap siaga di telinga .setelah itu willy menuruni anak tangga menuju meja makan.terlihat pak Rudi beserta keluarga nya sudah berada di meja tersebut .
" *pagi pak Rudi, pagi buk".sapa willy
" pagi nak.silahkan duduk".sambut pak Rudi
" gua gak di sapa ni ".ceplos Rara
" pagi Rara ".sambut willy*
pak Rudi dan sang istri tertawa melihat tingkah laku mereka berdua.
saat ini mereka sedang asyik menyantap sarapan pagi hari ini.
" Will, *kamu hari ini tolong antar kan Rara ke universitas dia ya".pinta pak Rudi
" siap pak*".
setelah sarapan Willy pun mempersiapkan mobil untuk mengantar Rara.Di perjalanan mereka hanya diam satu sama lain.
" *kamu umur berapa non Rara ".Willy membuka pembicaraan.
" panggil Rara aja Wil ".kata Rara
"gua baru umur 22 kok. apa gua kelihatan tua ya".lanjut nya sambil melihat wajahnya di cermin mobil.
" eh ... maksud gua bukan Gt".bantah Willy
" tau kok.gua juga bercanda kali ".tambah nya*.
karena sudah mulai canggung memulai pembicaraan , Willy pun menyalakan musik dengan hp nya.
" ***melamar mu*** "
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahan mu
Ku pandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku
**Aku tak setampan Don Juan**
**Tak ada yang lebih dari cintaku**
**Tapi saat ini 'ku tak ragu**
__ADS_1
'**Ku sungguh memintamu**
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Satu yang kutahu
Kuingin melamar mu
**Aku tak setampan Don Juan**
**Tak ada yang lebih dari cintaku**
**Tapi saat ini 'ku tak ragu**
'**Ku sungguh memintamu**
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Satu yang kutahu
Kuingin melamar mu
**u u - u u**
**U u - u u**
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata (membuka mata) dan tertidur di sampingku (di sampingku)
Aku tak main-main (main-main)
Satu yang kutahu
__ADS_1
**Oh, satu yang ku mau**
**Kuingin melamar mu**
Willy pun spontan mengikuti lagu yang sedang di putar.sedangkan Rara terpukau mendengar suara Willy dan matanya tak berkedip saat melihat Willy.setelah musik selesai Willy menatap mata rara.saat ini mata mereka saling bertatapan.
" suara kamu bagus Wil".*membuka lamunan mereka
" makasih Ra ".jawab Willy
" OOO ... iya Wil. kamu pandai ya nyanyi ".sambut Rara
" ya hobby aja si ra , kadang kalau gua lagi gak mood gua lebih biasa melempar semua itu ke arah musik.dan gua juga biasa menggunakan gitar".tambah Willy
" haaaaaa.... Lo bisa main gitar Wil?".tanya rata
" ya sedikit lah".balas Willy
" gua mau dong di nyanyiin ".tambah Rara
" yaudah.nanti ya pas udah di rumah ".
" betul yaaaa awas aja kalau Lo boong".kata Rara
" siap non putri* ".
mereka pun tertawa lepas di mobil.setelah memasuki gerbang universitas, Rara langsung turun dari mobil dan memasuki kelas.setelah itu Willy pun langsung balik kanan untuk menjemput pak Rudi bos nya di kantor.
" pagi pak, apa kita berangkat langsung pak ".tanya Willy yang baru sampai rumah
" boleh nak .tolong ya ambil berkas bapak yang di meja ruang tamu ".kata pak Rudi
" siap pak ".langsung menuju ruang tengah
setelah itu mereka pun berangkat menuju kantor.sesampainya di kantor mata para wanita yang kerja di kantor ini tak hentinya menatap ketampanan seorang Willy.
" *pagi pak . ini menantu nya ya pak ? ".tanya salah seorang karyawan.
" ehhh... bukan.dia ini sekretaris baru saya di sini".sahut pak Rudi
" ganteng banget pak , jadi kita rajin deh kerja ada sekretaris ganteng".sambil senyum senyum
" jangan macam macam yaa.dia ini calon menantu saya ".Willy hanya tersenyum mendengar candaan pak Rudi dan langsung mengikuti langkah pak Rudi*.
*jadi pak Rudi emang dekat kepada bawahan nya.dan itu lah yang membuat bawahan nya sayang pada pak Rudi .
* RARA adalah anak tunggal dari pak rudi.wanita kaya raya tetapi dia tidak sombong dengan apa yang dia miliki.dan begitu banyak yang menyukai Rara di universitas nya dan di kantor papa nya sendiri..
__ADS_1