ARWAH BALAS DENDAM

ARWAH BALAS DENDAM
Sesajen


__ADS_3

Sesajen


_VOTE_


Keesokan paginya aku demam suhu tubuh ku naik.


Dan aku lemas bagai orang tak berdaya aku hanya rebahan dikasur.


Bagaimana tidak? Berpapasan dengan makhluk halus sedekat itu sedetail itu sangat jelas bagaimana bentuk wajahnya bahkan masih terngiang di pikiran ku.


Lalu aku menelepon sasha dan pihak rumah sakit bahwa aku tidak masuk bekerja dikarenakan sakit.


Sasha langsung panik dan ijin tidak masuk kerja demi merawat ku.


Beberapa saat kemudian akhirnya Sasha tiba di apartemen ku aku pun bergegas membukan kan pintu. Sasha langsung menghambur kearah ku dan memelukku erat.


"Sayang aku khawatir banget waktu kamu ngabarin aku kalo kamu sakit , " Sasha memelukku sambil menangis. Ya Sasha ini memang cengeng denger aku sakit langsung mewek hehe tambah sayang aku.


"Sayang aku gapapa kok cuma demam biasa, " Aku mencium kening Sasha berusaha menenangkan nya agar tidak menangis lagi, bagaimana pun aku tidak tega melihat wanita menangis.


Lalu aku dan Sasha masuk ke kamar ku aku pun kembali merebah kan tubuhku karena kepala ku sangat pusing. Sedangkan Sasha mengompres kening ku dan membuatkan aku bubur di dapur.


Sasha kembali dengan nampan berisi bubur susu dan obat ditangan nya, lalu mulai menyuapin aku layak nya seorang bayi kemudian memberi ku obat dan air untuk ku minum.


Setelah itu aku menceritakan kepada Sasha soal apa yang terjadi padaku, Sasha pun terkejut dan pucat pasi serta panik melihat ku.

__ADS_1


"Sayang kenapa tadi malem ga hubungin aku sih, kalo kamu kenapa napa gimana kamu tau ga sih betapa cemas nya aku? , " Sasha kembali menangis dan memelukku.


"Aku gapapa sayang aku cuma kaget aja mungkin makanya aku sampe sakit begini. " Ucapku menenangkan Sasha dan membelai rambutnya.


"Sayang temen aku punya kenalan seorang dukun dia pasti bisa ngatasi hal seperti ini, kita kesana sekarang ya biar aku yang nyetir , "Sasha menatap ku sambil menggengam erat tanganku.


Karena tidak ingin membuat Sasha khawatir aku pun mengikuti apa keinginan nya agar dia tidak cemas lagi.


Aku dan Sasha pergi menuju rumah mbah Darmo dukun yang dibilang Sasha.


Rumah nya lumayan masuk ke pedalaman dan melewati hutan yang sunyi dan senyap jauh dari rumah penduduk.


Ketika aku dan Sasha sampai kami disambut dengan anak laki laki kecil berusia sekitar 5 tahun dengan rambut panjang dan keriting , kantung matanya menghitam seperti tidak pernah tidur wajah nya pucat dan tanpa senyuman dia menyambut kami.


" Hai dik, apa mbah Darmo nya ada? "tanya Sasha dengan seulas senyuman


Tiba tiba dari dalam rumah keluar sosok lelaki tua dengan rambut dan janggut yang sudah memutih menggunakan tongkat nya.


" Hei ratur ojo ngono kui sing sampeyan perbuat iku ora apik jare iku mbek uwong ! kulo ra perna ngajarno sampeyan koyo ngunu.


( hei ratur jangan seperti itu yang kamu perbuat itu tidak baik kepada orang lain! aku tidak perna ngajarin kamu seperti itu)


" Bentak lelaki tua itu sepertinya dia mbah Darmo " Batinku.


Anak kecil itu menunduk seperti ketakutan dan berjalan mundur menjauhi kami bertiga.

__ADS_1


"Maafkan anak itu ya memang tidak memiliki sopan santun, ayo silahkan masuk. " Ucap mbah Darmo pada kami.


"Iya tidak apa mbah namanya juga anak kecil, " Tukas ku sambil mengulum senyum.


Kemudian mbah Darmo mempersilahkan kami masuk ke rumah nya, rumah yang terbuat dari kayu dan lantai yang masih terbuat dari tanah sangat sederhana.


Saat kami memasuki rumah nya ada banyak patung, kendi dan bunga juga lilin yang banyak menyala.


Setelah itu kami dipersilahkan duduk di tempat yang sudah ada karpet merah sebagai alas nya dan meja sebagai pembatas antara kami dan mbah Darmo. Tidak lupa ada berbagai bunga macan kera, kantil melati, lilin, kain putih, kendi kecil dan sedang, kemenyan dan juga dupa.


Lalu kami menjelaskan apa tujuan kami datang kemari,


Kemudian mbah Darmo berkata bahwa makhluk halus itu menyukai ku dan akan terus mengganggu ku sebelum aku menjadi miliknya dan ikut bersama ke alam nya.


Sasha yang mendengar itu pun terkejut dan hampir menangis kalau saja aku tidak menahan nya.


Kemudian Mbah Darmo memberikan aku sebuah kendi kecil dan mengatakan dengan bahasa Jawa, ya kebetulan aku orang Jawa jadi aku mengerti beda dengan Sasha yang tidak mengerti bahasa Jawa.


"Iki mung sesajen seng kulo kek'i mbek sampeyan, muhun di gunakno sesuai sing tak kek'i weruh, mugi mugi iso ngilangno dedemit sing ganggu sampeyan.


(Ini penangkal yang aku kasih sama kamu, tolong digunakan sesuai yang aku kasih tau, semoga bisa menghilangkan makhluk halus yang mengganggu kamu) " Ucap mbah Darmo sembari memberikan kendi yang terbuat dari tanah liat itu kepadaku.


"Matursuwun, mbah wis nolong kulo, kulo ra iso ra weruh kepiye jare ora nemu sampeyan nang kene, Suwun wis nolong kulo mugi mugi iso ngilangno demit kae.


(Terimakasih, mbah sudah menolong aku, aku tidak bisa dan tidak tau gimana kalo aku tidak bertemu kamu di sini, makasih sudah nolong aku semoga bisa menghilangkan makhluk halus itu.) " Jawabku berterimakasih sambil menerima kendi pemberian mbah darmo.

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komen ya makasih banyak 🥰


__ADS_2